Jumat, 1 April 2022

Strategi Meredam Gejolak Harga Daging

Strategi Meredam Gejolak Harga Daging

Foto: Istimewa


Importasi daging sapi/kerbau menjadi jurus pamungkas pemerintah guna mengantisipasi lonjakan harga menjelang HBKN. Perlu pengawasan harga yang ketat di lapangan agar tidak mengancam gairah peternak untuk beternak
 
Guna mengantisipasi lonjakan harga daging sapi/kerbau pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) serta untuk menyeimbangkan supply (pasokan) dan demand (permintaan) tahun ini pemerintah telah menerbitkan 58 perizinan impor (PI) untuk pemenuhan konsumsi daging sapi/kerbau dengan total alokasi sebesar 694 ribu ton. Adapun rinciannya, 3 PI kepada Bulog terkait impor daging kerbau beku sebanyak 100 ribu ton, lalu 1 PI kepada Berdikari (Persero) untuk mengimpor daging sapi beku sebanyak 20 ribu ton, serta 54 PI kepada pihak swasta sebesar 574 ribu ton.
 
Kasubdit Barang Konsumsi Direktorat Impor Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Karsan saat mengikuti Rapat Koordinasi Pasokan dan Harga Daging Sapi/Kerbau pada Selasa (22/3) menjelaskan, per Senin (21/3), realisasi impor daging sapi/kerbau oleh pihak swasta baru menyentuh di angka 32,2 ribu ton. Sementara Bulog baru terealisasi yakni 14,8 ribu ton. Bahkan Berdikari belum sama sekali melakukan penugasan tersebut. Sementara pada 2022, sebanyak 344,5 ribu ekor sapi bakalan akan diimpor. 
 
"Ada 17 PI sapi bakalan kepada perusahaan swasta yang telah kami terbitkan sedangkan realisasinya masih sekitar 2,4 ribu ekor. Adapun alokasi untuk kerbau bakalan yakni 20 ribu ekor yang diimpor sepanjang 2022 namun realisasinya belum ada sama sekali. Saya mengingatkan bagi pihak yang telah mendapatkan PI untuk segera merealisasikannya. Agar stabilitas harga daging sapi/kerbau pada saat momen HBKN tetap terkontrol,” paparnya. 
 
Menyoroti pihak swasta utamanya yang mendapatkan PI daging sapi/kerbau sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2022 perubahan PP Nomor 4 Tahun 2016, Ketua Dewan Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) Didiek Purwanto menilai, alokasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah kepada pihak swasta perlu pengawasan dan pengontrolan yang ketat agar tidak terjadi bias di lapangan. Artinya, tidak terjadi kontraproduktif keinginan bersama dalam upaya meningkatkan populasi sapi/kerbau di tanah air. Sehingga ke depan, bangsa ini tidak bergantung dengan impor. 
Didiek menggarisbawahi, bila tidak ada pengawasan yang ketat di lapangan, daging sapi/kerbau lokal akan kalah secara head to head terkait harga dibandingkan dengan daging impor.  Hal itu justru akan mengancam gairah peternak lokal untuk beternak. 
 
Halal dan Terbebas PMK 
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso membenarkan pihaknya telah memperoleh PI daging kerbau beku sejumlah 100 ribu ton dari India sepanjang 2022. Artinya, kebijakan ini hanya upaya stabilisasi pasokan dan permintaan bukan mutlak untuk membeli semua dari India. Bahkan BUMN lain juga mendapatkan penugasan untuk pengadaan daging sapi lokal maupun impor. “Kami ke depannya akan tetap melihat kemampuan produksi lokal untuk diprioritaskan dalam memenuhi permintaan konsumen di tanah air. Dengan kata lain, kuota impor 100 ribu ton belum tentu akan direalisasikan semuanya,” jelasnya. 
 
Budi menegaskan, masyarakat tak perlu cemas akan kehalalan dan kesehatan daging kerbau beku tersebut. Menurutnya, India sebagai negara pengekspor daging kerbau beku telah memastikan dua hal yakni kehalalan saat proses pemotongan serta bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK). Bahkan, saat daging tersebut tiba di tanah air akan dilakukan pemeriksaan kembali secara keseluruhan. “Nantinya, pihak karantina akan mengambil beberapa sampel secara random dari setiap kontainer berupa potongan-potongan daging, lalu akan memutuskan daging tersebut layak diedarkan atau tidak,” bebernya. 
 
Dia menggarisbawahi, negara India pun juga akan menjamin sampai daging kerbau beku diedarkan. Ketika ditemukan, daging kerbau beku yang rusak akan ada klaim sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati termasuk adanya keterlambatan pada saat daging tiba di tanah air. Artinya, India akan menanggung risiko kerugian yang terjadi. “Meskipun, daging kerbau beku ini belum terlalu familiar bagi konsumen di tanah air. Diyakini daging ini memiliki serat yang lebih tinggi dibandingkan dengan daging sapi sehigga sanggat cocok digunakan untuk olahan seperti rendang. Sehingga masyarakat akan memiliki opsi tidak hanya daging sapi,” kilahnya. 
 
Masih menurut Budi, daging ini akan sampai ke masyarakat dengan harga paling tinggi yakni Rp 80 ribu per kg. Apabila ada pihak-pihak tertentu yang menjual di atas harga itu akan dikenakan sanksi. Sehingga terdapat klausul perjanjian serta surat pernyataan bagi pembeli atau pengedar daging kerbau beku tersebut agar menjual tidak di atas Rp 80 ribu per kg. “Di sisi lain, Bulog pada kegiatan komersialnya juga bekerjasama dengan peternak-peternak lokal guna menyediakan daging sapi dengan harga yang relatif murah,” klaimnya. 
 
Sebelumnya, pada Sabtu (5/3), telah mendarat 12 ribu ton daging kerbau beku di Tanjung Priok, Jakarta. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Direksi Bulog memantau langsung kedatangan daging impor di New Priok Container Terminal One. Arief Prasetyo Adi, Kepala Bapanas mengapreasiasi aksi korporasi yang dilakukan oleh Bulog sebagai salah satu BUMN yang mendapat penugasan importasi daging tahun ini. “Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, kami akan mendorong BUMN Pangan yang mendapat penugasan untuk mempercepat masuknya cadangan stok nasional. Juga sudah minta untuk bisa langsung didistribusikan,” kata Arief. Dengan jumlah stok daging kerbau beku yang dikuasai Bulog saat ini, Arief berharap dapat membantu mengatasi kebutuhan lonjakan permintaan daging beku guna menghadapi Ramadan dan Idul Fitri sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. 
 
Sementara itu, Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog, Mokhamad Suyamto mengatakan, dari kontrak tahap pertama sebanyak 20 ribu ton yang dilakukan oleh Bulog, sampai hari ini sudah tiba sebanyak 60 % dan sampai akhir Maret rampung 100 %. Artinya, terdapat sekitar 12 ribu ton daging kerbau beku impor yang telah masuk pada hari ini.
 
“Kami sudah melakukan pengaturan dan percepatan semaksimal mungkin untuk proses kedatangan stok daging kerbau beku impor ini. Selanjutnya dengan sarana gudang pendingin dan jaringan infrastruktur yang dimiliki Bulog akan segera didistribusikan ke seluruh Indonesia. Bulog akan turut menjamin kebutuhan daging beku tersedia di masyarakat walau ada lonjakan permintaan. Bulog akan menggunakan seluruh instrumen yang ada untuk menjamin ketersediaan pangan tersebut,” papar Suyamto. 
 
Validasi Data
Terkait dengan stok daging sapi/kerbau hingga Mei 2022, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan melaporkan aman dan tercukupi. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nasrullah pada (24/2) mengatakan, berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi secara faktual daging sapi/kerbau pada Februari hingga Mei 2022 akan surplus sebanyak 2,7 ribu ton. Dengan rincian ketersediaan daging sapi/kerbau sejumlah 240,9 ribu ton, sedangkan kebutuhan sebanyak 238,2 ribu ton.  
 
 

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Livestock Edisi 271/April 2022

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain