Selasa, 18 Januari 2022

Pengendalian Anjing Liar Tetap "Berperikehewanan"

Pengendalian Anjing Liar Tetap

Foto: dok.istimewa


Mataram (TROBOSLIVESTOCK.COM). Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)membantahkabar yang berhembusbahwa pengendalian anjing liar di kawasan Mandalika dilakukan secara buruk., melalui siaran pers padaJumat (14/1).

 

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB,Khairul Akbar menjelaskan pengendalian anjing liar di kawasan Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) ditujukan untuk menekan penyebaran penyakit rabies. Rabies sendiri merupakan virus mematikan yang menyebar ke manusia melalui air liur atau saliva hewan yang telah terinfeksi. Umumnya, rabies ditularkan melalui gigitan hewan, dan hewan yang menyebarkan penyakit rabies ialah anjing, kelelawar, rubah, sigung dan rakun.

 

Khairul pin  dengan tegas membantah bahwa pengendalian anjing liar di Kawasan Mandalika oleh Dinas Nakeswan dilakukan secara brutal.

 

Ia menuturkan,terkait pengendalian anjing liar yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Nakeswan di Mandalika, telah sesuai prosedur dan tidak ada unsur kekerasan di dalamnya.

 

“Pemberantasan anjing liar yang dimaksud,yaitupenyakit anjing gila atau rabies. Tapi dalam pelaksanaannya dilakukan dengan berperikehewanan, tidak ada istilah pembantaian seperti dipukul dan dihajar,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Khairulmenyatakansecara keilmuan, anjing-anjing yang terkena penyakit rabies memang harus diberantas dan dieliminasi. Hal inisupayasuatu daerah terhindar dan aman dari penyakit anjing gila.

 

“Seperti yang diketahui, Provinsi NTB masuk dalam status Waspada Rabiesdan mengingat dalam waktu dekat akan menyelenggarakan 4 ajang balap internasional. Sehingga,langkah pengendalian tersebut dilakukan oleh Pemerintah Provinsi dengan tujuan mengamankan daerah NTB dari penyakit anjing gila,” imbuhnya.

 

Selain itu, Khairulpunmengklarifikasi bahwa foto-foto pemberantasan anjing yang beredar selama ini bukanlah di Kawasan Mandalika, melainkan di Kota Karachi, Pakistan. Foto-foto tersebut diambil dari Channel YouTube Nyoooz TV dengan judul Over 700 Stray Dogs Poisoned in Pak’s Karachi.

 

“Fotonya juga bukan di Lombok, di NTB tidak ada bajaj. Itu adalah daerah lain, bisa dicek lagi kebenarannya,” tandas Khairul.ed/bella

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain