Kamis, 13 Januari 2022

CPI & Unpad Kerjasama Tingkatkan Kualitas SDM Peternakan

CPI & Unpad Kerjasama Tingkatkan Kualitas SDM Peternakan

Foto: Dok. TROBOS Ramdan


Komitmen PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bidang peternakan di tanah air dengan bersinergi bersama seluruh stakeholder, terutama perguruan tinggi semakin besar. Kali ini, Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran (Unpad), Jawa Barat. 
 
 
“Unpad merupakan perguruan tinggi yang ke-13, sebagai upaya CPI mendukung perguruan tinggi di Indonesia dalam membangun SDM yang unggul terutama di sektor perunggasan dengan menyediakan fasilitas serta pengalaman yang dapat menunjang program pembelajaran maupun penelitian,” ungkap Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk Dr. (HC) Thomas Effendy, SE., MBA dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Ceremonial Ground Breaking Entrepreneurship Teaching Center (ETC) dan pembangunan Closed House (kandang tertutup) di Jatinangor, Kabupaten Sumedang (13/02).
 
 
Lanjutnya, dengan Unpad ini terdapat 2 fokus kerja sama yang dilakukan yaitu, pembangunan closed house modern dengan kapasitas populasi 20.000 ekor dan pengembangan ETC. “Kerja sama ETC di Unpad berupa silabus, yang akan diterapkan dalam kelas perkuliahan. Nantinya diharapkan mahasiswa telah mempunyai jiwa-jiwa kewirausahaan,” jelas pria yang juga sebagai Ketua Umum Charoen Pokphand Indonesia Foundation ini. 
 
 
Dekan Fakultas Peternakan, Unpad, Dr. Ir. Rahmat Hidayat, S.Pt., M.Si. IPM mengatakan kerjasama ini meliputi hibah pembangunan closed house dari PT. Charoen Pokphand Indonesia senilai Rp 2.235.000.000 dan pengembangan ETC. Closed House dan ETC ini merupakan bagian dari rencana besar Fakultas Peternakan untuk pengembangan Laboratorium Lapangan dalam berbagai komoditas dan bidang ilmu peternakan yang terintegrasi dalam suatu System Sustainable Livestock Techno Park (SLTP). Khusus untuk komoditas unggas ini akan dikembangkan secara terintegrasi melalui From Breeding to Processing.
 
 
“Artinya mulai dari budidaya dalam system closed house, revitalisasi dan pengembangan Rumah Potong Ayam, Fresh Mart Padjadjaran  yang menyediakan produk produk ternak sampai ke makanan siap saji (Padjadjaran Fried Chicken).
 
 
Rahmat memaparkan dasar pemikiran pengembangan komoditas unggas ini diantaranya, bidang perunggasan termasuk salah satu cabang ilmu yang menjadi prioritas, dimana Fapet telah memiliki SDM dosen yang cukup. Mulai aspek budidaya ternak unggas, pakan unggas, pengolahan hasil ternak dan bisnis perunggasan. Lalu, minat mahasiswa sangat tinggi karena banyak aspek yang dapat diteliti (terutama bagi tugas akhir), serta membangun kompetensi. Selain itu, industri perunggasan, terutama broiler (ayam potong) menjadi industri peternakan yang terbesar di dalam menyerap sarjana peternakan. “Data menunjukkan bahwa ± 20 % dari lulusan Fapet UNPAD terserap di dalam industri ini sebagai talenta manajerial di berbagai perusahaan ayam potong,” urainya.
 
 
Sementara Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., M.SIE., Rektor Universitas Padjadjaran menyampaikan bangga bisa bekerja sama dengan CPI yang merupakan perusahaan terintegrasi dan turut serta dalam pembangunan nasional. Selain itu, dengan kerjasama ini PT CPI akan terus bisa berkembang bersama dengan stakeholders-nya, salah satunya dengan Unpad. “Langkah dari CPI ini untuk turut membangun SDM peternakan, khususnya perunggasan,” cetusnya.ramdan
 
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain