Jumat, 1 April 2022

Optimalisasi Pengembangan Doka

Jakarta (TROBOS). Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) bekerja sama dengan HPDKI (Himpinan Peternak Domba Kambing Indonesia) untuk mengoptimalkan peran strategis pengembangan peternak domba dan kambing. Guna mewujudkan kedaulatan pangan, peningkatan produktivitas masyarakat serta kemandirian pangan, maka dalam perencanaan program pengembangan domba dan kambing perlu dioptimalkan.
 
“Komoditas domba dan kambing merupakan ruang ekonomi rakyat yang strategis untuk dikembangkan. Misalnya dengan dorongan kuat dari para peternak, asosiasi, perbankan dan pemerintah. Jika itu sudah dioptimalkan, kami yakin akan mampu memenuhi kebutuhan domestik dan peluang ekspor,” ucap Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Nasrullah.
 
Adapun sentra ternak domba mayoritas terletak di Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat yang pada 2021 lalu mencapai 68,4 %. “Penyebaran populasi kambing tertinggi berada di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat yang mencapai 46,6 % dari populasi nasional. Sedangkan potensi untuk dikembangkan di luar Pulau Jawa sebagai usaha tani terpadu juga sangat besar, sebagai contoh Lampung yang memiliki potensi sebagai sentra ternak kambing dengan populasi mencapai 1.573.787 ekor,” sebut Nasrullah.
 
Lebih lanjut Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak (Dirbitpro), Agung Suganda mengatakan ada lima aspek yang menjadi keunggulan ternak domba dan kambing, diantaranya budidaya domba dan kambing merupakan kegiatan yang relevan dengan pemberdayaan dan penggerak ekonomi masyarakat pedesaan.
 
“Daging domba dan kambing bisa menjadi alternatif sumber protein hewani penggantu daging ayam dan sapi, pembangunan peternakan berbasis budaya masyarakat, mewujudkan korporasi yang produktif guna menjamin keperluan usaha dan menyediakan kebutuhan pangan masyarakat, lalu berpotensi menjadi pasokan untuk pasar ekspor ke negara-negara regional ASEAN,” kata Agung.
 
Ia berharap pengembangan pada komoditas ini semakin maju ke deoan dan pemerintah siap bersinergi dengan HPDKI, perguruan tinggi, perbankan dan stakeholder lainnya untuk membangun dunia peternakan khususnya di domba dan kambing. Pemerintah sendiri telah menetapkan 10 rumpun atau galur domba, seperti domba garut, priangan, dorper dan kompas agrinak. Sedangkan pada kambing, pemerintah telah menetapkan sebanyak 9 rumpun seperti kaligesing, kacang, peranakan etawa, senduro saburai dan boer. 
 
“Klasterisasi yang dibangun HPDKI diharapkan tidak hanya di Pulau Jawa tetapi dapat dikembangkan juga di provinsi lainnya. Usaha pembibitan yang dijalankan juga bisa memilih rumpun yang sudah ditetapkan pemerintah dan HPDKI bisa menjadi motor penggerak perkembangan domba dan kambing Indonesia. Di sisi lain dengan perkembangan zaman yang membuat banyaknya peternak milenial, mayoritas kegiatan perlu mulai menggunakan teknologi informasi untuk memberikan berbagai kemudahan,” papar dia. bella
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain