Minggu, 1 Mei 2022

Jelang HBKN Harga LB Terdongkrak

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah, harga bahan pokok penting (bapokting) di pasaran sudah lumrah jika mengalami kenaikan. Salah satu bahan pokok penting tersebut ialah ayam pedaging (broiler). Berbeda dengan hari-hari biasa, harga live bird/LB (ayam hidup) di tingkat peternak (farm gate) menjelang Lebaran dilaporkan mengalami kenaikan yang cukup berarti.
 
Seperti yang disampaikan oleh Head of Production Sub. Department Aceh PT Indojaya Agrinusa, Rikky Handoko bahwa harga LB pada Kamis (21/4) sebesar Rp 22.000 per kilogram (kg), sedangkan sehari sebelumnya (20/4) diinformlasikan sebesar Rp 21.500 per kg. “Harga pokok produksi (HPP) LB terkoreksi sekitar Rp 19.000 per kg. Harga LB bulan ini (April) lebih baik jika dibandingkan harga LB bulan lalu (Maret), dengan rataan harga LB pada Maret kurang lebih Rp 16.800 per kg,” terang Rikky membandingkan.
 
Ia mengaku, menjelang puasa (meugang) di Aceh permintaan pasar cenderung meningkat, yang diikuti dengan naiknya harga jual harian. Kendati demikian di awal Bulan Ramadan, pasar cenderung sepi dan mulai berangsur normal memasuki sepekan Bulan Ramadan. 
 
“Sepinya permintaan pun berpengaruh kepada harga jual harian yang cenderung turun. Barulah di atas sepekan Bulan Ramadan, harga naik kembali seiring dengan permintaan pasar yang juga meningkat,” beber dia pada Redaksi TROBOS Livestock.
 
Rikky mengatakan bahwa ia tidak memiliki data terkait harga DOC (ayam umur sehari) dan pakan, sebab fokus di kemitraan. Adapun ia melaporkan, sepekan pasca Bulan Ramadan permintaan LB kembali normal, baik kafe maupun tempat makan lainnya dibuka lagi setelah sepekan sebelumnya tidak beroperasi. 
 
Ia melanjutkan, animo masyarakat untuk berbuka puasa bersama di tempat-tempat makan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan serapan pasar terhadap daging broiler meningkat dan berdampak pada turut terdongkraknya harga jual harian. “Saya pikir untuk Mei (pasca lebaran), harga masih akam berada di atas Rp 20.000 per kg dan bahkan mungkin bisa lebih tinggi. Hal ini disebabkan banyaknya masyarakat Aceh yang cenderung melangsungkan hajatan, seperti pernikahan dan sunnah Rasul,” jelasnya.
 
Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat permintaan pasar di Aceh masih tinggi pasca Lebaran. Rikky berharap ke depannya harga jual broiler bisa lebih stabil di angka yang tidak menjadi kerugian untuk perusahaan. Pun tidak perlu terlalu tinggi untuk masyarakat yang bisa berdampak pada menurunnya daya beli di tingkat konsumen.
 
Kenaikan harga LB ini juga dirasakan oleh peternak broiler di Bogor, Jawa Barat, Setia Winarno. “Harga LB hari ini (21/4) untuk ukuran 1,6-1,8 kg adalah Rp 22.000 per kg. Adapun rata-rata harga LB pada April sebesar Rp 22.000 per kg, sedangkan Maret Rp 20.800 per kg,” sebut pria yang karib disapa Winarno ini.
Winarno melaporkan bahwa HPP LB di tingkat peternak berada di angka Rp 21.500 per kg. Ia juga mengaku selama Bulan Ramadan ini, harga LB tidak terlalu bergejolak. Lebih lanjut ia memaparkan harga DOC berkisar antara Rp 2.500 – 5.000 per ekor. Sementara harga pakan jadi bertengger pada posisi Rp 8.200 – 8.900 per ekor.
 
“Pengaruh pekan kedua Bulan Ramadan dengan harga LB, ada sedikit kenaikan. Prediksi harga LB pada Mei, harga akan bertahan di posisi Rp 22.000 – 23.000 per kg. Harapannya, harga LB bisa di atas HPP antara Rp 23.000 – 23.500 per kg,” tutup pria lulusan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) ini.
 
Turut merasakan kenaikan harga LB, peternak broiler sekaligus layer (ayam petelur) di Malang, Jawa Timur, Kholiq menyampaikan harga LB pada Kamis (21/4) berada di posisi Rp 21.500 per kg. HPP-nya terpantau berada di angka Rp 21.000 per kg.
 
 

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Livestock Edisi 272/Mei 2022

 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain