Rabu, 5 Januari 2022

Integrated Farming System pada Penggemukan Sapi di Kutai Kertanegara

Integrated Farming System pada Penggemukan Sapi di Kutai Kertanegara

Foto: dok.istimewa


Kutai Kartanegara (TROBOSLIVESTOCK.COM). Koperasi Produsen Ternak Berkah Salama Jaya – Kutai Kertanegara memiliki usaha penggemukan sapi potong yang diintegrasikan dengan tanaman jagung, singkong dan rumput gajah.

 

Usaha penggemukan sapi terpadu dengan tanaman pangan dinilai lebih efisien sehingga lebih prospektif, sebab limbah pertanian bisa untuk pakan ternak. Kotoran ternak kembali digunakan sebagai pupuk organik guna memupuk jagung dan rumput.

 

IntegratedFarming System (IFS) yang dikembangkan Kelompok Tani Koperasi Produsen Ternak Berkah Salama Jaya Bendang Raya, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) diapresiasi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).

 

Hal ini terungkap dalam kegiatan peletakan batu pertama atas pembangunan kandang sapi, penanaman jagung, singkong dan rumput gajah serta penandatanganan program IFS, di Halaman Kantor Desa Bendang Raya, pada Selasa lalu (28/12/21).

 

Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi mengaku bangga melihat antusiasme dan semangat masyarakat Desa Bendang Raya, Kecamatan Tenggarong, Kukar untuk menjadi petani dan peternak di saat ini.

 

“Sungguh, saya merasa bangga melihat Bapak, Ibu dan Saudara semuanya, yang masih bersemangat ingin menjadi petani maupun peternak di masa sekarang. Sementara di Jawa, sekarang banyak petani yang beralih profesi,” kata dia.

 

Ia pun menyatakan rasa gembiranya, atas inisiatif Koperasi Produsen Ternak Berkah Salama Jaya melakukan program IFS di desa yang terletak sekitar 18 kilometer (km) dari Tenggarong. Hadi mengaku, program ini selaras dengan program Pemprov Kaltim, guna mewujudkan kedaulatan pangan.

 

“Harapan kita, program IFS ini akan meningkatkan produksi pertanian dan peternakan, serta petani lebih sejahtera dan makmur. Dengan menumbuhkan rasa cinta dalam pekerjaan, akan memudahkan pekerjaan. Bekerjalah dengan cinta, maka akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” ujar Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi.

 

Dalam kegiatan tersebut, Hadi melakukan peletakan batu pertama pembangunan kandang sapi, penanaman rumput gajah dan singkong, sekaligus penyemaian bibit jagung menggunakan alat modern.

 

Pada momen yang sama, Ketua Koperasi Produsen Ternak Berkah Salama Jaya, Suparlan mengungkapkan IFS merupakan sistem usaha peternakan yang terintegrasi dengan pertanian. Selama ini, peternakan yang dilakukan petani, hanya merupakan usaha sampingan saja.

 

“Dengan IFS ini, peternakan akan bisa lebih maksimal dan berimbas pada kesejahteraan petani. Kini di Desa Bendang Raya, terdapat 22 kelompok tani dengan pola 1 kelompok akan mengelola sebanyak 50 ekor sapi yang terintegrasi dengan lahan seluas 2 hektar (Ha), yang ditanami rumput gajah, 3 Ha untuk jagung. Sementara untuk lahan 5 Ha, akan ditanami singkong,” sebut Suparlan.ed/bella

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain