Jumat, 21 Januari 2022

Persusuan Global, Mengejar Status Karbon Netral pada 2050

Persusuan Global, Mengejar Status Karbon Netral pada 2050

Foto: ist/dok.IFCN


Jerman (TROBOSLIVESTOCK.COM). Paradigma karbon netral untuk menyeimbangkan antara produksi karbon dan penyerapan karbon pada produksi susu segar menjadi isu penting organisasi persusuan dunia, terlebih telah disepakati harus tercapai pada 2050.

 

Hal itu terungkap pada International Farm Comparison Network (IFCN) Dairy Research Network bertajuk ‘Persusuan Digital: Bagaimana Merancang Dunia Persusuan Masa Depan?’ yang dilaksanakan secara virtual pada beberapa waktu lalu.

 

Pada kesempatan tersebut Presiden International Dairy Federation (IDF), Piercristiano Brazzale menyatakan produksidan konsumsi berkelanjutan harus didekati secara holistik. Jejak karbon (carbon footprint) adalah salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam kehidupan suatu produk.

 

“Menurut FAO (Food and Agriculture Organization), sektor susu menciptakan 2,7% dari total emisi GRK (gas rumah kaca)antropogenik, rata-rata 2,2 kilogram (kg)CO2eq per kg susu yang diproduksi,” papar dia.

 

Adapun emisi GRK bervariasi, mulai dari 1 hingga 7,5 kg/COq., sehingga sangat beragam.Potensi peningkatan yang besar guna mengurangi dampak lingkungan dari produksi susu.

 

“Berdasarkan Perjanjian Paris (Paris Agreement), netralisasi karbon merupakan keseimbangan antara emisi dan penyerapan. Karbon penyerap alami menghilangkan antara 9,5-11 GT (gigaton) COper tahun. Emisi COglobal tahunan pada 2019 38 GT, kita perlu bertindak segera,” tegas Piercristiano.

 

Diketahui bahwa emisi gas rumah kaca global menurut sektor ekonomi, mulai dari yang terbesar hingga terkecil yaitu produksi listrik dan panas (25 %), pertanian, kehutanan, dan penggunaan lahan lainnya (24%), industri (21%), transportasi (14%), energi lainnya (10%), dan bangunan (6 %).

 

Piercristiano mengutarakan, seberapa penting netralitas karbon untuk sektor perusahaan? “Banyak perusahaan yang telah membuat komitmen untuk mencapai emisi bersih nol GRK. Konsumen juga meminta produk dengan memperhatikan lingkungan. Organisasi internasional, seperti FAO, pun telah mempromosikan konsumsi produk dengan dampak rendah karbon,” sebutnya.

 

Ia mengaku, FIL-IDF bekerja keras pada topik lingkungan dan mempromosikan pengetahuan yang ada dan peluang inovatif.IDFterlibat dalam netzerodan pathways menuju inisiatif susu rendah karbon.

 

IDF pun sedang merevisi metodologi Life Cycle Assessment (LCA), merevisi dan melakukan pembaharuan pedoman metodologi carbon footprinted/bella

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain