Jumat, 1 April 2022

Menyelamatkan Persapian

Data menunjukkan, populasi sapi potong di tanah air sebanyak 18,05 juta ekor yang terdiri dari jantan sebanyak 5,76 juta ekor (31,85 %) dan betina 12,3 juta (68,15 %). Dari angka itu, potensi sapi yang siap dipotong guna memenuhi kebutuhan daging sapi nasional sejumlah 2 juta ekor yang terdiri dari jantan sebanyak 648,2 ribu ekor dan betina 406,5 ribu ekor. Angka itu setara dengan jumlah 367 ribu ton daging segar.
 
Saat ini populasi sapi potong terbanyak berada di Jawa Timur yakni 4,8 juta ekor, disusul Jawa Tengah 1,8 juta ekor, Nusa Tenggara Barat 1,2 juta ekor, Sulawesi Selatan 1,4 juta ekor serta Nusa Tenggara Timur 1,1 juta ekor. Sementara kebutuhan daging sapi/kerbau pada 2022 sebanyak 706 ribu ton dengan kemampuan produksi dalam negeri diproyeksikan 436 ribu ton diikuti stok awal tahun yakni 62,4 ribu ton. Pemerintah mengakui angka tersebut masih di bawah dari kebutuhan secara nasional. Di sisi lain, pemerintah juga menargetkan stok akhir tahun sebesar 58,8 ribu ton. Sehingga angka impor pada 2022 yakni 266 ribu ton,” ucap Makmun. 
 
Guna memenuhi kebutuhan konsumsi di dalam negeri, pelaku industri sapi potong di tanah air melakukan importasi sapi hidup yang saat ini hanya berasal dari Australia. Persoalannya, Australia melakukan pembatasan ekspor sapi hidup akibat dampak kekeringan dan banjir 3 tahun yang lalu. Imbasnya, realisasi impor Indonesia pada 2021 untuk sapi hidup dari Australia juga mengalami penurunan sebesar 12 % dibanding 2020. Pada 2020 realisasi impor sapi Indonesia sebanyak 463,8 ribu ekor dan di 2021 tercatat sejumlah 406,7 ribu ekor. Kondisi ini pun mendongkrak harga sapi bakalan yang sampai ke kandang feedlotter bisa mencapai Rp 66 – 67 ribu per kg hidup. Harga yang tidak lagi ekonomis untuk program penggemukan.
 
Tuntutan mendesak untuk mencari alternatif negara eksportir sapi selain Australia pun mengemuka. Negara yang saat ini punya potensi untuk bisa menjadi alternatif supply sapi bakalan adalah Meksiko dan Brazil. Meksiko memiliki jenis sapi tropis yang sesuai dengan alam Indonesia, menjadi salah satu negara pengekspor sapi potong ke beberapa negara di dunia, serta secara kesehatan ternak sebagai negara yang bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK). 
 
Sedangkan Brazil berdasarkan hasil sidang OIE (The World Organization for Animal Health) pada 27 Mei 2021 telah mengakui status bebas PMK tanpa vaksinasi untuk 6 (enam) negara bagian Brazil yaitu Parana (PR), Rio Grande do Sul (RS), Acre (AC), Rondonia (RO), Parts of Amazon (AM), dan Mato Grosso (MT). Adapun populasi ternak sapi di 6 negara bagian tersebut tercatat sebanyak 40 juta ekor atau 20 % dari total populasi federasi republik Brazil.
 
 
 

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Livestock Edisi 271/April 2022

 

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Livestock Edisi 271/April 2022

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain