Sabtu, 1 Januari 2022

Pengabdian 33 Tahun KJUB Puspetasari untuk Peternakan Indonesia

Pengabdian 33 Tahun KJUB Puspetasari untuk Peternakan Indonesia

Foto: 


Pertumbuhan bisnis Puspetasari tembus angka 18 % pertahun dengan omzet pakan tahun ini mencapai 44.000 ton, untuk semua jenis pakan
 
 
Kabut tipis sisa hujan semalam masih menggelayut di Jl Raya Stasiun Ceper, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Minggu pagi 28 November 2021. Halaman pabrik pakan ternak Nutrifeed itu menghangat disorot kekuningan sinar matahari dari balik atap feedmill (pabrik pakan) yang menjulang. Aroma manis khas tetes tebu dari gudang menemani wajah sumringah para karyawan yang berbaris untuk bersenam gembira. Tidak hanya karyawan pusat yang datang kali ini, namun juga karyawan dari Pabrik Makanan Ternak (PMT) Nutrifeed di daerah. Di samping panggung deretan doorprize dari para sponsor berupa 10 unit sepeda gunung, beberapa LED TV, kulkas dan belasan hadiah lain.
 
 
Direktur Utama KJUB Puspetasari, Ruslan Rosidi menyatakan Pekan Puspeta Berkah dilaksanakan sepekan penuh, diawali dengan ziarah perintis KJUB
Puspetasari dan bersilaturahmi dengan keluarganya. Penyaluran bantuan untuk lembaga sosial diantaranya pondok pesantren, panti asuhan yatim, santunan kepada kaum dhuafa, dan yayasan sosial Kristen. Penghargaan khusus diberikan kepada agen dan peternak pelanggan Nutrifeed yang loyal serta berprestasi, yaitu Darmaji dan Aris Dwi. Aris dikenal sebagai pelanggan loyal yang memelihara sapi kualitas premium berbobot di atas 1 ton/ekor, dan mulai memasar kan Nutrifeed. “Apresiasi itu diberikan  sambil touring pengurus dan karyawan ke Yogyakarta,” tuturnya.
 
 
Puncak acara Pekan Puspeta Berkah ini diisi dengan senam pagi dan festival kreasi karyawan antar divisi di sela acara hiburan. Seremoni potong tumpeng dilakukan oleh Joko Purnomo, Ketua Pengurus KJUB Puspetasari. Diserahkan pula penghargaan kepada karyawan­karyawan berprestasi, diantaranya berupa surat keputusan promosi jabatan. Bahkan, bagai acara dies natalis di kampuskampus, para “alumni” KJUB Puspetasari juga diundang dan diberikan mimbar
sambutan. “Alumni” adalah sebutan unik bagi para mantan karyawan Puspetasari.
 
 
Kegembiraan sepanjang hari itu ditutup dengan pengajian akbar yang diikuti oleh seluruh pengurus, karyawan, warga dan pejabat pemerintah setempat, menghadirkan KH Abdul Wahid ­ Pengasuh Ponpes Miftah Nurul Huda Magetan, Jawa Timur. “Pada kesempatan itu, diserahkan secara simbolis beasiswa untuk 150 putra putri karyawan. Diumumkan pula 10 karyawan yang dibiayai ibadah umroh,” ungkap Ruslan yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Klaten ini. Beasiswa itu senilai Rp 1.250.000 untuk mahasiswa, Rp 1.000.000 untuk siswa SLTA, Rp 750 ribu untuk siswa SMP dan Rp 500 ribu untuk siswa SD.
 
 
Perkembangan Bisnis
Direktur Operasional KJUB Puspetasari, Satrini Prihandika Handayani menuturkan, KJUB Puspetasari berstatus koperasi sekunder secara resmi sejak
1988, beranggotakan 9 anggota koperasi primer yaitu KUD Karangnongko, KUD Kemalang, KUD Manisrenggo, KUD Pedan, KUD Jatinom, Primkopti Pedan, KPRI Ngesti Rahayu, Kopkar Kusuma dan KSP Sendang Puspeta Mandiri.
 
 
Dijelaskannya, core business KJUB  Puspetasari adalah produksi pakan ternak, terutama pakan sapi potong dan sapi perah. “Mulai 2020, kami produksi pakan pedet dan Nutribran, pakan berbasis wheat bran yang diberi tambahan bahan pakan lain, sehingga meningkat nilai nutrisinya. Selain itu pakan kambingdomba juga menyusul dipasarkan pada 2022,” kata wanita yang akrab disapa Rini ini.
 
 
Puspetasari mengoperasikan 5 unit pabrik makanan ternak (PMT) Nutrifeed yang berada di kantor pusat Ceper, Jatinom, Magetan, Probolinggo, dan yang terbaru di Cirebon. “PMT Unit Cirebon sudah siap berproduksi, Desember 2021 ini diujicoba operasi. Diharapkan Januari 2022 sudah dapat berproduksi,” ujar dia.
 
 
Nutrifeed yang mengusung tagline “Nutrifeed Pakan Ternak Andalan, Nutrifeed Sukses Bersama Peternak Indonesia” ini telah memiliki 20 agen resmi yang tersebar di seluruh pulau Jawa. . Ruslan menyatakan pertumbuhan bisnis Puspetasari tembus angka 18 % pertahun. Omzet pakan tahun ini mencapai 44.000 ton, untuk semua jenis pakan. Pandemi Covid­19 bukan halangan bagi Nutrifeed ­ KJUB Puspetasari untuk berkembang. “Kita galakkan promosi, rekrut marketing yang handal, produk selalu ditingkatkan kualitasnya,” tandasnya.
 
 
Rini menambahkan, salah satu metode mempertahankan penjualan pakan pada awal pandemi, Nutrifeed memberikan voucher belanja pakan untuk peternak. Hasilnya, bukan hanya bertahan, omzet justru meningkat. Bahkan saat banyak perusahaan mengurangi karyawan, Nutrifeed justru menambah karyawan dan membuka PMT baru.
 
 
Ruslan mengatakan, di luar core business Nutrifeed, KJUB Puspetasari juga mengoperasikan unit pendingin susu berkapasitas 3.500 – 4.000 liter untuk menampung susu dari 80 peternak sapi perah yang dibinanya. Dua tahun belakangan, Puspetasari juga merambah ke bisnis kemitraan sapi potong, dengan populasi 300 ekor sapi. Stok biasanya ditambah menjelang Idul Adha. “Nisbah bagi hasilnya dihitung dari margin kotor, 75 % untuk peternak dan 25 % untuk koperasi. Peternak menyediakan hijauan, pakan konsentrat dibeli dari Puspetasari,” urai dia.
 
 
Menurut Ruslan, Puspetasari juga mengoperasikan pabrik feed additive sendiri, bekerjasama dengan 2 perusahaan di Jawa Barat dan Solo. “Awalnya kita membeli feed additive dari luar, tetapi ternyata lebih efisien memproduksi sendiri,” ujar dia. Tiga produk andalannya adalah NutriBio Mixpro (imbuhan pakan organik untuk meningkatkan keseimbangan nutrisi ternak), Sari Mineral Mix (campuran mineral dan vitamin lengkap untuk ruminansia), dan Probiosari (probiotik dengan suplementasi herbal untuk ruminansia).
 
 
Kata Mereka
Indi Kuswiyono dari Bank BNI Kantor Cabang Utama BNI Klaten, sebagai sponsor puncak acara Pekan Puspeta Berkah dia menyatakan apresiasi atas perkembangan bisnis KJUB Puspetasari, yang pada saat pandemi tetap mampu bertahan bahkan berkembang antara 15 – 20 %. “Ulang tahun ke­33 ini semoga
selalu diberikan kemudahan menuntaskan karya. Kedisiplinan dan kolaborasi antar karyawan terlihat terasa sekali di sini, dan itu menjadi kunci sukses. Kami berharap kerjasama akan terjalin lebih erat.
 
 
Transaksi keuangan melalui BNI dapat berjalan semakin cepat, semakin besar volumenya, dan berkembang meng ikuti perkembangan distribusi produk Puspetasari,” ujarnya berharap. Peternak yang juga merangkap agen Nutrifeed dari Kecamatan Nogosari kab Boyolali, Widhy Hartanto mengatakan
perkembangan pasar Nutrifeed sangat pesat. Pada 2007 dia hanya mampu menjual 1 – 2 ton pakan setiap pekan dengan jumlah pengecer yang dia pasok hanya 10 toko. Saat ini rata­rata penjualan pakan mencapai 5 – 7 ton setiap pekan, dengan pengecer sejumlah 50 – 65 toko. “Saya juga memelihara 11 ekor sapi, dengan pakan Nutrifeed­133 bisa mencapai 1 – 1,5 kg ADG­nya. memang pakan Nutrifeed ini bagus sekali untuk sapi. Padahal harganya relatif lebih miring daripada pakan semacam wheat bran atau polard,” dia me nguraikan. Dia pun berharap agar kualitas Nutrifeed dipertahankan  bahkan ditingkatkan, dengan tetap menjaga harga agar tetap bersaing.
 
 
Sertiikasi
“Kita ditunjuk oleh pemerintah,  menyediakan pakan ternak untuk  program desa korporasi, yang tersebar di 8 provinsi. Diantaranya Aceh, Solok (Sumatera Barat), Banyuasin (Sumatera Selatan), Cianjur (Jawa Barat), Boyolali (Jawa Tengah), Kediri (Jawa Timur),  Penajam Paser Utara / PPU (Kalimantan Timur) dan Morowali (Sulawesi Selatan). Mereka membeli pakan dari kita,” ungkap Ruslan.
 
 
Diterangkan Rini, pemerintah dan penerima program desa korporasi mempercayakan suplai pakan ternak kepada Nutrifeed karena telah sesuai dengan SNI Pakan ternak, memiliki Nomor Pendaftaran Pakan (NPP) dan sertiikasi Cara Pembuatan Pakan yang Baik (CPPB) dari Kementerian Pertanian. Selain itu, pada
Juli 2021 juga telah melalui uji Tingkat Koeisien Dalam Negeri (TKDN ) oleh Sucoindo dengan nilai 71,40 %.
 
 
Sertifikasi itu diakuinya menjadi modal dasar untuk mendapatkan kepercayaan peternak. Namun dia pun menandaskan, harus didukung dengan konsistensi kualitas pakan agar tetap dipercaya konsumen. “Contohnya, untuk menjaga kualitas suplai bahan baku pakan kita tidak mengenal retraksi, atau penalti harga beli ketika bahan baku yang disetorkan supplier berada di bawah standar. Kita langsung tolak saja, karena akan beresiko menurunkan
kualitas produk Nutrifeed,” tegas dia. TROBOS/Adv
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain