Sabtu, 1 Januari 2022

Audy Joinaldy: Sistem Logistik DOC

Audy Joinaldy: Sistem Logistik DOC

Foto: Dok. Pribadi


Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengimplementasikan industri 4.0 pada salah satu sektor utama yaitu industri makanan. Industri perunggasan sebagai bagian dari industri makanan menjadi penyedia pangan protein hewani terbesar yang diperdiksi akan terus meningkat permintaan dan konsumsinya. 
 
Pada proses produksi terdapat bisnis breeding (pembibitan) dan hatchery (penetasan) unggas dengan produk yang dihasilkan yaitu DOC (ayam umur sehari). Dalam rantai pemasaran DOC ini terdapat proses transportasi dari produsen ke konsumen yang merupakan faktor kritis. Adanya peningkatan jarak transportasi akan berbanding lurus dengan peningkatan kematian. 
 
Transportasi memengaruhi penyusutan bobot badan DOC. Penyusutan bobot badan berbanding lurus dengan peningkatan durasi transportasi. Juga bisa menyebabkan penurunan performa pemeliharaan yang berimbas pada kerugian peternak.
 
Merebaknya Covid-19 menyebabkan konsumen semakin menaruh perhatian pada asal sumber bahan pangannya. Di sisi lain, perusahaan ekspedisi DOC belum mampu menjamin keamanan kualitas DOC yang didistribusikan.  
 
Proses transportasi dari perusahaan hatchery menuju kandang pemeliharaan yang merupakan tahap akhir produksi DOC, kurang mendapat perhatian. Padahal kondisi mikroklimat dan cara pengangkutan DOC harus mendapatkan perhatian lebih karena sifatnya yang mudah rusak (perishable). Meskipun hatchery mampu meningkatkan performa produksi telur indukan ayam (breeder) dan persentase penetasannya untuk menghasilkan DOC yang berkualitas, bila tidak
diikuti dengan perbaikan transportasi DOC maka usaha perbaikan produk oleh perusahaan hatchery tidak akan maksimal. 
 
Mayoritas perusahaan hatchery selama ini masih mengandalkan pihak ketiga yaitu jasa ekspedisi dalam mendistribusikan produknya (DOC) ke konsumen (peternak) menggunakan truk pengangkut DOC yang dimodifikasi. Tidak adanya sistem kontrol selama proses transportasi merupakan faktor yang harus diperhatikan untuk memberikan rasa aman dan menjaga kualitas DOC yang diinginkan. Kendala ini merupakan tantangan dalam menjaga kualitas DOC karena perusahaan penetasan diharapkan dapat memasok produk dengan kualitas baik sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Sehingga perlu dibangun sebuah sistem yang mengandung unsur traceability (ketertelusuran) produk, transparansi, dan fleksibel.
 
Salah satu metode yang banyak dikembangkan dalam rantai pasok saat ini yaitu integrasi loT (Internet of Things) & blockchain serta memanfaatkan big data dan analisis cerdas (artificial intelligent) untuk efisiensi operasional logistiknya. Meskipun begitu biaya investasi tinggi namun perbaikan dan inovasi dalam rantai pasok industri pembibitan DOC diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan daya saingnya. 
 
IoT telah banyak digunakan dalam industri logistik dan rantai pasok industri. Saat ini telah hadir berbagai macam solusi berbasis smart-tracking untuk melacak dan memonitor seluruh proses pengiriman barang yang dapat dilihat secara real-time. Adanya teknologi ini mampu membantu
banyak perusahaan mentransformasi sistem logistik dan rantai pasoknya menjadi industri yang didorong oleh data yang membantunya menganalisis data untuk membuat keputusan bisnis yang lebih baik.
 
Sedangkan teknologi blockchain telah terbukti berhasil diterapkan pada komoditas pangan dan bidang keuangan. Blockchain menawarkan manfaat besar dalam pemrosesan dokumen yang lebih mudah, mengidentifikasi produk palsu, dan memfasilitasi keterlacakan barang. Teknologi blockchain telah digunakan untuk mengoperasikan rangkaian IoT pada perusahaan. Penerapan teknologi 4.0 pada kegiatan operasional ini tentu tidak serta merta mudah diterapkan karena tergolong baru dan masih berkembang. Namun, mengingat manfaat yang ditawarkan dalam penerapan teknologi ini pada kegiatan operasional bisnis logistik sangat menjanjikan. Oleh sebab itu, membuat rancang bangun sistem logistik pada rantai pasok bisnis DOC berbasis teknologi 4.0 perlu dilakukan sebagai solusi masalah yang ada.
 
Kondisi Saat Ini
Logistik peternakan merupakan suatu proses yang melibatkan proses perencanaan, implementasi, efisiensi, dan penyimpanan produk, mulai dari kegiatan on-farm hingga sampai kepada konsumen. Transportasi ternak merupakan bagian dari rantai pasok yang terdapat pada rantai sistem logistik peternakan. Keberadaan Indonesia sebagai negara kepulauan berkaitan dengan tingginya waktu dan biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan proses distribusi dan transportasi antar daerah maupun antar pulau. Waktu transportasi yang panjang mengakibatkan stres pada DOC. 
 
Selain itu, masalah yang sering terjadi dalam fase awal pendistribusian (pre loading) adalah ketidaktepatan jumlah dan jenis grade DOC dalam kemasan. Juga kendaraan yang digunakan dalam pengangkutan DOC adalah truk dengan kompartemen yang telah dimodifikasi (tidak sesuai SNI 2044:2011). Adanya keterbatasan waktu pengiriman. Suhu dalam kompartemen truk berfluktuatif, suhu siang dan malam hari masing-masing : 37 °C dan 33,6 °C. Penurunan kualitas DOC seperti mati, lemah, kaki kering, dan kaki terlentang. Pengetahuan sopir tentang handling (penanganan) DOC rendah. Juga kendaraan tidak dilengkapi GPS (Global Positioning System) dan sensor lainnya sehingga sulit memonitor pergerakan barang. 
 
Jika diperinci lagi, masalah mendasar yang terdapat dalam logistik DOC adalah transparansi, ketertelusuran, akuntabilitas, dan fleksibilitas. Oleh karena itu, perlu perbaikan pada proses handling DOC baik ketika dalam fase produksi hingga unloading di kandang pemeliharaan. Juga perbaikan pada material kontainer dengan menggunakan bahan yang menyerap panas paling rendah.
 
Disamping itu, dalam proses logistik perlu memastikan tersedianya teknologi yang mampu mentransmisikan data dalam jaringan sinyal yang lemah. Juga yang tidak kalah penting adalah ketersediaan SDM (Sumber Daya Manusia) yang menguasai teknologi yang ada. Pemerintah bisa berperan dalam meregulasi penerapan dan pengembangan logistik 4.0 ini untuk meningkatkan transparansi hingga keamanan data bagi konsumen.
 
Adopsi Logistik 4.0
Logistik 4.0 sangat memungkinkan penyederhanaan rantai tata niaga industri perunggasan. Hal ini membuat era logistik 4.0 identik dengan istilah smart logistic yaitu smart service dan smart product. Smart logistic adalah sistem logistik, yang dapat meningkatkan fleksibilitas, penyesuaian terhadap perubahan pasar dan akan membuat perusahaan lebih dekat dengan kebutuhan pelanggan. Ini akan memungkinkan untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan, optimalisasi produksi, serta  menurunkan harga penyimpanan dan produksi. 
 
Smart logistic akan berubah sesuai dengan teknologi aktual yang digerakkan. Paradigma baru ini adalah hasil dari peningkatan penggunaan internet yang memungkinkan komunikasi antara satu sama lain, mesin dan manusia secara real time dan penggunaan apa yang dikenal sebagai digitalisasi tingkat lanjut. 
 
Dengan mengadopsi teknologi 4.0 dalam proses logistik DOC akan meminimalisir risiko dalam perjalanan. Adopsi teknologi 4.0 ini akan berpengaruh terhadap ketepatan jumlah dan kualitas DOC, fraud/pencurian, kecelakaan, barang tertukar, serta total risiko dalam perjalanan. 
 
Sebagai contoh, efisiensi pakan pada 7 hari pemeliharaan DOC dipengaruhi oleh waktu kedatangan (unloading) DOC setibanya di kandang. Dari hasil riset, DOC yang dibongkar pada siang hari memiliki efisiensi pakan paling buruk.
 
Adapun stakeholder yang terlibat serta memiliki kepentingan dan pengaruh yang tinggi dalam proses logistik DOC adalah manajemen perusahaan hatchery, pemegang saham, peternak, dan pemilik ekspedisi. Untuk itu, mereka harus memiliki pemahaman yang baik dalam mengadopsi teknologi logistik 4.0 ini. 
 
Jika stakeholder akan mengadopsi teknologi ini maka perlu rancang bangun logistik 4.0 untuk DOC. Proses pengeluaran barang dari gudang DOC, sistem smart-contract, logistics  planner, dan manajemen transportasi adalah faktor-faktor yang sangat penting dalam rancang bangun logistik 4.0 untuk DOC. 
 
Dari hasil riset menunjukkan bahwa biaya pengiriman dengan logistik DOC 4.0 meningkat seiring dengan peningkatan layanan dan perbaikan fasilitas transportasi. Namun dengan penerapan logistik DOC 4.0 dapat menurunkan biaya perawatan kendaraan dan menurunkan risiko logistik. Apalagi sistem logistik 4.0 mampu menciptakan nilai tambah ekonomis dan memiliki potensi keuntungan berbasis nilai (value based). TROBOS 
Dituliskan kembali oleh yopi safari
 
Doktor Manajemen Bisnis IPB University
Ketua Umum Himpunan Alumni Fakultas Peternakan (Hanter) IPB University
Wakil Gubernur Sumatera Barat
 
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain