Sabtu, 1 Januari 2022

Generasi Baru Vaksin Gumboro untuk Layer

Generasi Baru Vaksin Gumboro untuk Layer

Foto: 


Mampu memberikan perlindungan yang aman, lebih dini, dan kuat. Dapat diterapkan baik secara in-Ovo atau pada DOC dengan injeksi subkutan di hatchery. Juga tidak mengganggu respon imun ayam terhadap vaksinasi lain
 
 
Pengantar
Penyakit gumboro (IBD) pertama kali dilaporkan pada broiler (ayam pedaging) & layer (ayam petelur) di Indonesia pada 1991 (Parede et al., 2003) dengan berbagai manifestasi klinis dan patologis. Mortalitas pada ayam pedaging sebesar 25 % dan pada  ayam petelur hingga 60 % bila terinfeksi pada umur muda 3-4 minggu. Vaksin inaktif autogenous dapat mengurangi kematian sebesar 5 – 10 %. Saat ini, penggunaan vaksin live IBD dan in-aktif bersama dengan biosekuriti yang baik memungkinkan peternak untuk dapat lebih mengontrol wabah IBD pada ayam pedaging dan ayam petelur. 
 
 
Fakta bahwa ayam petelur lebih rentan terhadap vvIBDV daripada broiler adalah fenomena yang sudah dikenal di seluruh dunia. Pada 2016, Prof Michael Hariyadi Wibowo dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada melakukan analisis fragment VP2 virus IBD di Indonesia dengan RT-PCR dan menemukan 7 sampel positif IBD dari 11 sampel lapangan. Dari 7 sampel positif, 2 sampel adalah IBDV klasik dan 5 sampel strain vvIBDV Indonesia.
 
 
IBD saat ini mewabah di sebagian besar dunia dan jurnal Prof Michael Hariyadi Wibowo menunjukkan bahwa hal itu juga terjadi di Indonesia. Namun, di Indonesia, dengan praktik biosekuriti dan manajemen yang buruk, bersama dengan challenge Avian Influenza (AI), penyakit tetelo (NDV), dan tantangan penyakit lainnya, membuat upaya pengendalian IBD pada ayam petelur menjadi tugas yang menantang. Meskipun vaksin gumboro diterapkan, baik di hatchery (penetasan) dan/atau di farm (peternakan), di antara para peternak di Indonesia IBDV masih merupakan  masalah yang sangat umum yang berdampak pada kesehatan dan performa ayam petelur.
 
 
PHIVAX MB-1
Untuk membantu mengatasi tantangan gumboro (IBD), Phibro Animal Health Indonesia memperkenalkan generasi baru vaksin IBD, yaitu PHIVAX MB-1. PHIVAX MB-1 adalah virus vaksin live IBD (strain MB) yang diadaptasikan untuk aplikasi secara in-ovo dan injeksi SC pada DOC di hatchery yang mampu memberikan perlindungan yang aman, lebih dini dan kuat terhadap IBD pada ayam pedaging, breeder, & layer. Vaksin dapat diterapkan baik secara in-Ovo pada hari ke 18.5d inkubasi atau pada DOC dengan injeksi subkutan di hatchery. PHIVAX MB-1 tidak akan mengganggu respon imun ayam terhadap vaksinasi lain.
 
 
PHIVAX MB-1 diluncurkan di Indonesia pada Maret 2021, dan untuk mendukung klaim terkait efikasi dan keamanan, Phibro melakukan serangkaian 5 uji coba lapangan di peternakan ayam petelur komersial (250.000 ekor) yang terletak di area dengan tantangan IBD tinggi (high challenge). PHIVAX MB-1 diinjeksikan bersama vaksin marek pada DOC layer di hatchery dengan program vaksinasi lainnya sesuai program lokal baik dengan atau tanpa vaksin gumboro live di farm.
 
 
Parameter yang diamati dalam uji coba adalah adanya gejala klinis & patologis IBD, titer Elisa IBD pada umur 1, 7, 14, 21, 28, 35, dan 42 hari dan PCR dari bursa smear untuk IBD pada umur yang berbeda dari 14 hingga 35 hari, serta PCR dari folikel bulu untuk marek pada umur 28-42 hari. Di beberapa peternakan juga menguji titer ND HI pada usia yang berbeda.
 
 
Hasil
Adanya gejala klinis dan patologis IBD : Tidak ditemukan adanya penyakit IBD di farm dengan challenge IBD tinggi ini. Begitu juga dengan adanya penyakit lain.
 
 
Titer IBD ELISA (BIOCHECH, Lab lokal)
Rata-rata titer MAB IBD yang diturunkan dari induk dalam percobaan ini berkisar antara 5.886 sampai 9.776 dengan kisaran CV 14 – 42 %. Dalam semua percobaan diamati penurunan titer MAB sampai umur 21 hari dan mulainya serokonversi pada umur 28 hari. Seperti terlihat pada Chart 1 di bawah ini. 
 
 
Tes PCR – Sampel Bursa (Kartu FTA, VetMedUni Lab Austria)
Tidak ada deteksi strain lapangan IBD di semua sampel yang diuji. Meskipun tidak dapat melakukan pengambilan sampel pada semua umur di semua farm, namun ditemukan bahwa empat dari lima farm adalah strain MB positif pada umur 21 hari dan satu farm positif terhadap strain MB pada umur 28 hari. Virus serotipe 1 dari vaksin marek juga ditemukan pada umur 28 hari atau 35 hari.
 
 
Titer ND HI (Lab Lokal)
Titer ND pada saat pengamatan konsisten dengan kisaran normal HI titer dan keseragaman (CV).
 
 
Dengan program vaksin sebagai berikut PHIVAX MB-1, Mareks, ND IB live, dan vektor ND di hatchery, dilanjutkan dengan ND live pada umur 21 hari.
 
 
Kesimpulan
PHIVAX MB-1 (dengan atau tanpa tambahan vaksin gumboro live) mampu menghasilkan reaksi kekebalan yang cepat dan kuat terhadap IBD. PHIVAX MB-1, yang diinjeksikan ke DOC ayam petelur komersial tidak mengganggu respon terhadap vaksinasi marek yang diberikan pada saat yang bersamaan. Begitu juga respon terhadap vaksinasi ND.
 
 
Tidak ditemukan adanya indikasi penyakit lain atau masalah lain yang muncul. Hasil ini sejalan dengan temuan Phibro pada jutaan layer yang divaksinasi dengan PHIVAX MB-1 di India, Argentina, dan Vietnam. Hingga hari ini lebih dari satu juta layer telah divaksinasi dengan PHIVAX MB-1 Indonesia. TROBOS/Adv
 
 
Penulis :
Dr. Udi Ashash, Director, Technical Service Global Vaccine Phibro Animal Health Corporation
drh. Setia Hadi, Technical Sales Manager Phibro Animal Health Indonesia
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain