Sabtu, 1 Januari 2022

Harga Ayam dan Telur Naik

Harga Ayam dan Telur Naik

Foto: 


Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga produk peternakan asal hewan mulai stabil membaik. Pasalnya jumlah permintaan semakin bertambah, khususnya pada produk unggas baik daging maupun telur ayam. 
 
 
Fatoni, salah satu peternak broiler (ayam pedaging) asal Malang, Jawa Timur mengaku adanya peningkatan harga live bird (LB) atau ayam hidup sejak awal Desember 2021. Harga LB pada minggu pertama Desember sebesar Rp 19.000 per kg, meningkat secara konstan hingga pada (23/12) harga LB Rp 21.500 per kg rata di seluruh Jawa Timur terhitung sejak Senin (20/12).
 
 
“Awal Desember harga LB masih terasa rendah, efek dari akhir November. Sehingga kami dari Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Timur menghelat pertemuan guna membahas estafet pasar dan harga daerah perbatasan yang dilaksanakan di Madiun pada minggu terakhir November,” jelasnya.
 
 
Berdasarkan data, Fatoni menyetujui memang adanya peningkatan harga LB dibandingkan dengan bulan sebelumnya (November). “Harga LB di November terendah Rp 16.500 per kg. Tertinggi Rp 19.500 per kg, dengan rata-rata Rp 18.300 per kg,” sebutnya.
 
 
Kendati harga LB yang stabil meningkat, namun Harga Pokok Produksi (HPP) melonjak sangat drastis. Fatoni melaporkan HPP rata-rata peternak broiler mandiri Jawa Timur berada di kisaran Rp 20.500 – 21.000 per kg. 
 
 
“Adanya lonjakan HPP ini disebabkan oleh kenaikan harga DOC (ayam umur sehari) sejak keluarnya Surat Edaran Pemangkasan DOC per (17/11). Selain itu, peningkatan HPP ini juga dipengaruhi oleh naiknya harga pakan, serta perubahan iklim yang mengakibatkan kualitas pakan maupun DOC menurun, sehingga performa ayam juga menurun,” tuturnya.
 
 
Ia mengatakan peningkatan harga DOC sebesar Rp 1.000 – 2.000 per ekor, yang semula berada pada kisaran Rp 5.500 per ekor, kini menjadi sekitar Rp 7.500 per ekor. Kemudian untuk harga pakan saat ini berada pada kisaran Rp 7.500 – 8.800 per kg. 
 
 
“Harga pakan saat ini meningkat, tergantung kelasnya. Untuk harga pakan pre starter Rp 8.600 – 8.880 per kg, premium class Rp 8.350 – 8.550 per kg, second grade Rp 7.900 – 8.200 per kg, dan withdrawl Rp 7.500 – 7.800 per kg,” urainya.
 
 
Dengan harga DOC yang sangat mahal, Fatoni mengeluhkan rendahnya seleksi yang menyebabkan seringnya muncul permasalahan pada DOC dengan tingkat kematian yang tinggi dan pertambahan bobot badan harian rendah. “Saya hanya berharap harga LB bulan depan bisa tetap stabil dengan akhir bulan ini,” harapnya.
 
 
Peningkatan harga LB ini turut dirasakan pula oleh Taopik Robina, salah satu peternak broiler mandiri di Medan, Sumatera Utara. Ia mengungkapkan harga LB pada awal Desember masih berkisar Rp 19.000 per kg atau masih di bawah HPP.
 
 
Kemudian terjadi peningkatan secara perlahan, dimana minggu ke-2 Desember harga LB bergerak menjadi Rp 20.000 per kg atau setara dengan HPP. Pada hari ini (23/12) harga LB sudah meningkat kembali menjadi Rp 21.000 per kg terhitung sejak minggu ini. 
 
 
”Dibandingkan dengan November, memang ada kenaikan. Rata-rata harga LB pada November berkisar Rp 18.500 per kg. Kemungkinan bulan ini rata-rata harga LB meningkat menjadi Rp 20.500 per kg,” ucapnya.
 
 
Taopik menyebutkan HPP pada bulan ini relaitf stabil, meskipun ada sedikit kenaikan. “HPP pada bulan ini berada pada kisaran Rp 19.800 – 20.000 per kg. Ada sedikit peningkatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dimana rata-rata HPP di November berkisar Rp 19.000 – 19.300 per kg,” ujarnya.
 
 
Sependapat dengan Fatoni, menurutnya peningkatan HPP ini disebabkan oleh naiknya harga pakan juga DOC. “Harga DOC naik sekitar Rp 300 per ekor, menjadi rata-rata Rp 7.200 per ekor. Sedangkan harga pakan naik sekitar Rp 200 per kg, sehingga harga pakan pada (23/12) berkisar Rp 8.000 – 8.200 per kg,” tuturnya.
 
 
Adanya perubahan iklim saat ini dapat mempengaruhi kesehatan broiler. Pada musim hujan, ia melaporkan adanya beberapa kasus yang ditemukan seperti penyakit CRD (Chronic Respiratory Disease) kompleks dan gumboro. Namun, secara umum performa broiler masih baik.
 
 
Menurutnya, harga LB Januari seharusnya relatif baik, karena stok chick in (ayam masuk) pada Desember kurang. “Harapannya kenaikan pada HPP dan pakan dapat ditangani. Kenaikan ini dipicu oleh bahan baku yang cukup signifikan. Mungkin pihak berwenang perlu mengkaji kebijakan yang berjalan, termasuk kebijakan impor,” pintanya.
 
 
Harga Telur Meningkat Drastis
Tak hanya peternak broiler, peningkatan harga produk unggas ini turut dirasakan oleh para peternak layer (ayam petelur). Harga telur pada Desember diakui oleh para peternak layer melambung tinggi secara drastis.
 
 
 
Selengkapnya Baca di Majalah TROBOS Livestock Edisi 268/Januari 2022
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain