Jumat, 1 April 2022

Program Super Prioritas Pertanian

Tangerang (TROBOS). Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pelaku usaha di sub sektor peternakan untuk bersama-sama memperkuat produksi, guna menyiapkan ketersediaan pangan dan meningkatkan ekspor. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) ketika menyaksikan Penandatanganan Naskah Kerjasama Program Super Prioritas pada Rapat Koordinasi Teknis Nasional (Rakorteknas) Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, di Tanggerang, Banten pada Selasa (08/03).
 
“Dalam konteks penguatan produksi pangan, sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah dan daya saing produk, maka  pada 2022 Kementan melanjutkan Program Super Prioritas Pertanian pengembangan kawasan berbasis Korporasi Petani, dengan meningkatkan investasi di sektor pertanian, baik pada sisi hulu maupun hilir.  Saya minta ekspor kita diperbanyak, Agustus ada Merdeka Ekspor, petakan daerah yang berpotensi dan pergunakan KUR (Kredit Usaha Rakyat). Negara ini cukup, tinggal memerlukan kebersamaan semua pihak,” tutur SYL. 
 
Ekspor kumulatif sektor pertanian pada 2021 mencapai Rp 625,04 triliun atau meningkat 38,69% dibandingkan 2020. SYL pun memberikan apresiasi atas capaian peningkatan ekspor sektor pertanian, yang menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Guna merealisasikan target ekspor tersebut dibutuhkan sinergitas dengan semua pihak, maka ia meminta Ditjen PKH supaya segera mengimplementasikan programnya, yaitu Pengembangan sapi model Tapos, Korporasi kambing/domba, dan pengembangan sarang burung walet (SBW) terintegrasi. Bella
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain