Senin, 10 Januari 2022

Termografi Inframerah Gantikan Penilaian/Pengukuran Invasif pada Kambing Perah

Termografi Inframerah Gantikan Penilaian/Pengukuran Invasif pada Kambing Perah

Foto: dok.istimewa


Bogor (TROBOSLIVESTOCK.COM). Sinar Inframerahmemiliki karakterbisa berinteraksi dengan material sehingga objek yang dipapar dapat memberikan respon spesifik, seperti sidik jari.

 

Karakter itu dapat dimanfaatkan untuk merunut data-data spesifik secara cepat, diantaranya kondisi fisiologis, produksi dan reproduksi kambing perah.

 

Metode baru dengan bantuan sinar infra merah itu, menurut peneliti Puslitbangnak, Fitra Aji Pamungkas beberapa waktu lalu ,akan jauh lebih akurat untuk menilai parameter fisiologis, produksi, dan reproduksi khususnya pada kambing perah daripada cara lama yang menggunakan metode invasif.

 

“Seperti pada pengukuran suhu rektal, pernapasan, denyut jantung, parameter hematologis, deteksi mastitis, maupun deteksi birahi. Metode invasif menunjukkan hasil yang kurang akurat, karena respons anxiogenik prosedur itu sendiri, sehingga menyulitkan dalam hal menginterpretasikan hasil,” ungkap..

 

Metode invasif, Fitra mengimbuhkan,juga bersifat subjektif, membutuhkan waktu dan tenaga sertaada kekhawatiran tidak memperhatikan kesejahteraan ternak. Sehingga,penggunaan termografi inframerah menjadi salah satu solusi alternatif yang bisa digunakan, terlebihdi era revolusi industri4.0.Termografi Inframerah(IRT) ialahmetode penginderaan non-invasif yang digunakan dalam mengukur perubahan transfer panas dan aliran darah melalui deteksi perubahan temperatur tubuh.

 

Setiap bagian tubuh ternak memancarkan jumlah radiasi panas dalam bentuk inframerah yang dapat dikenali spektrumnya. Perbedaan pita spektrum itu diinterpretasikan melalui peta termal dengan perbedaan warna yang dihasilkan. Hasil penginderaan yang diperoleh dengan alat termografi inframerah, memungkinkan dilakukannya pengamatan langsung distribusi temperatur pada suatu objek. Sehingga,informasi tersebut sangatlah membantu dalam monitoring parameter fisiologis, produksi, maupun reproduksi ternak.

 

“Aplikasi termografi inframerah dapat dijadikan solusi alternatif di era revolusi industri 4.0 untuk menggantikan hasil pengukuran invasif yang selama ini digunakan dalam penentuan kondisi fisiologis, produksi, dan reproduksi terutama pada kambing perah,”cetus Fitra.ed/bella

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain