Selasa, 1 Pebruari 2022

Aplikasi Termografi Inframerah untuk Kambing Perah

Aplikasi Termografi Inframerah untuk Kambing Perah

Foto: Istimewa


Hasil penginderaan memungkinkan dilakukannya pengamatan langsung pada distribusi temperatur pada suatu obyek, sehingga informasi tersebut sangatlah membantu dalam monitoring parameter fisiologis, produksi, maupun reproduksi ternak
 
 
Berbagai inovasi teknologi di bidang peternakan terus bergulir, guna memudahkan peternak dalam melakukan budidaya serta ternak yang dipelihara dapat berproduksi dengan optimal. Kenyamanan dan kemudahan yang dirasakan peternak maupun ternaknya, juga menjadi kunci dalam keberhasilan suatu usaha peternakan. Terlebih dengan persoalan animal welfare atau kesejahteraan hewan, yang tidak dapat diabaikan begitu saja pada budidaya ternak.
 
 
Seperti studi yang dilakukan oleh Peneliti Ahli Madya (Fisiologi & Reproduksi Ternak) di Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak), Fitra Aji Pamungkas tentang kegunaan Termografi Inframerah atau Infrared Thermography (IRT) di Era Revolusi Industri 4.0 dalam Penentu Kondisi Fisologis, Produksi dan Reproduksi Kambing Perah. Menurutnya, selama ini produktivitas penilaian ternak, baik fisiologis, produksi dan reproduksi itu umumnya menggunakan metode invasif. Metode tersebut merupakan metode yang ada kontak langsung dengan ternak.
 
 
Metode invasif, di antaranya pengukuran suhu rektal, pernapasan, denyut jantung, parameter hematologis, deteksi mastitis, maupun deteksi birahi. Kendati demikian, Fitra menilai,  metode invasif menunjukkan hasil yang kurang akurat, sebab respons anxiogenik prosedur itu sendiri, sehingga menyulitkan dalam hal menginterpretasikan hasil.
 
 
“Metode ini memiliki kelemahan, yaitu hasilnya kurang akurat, bersifat subyektif, butuh waktu dan tenaga, serta adanya kekhawatiran tidak memperhatikan kesejahteraan ternak. Dalam beberapa metode invasif yang selama ini dilakukan, misalnya dalam pengukuran suhu vagina atau rektal kita perlu mengangkat kambingnya, lalu memasukkan termometer rektal itu ke dalam rektumnya. Begitu juga untuk pengambilan sampel darah, kambingnya perlu ditangkap, kemudian kita ambil darahnya begitu pula untuk denyut jantung,” jabar Fitra.
 
 
Sementara itu, ia melanjutkan, untuk deteksi birahi ada juga penggunaan draminski estrus detector, sehingga kambingnya ditangkap lalu alatnya dimasukkan melalui vaginanya. Semua ini dilakukan dengan cara kontak langsung, dan ada kekhawatiran mengenai animal welfare tadi, sehingga perlu solusi alternatif, salah satunya yaitu termografi inframerah. Kelebihannya ialah mudah dan cepat sehingga waktunya lebih efisien, dengan demikian kambingnya tidak perlu susah-payah untuk ditangkap, kemudian efisiensi tenaga kerja dimana tidak perlu tenaga kerja untuk menangkap, serta tidak ada kontak dengan ternak. 
 
 
Termografi Inframerah (IRT)
Termografi inframerah atau IRT merupakan metode penginderaan non-invasif yang digunakan dalam mengukur perubahan transfer panas dan aliran darah melalui deteksi perubahan temperatur tubuh. Setiap bagian tubuh ternak memancarkan jumlah radiasi panas dalam bentuk inframerah, berupa spektrum elektromagnetik yang berbeda dan diinterpretasikan dalam sebuah peta termal dengan perbedaan warna yang dihasilkan. 
 
 
Hasil penginderaan yang diperoleh dengan alat termografi inframerah, memungkinkan dilakukannya pengamatan langsung pada distribusi temperatur pada suatu obyek. Sehingga, informasi tersebut sangatlah membantu dalam monitoring parameter fisiologis, produksi, maupun reproduksi ternak.
 
 
“Prinsip dari termografi inframerah yakni bagian tubuh memancarkan radiasi panas dalam bentuk inframerah, kemudian alat termografi ini akan mengintrepretasikan dalam bentuk peta termal dengan perbedaan warna. Beberapa aplikasi termografi inframerah yang umum digunakan selama ini, misalnya di kendaraan seperti pesawat terbang. Pesawat terbang setelah landing (mendarat), pasti akan dicek dengan menggunakan termografi inframerah untuk mengetahui bagian mana dari pesawat tersebut yang kemungkinan overheat,” sebut Fitra.
 
 
 Kemudian, termografi inframerah juga digunakan di gedung atau perkantoran maupun apartemen, yng berguna untuk medeteksi bagian mana dari gedung tersebut yang berpotensi mengakibatkan terjadinya kebakaran. Selanjutnya di saat pandemi Covid-19 (coronavirus disease 2019), alat ini banyak sekali digunakan  untuk medeteksi individu yang kemungkinan besar mengalami demam tinggi dan terinfeksi virus corona.
 
 
Selengkapnya Baca di Majalah TROBOS Livestock Edisi 269/Februari 2022
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain