Minggu, 1 Mei 2022

Alternatif Jersey Sebagai Breed Sapi Perah

Sapi Jersey layak dikembangkan di Tanah Air sebagai salah satu alternatif pembibitan sapi perah. Hanya saja, perlu edukasi kepada peternak rakyat terkait efisiensi dan kualitas susu Jersey agar tetap terjaga
 

Guna perbaikan bibit sapi perah serta upaya meningkatkan susu segar dalam negeri (SSDN), pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mengeluarkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia terkait Pelepasan Introduksi Rumpun Sapi Jersey sebagai breed yang unggul pada akhir 2021 kemarin. “Diharapkan rumpun Jersey ini akan mampu meningkatkan produktivitas yang lebih baik dari breed sebelumnya termasuk pola pengembangan lebih efisien, penangannya lebih mudah serta kualitas susu lebih baik. Sehingga hal ini akan menjawab tantangan yang ada saat ini terkait dengan produksi SSDN (Susu Segar Dalam Negeri). Serta mampu mensubsitusi impor susu agar mampu diturunkan menjadi 30 %. Artinya, 70 % dipenuhi dari produksi lokal,” ujar Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan, Nasrullah.  


Adapun pengembangan sapi Jersey ini dilakukan oleh PT Greenfields Indonesia sejak 2017 hingga kini. “Bahkan, Greenfields telah mendapatkan izin kerja khusus (special permit) yakni tidak diperkenankan mendistribusikan kepada masyarakat sebelum adanya approval (persetujuan) dari pemerintah, termasuk Jersey jantan yang kami jual harus dikastrasi terlebih dahulu. Berikutnya, memberikan informasi terkini secara terus-menerus seputar pengembangan Jersey meliputi performa Jersey kepada pihak pemerintah,” urai Heru Prabowo selaku Head of Dairy Farm Indonesia PT Greenfields.


Heru melanjutkan, sejak 2017-2018 telah dilakukan importasi Jersey sebanyak 1.500 ekor yang berasal dari Victoria Australia. Terdiri dari sapi bunting maupun belum bunting lalu dilakukan kawin suntik (IB) dengan semen Jersey. “Kami melakukan importasi Jersey guna melakukaan diversifikasi produk susu, apalagi Jersey memiliki kandungan kualitas susu yang baik,” kilahnya.


Performa Sapi Jersey
Heru menjabarkan, sapi Jersey dipelihara di farm pada ketinggian 1100 mdpl dengan sirkulasi udara tetap lancar (tunnel ventilated barn) dengan suhu 24oC, serta kelembapan relatif 80-90 %. Adapun pakan komplit (TMR) diberikan sepanjang hari, sementara pemerahan dilakukan sebanyak 3 kali. “Induk sapi Jersey telah melahirkan pedet pertama kalinya yakni pada 2019,” katanya.


Ia kemudian menyodorkan data berupa performa Jersey dibandingkan dengan sapi friestein Holstein (FH) yang dipelihara dengan pola manajemen sama namun dipisahkan herd atau kawanannya yang di input pada 2021 kemarin. Dilihat dari 6 komponen yakni produktivitas, reproduksi, kesehatan hewan, replecement pedet, faktor ekonomi serta potensi pengembangan. “Data yang kami ambil merupakan rataan semua populasi yang terdiri dari beberapa periode laktasi. Adapun Jersey mayoritas laktasi kedua sementara FH ketiga sampai keempat,” sebutnya.


 Dari segi produktivitas, lanjut Heru, FH memiliki kandungan total solid (TS) 12,7 %, sementara Jersey terdapat 13,4 %. Adapun kandungan lemak, protein dan laktosa pada FH masing-masing 3,9 %; 3,2 %; 4,5 % sementara Jersey lebih unggul yakni 4,4 %; 3,4 % sementara kandungan laktosa sama.


Adapun rataan susu per ekor per hari menghasilkan 32,7 liter pada FH membutuhkan konsumsi bahan kering (dry metter intake/DMI) yakni 24 kg atau 48 kg (asfeed) per ekor per hari, sedangkan Jersey dengan 24 liter membutuhkan bahan kering 19 kg atau 38 kg (asfeed) per ekor per hari. Apabila dikonversikan pakan ke susu pada FH yakni 1,36 sedangkan Jersey 1,26, artinya FH masih memiliki kemampuan untuk mengkonversi pakan menjadi susu lebih baik dibandingkan Jersey.


 “Agar konversi pakan menjadi susu pada Jersey sama dengan FH, maka dibutuhkan kenaikan produksi 2 liter per ekor per hari tanpa meningkatkan konsumsi pakan. Jersey belum optimal berproduksi dikarenakan berada pada laktasi kedua. Kabar baiknya, awal 2022 ini, rataan Jersey yang mengalami laktasi ketiga, produksi susu yang dihasilkan mulai merangkak naik mencapai 25 sampai 26 liter per ekor per hari,” paparnya.

 

 

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Livestock Edisi 272/Mei 2022

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain