Minggu, 1 Mei 2022

Saluran Pencernaan Optimal dengan Asam Organik dan Esensial Oil Milik Jefo

Asam organik dan esensial oil milik Jefo memiliki teknologi yang dipatenkan dengan nama Jefo Matrix Technology.
 
Saluran pencernaan unggas merupakan salah satu organ vital pada tubuh unggas, dimana kondisi pada saluran pencernaan akan sangat mempengaruhi produksi maupun penampilan unggas. Di dalam saluran penceraan terdapat berbagai macam bakteri, baik bakteri yang sifatnya membantu penyerapan nutrisi pada pakan, hingga bakteri patogen yang menyebabkan munculnya penyakit pada unggas.
 
Kondisi kesehatan saluran pencernaan yang kurang baik akan diikuti dengan menurunnya kondisi tubuh ternak. Berangkat dari permasalahan ini, PT BEC Feed Solution Indonesia bekerjasama dengan Jefo Nutrition, menggelar webinar yang bertemakan “Gut Health: How We Can Manage This in Challenging Times” secara daring pada Selasa (22/3).
 
Jason Keith Hatchett, Presiden Direktur PT BEC Feed Solutions Indonesia menyampaikan bahwa terselenggaranya webinar kali ini bersamaan dengan launching produk asam organik dan esensial oil milik Jefo di Indonesia. Menurutnya produk dengan teknologi tinggi ini sangat relevan untuk menjadi solusi berbagai permasalahan dilapangan.
 
Dysbacteriosis pada Unggas 
Munculnya gangguan kesehatan pada usus di mulai setelah penggunaan Antibiotic  Growth Promoters (AGP) dilarang sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian yang dikeluarkan pada akhir 2017. Hal ini disampaikan oleh Tony Unandar, selaku Private Poultry Consultant.
 
“Pada saat awal peraturan diberlakukan di lapangan belum terlihat, tapi setelah 2 bulan barulah terlihat  gangguan performa hampir merata di semua area baik dari segi Feed Conversion Ratio (FCR), Average Daily Gain (ADG) maupun mortalitas pada ayam,” ungkapnya.
 
Masih menurut Tony, terkait kesehatan usus ada hubu ngan dengan patogen atau mikroba yang masuk secara oral. Sedangkan patogen sendiri tidak lepas dari 3 hal yaitu host, agen dan lingkungan. “Ketiga aspek selalu berinteraksi satu sama lain, sehingga sangat dinamis. Perubahan interaksi akan meng akibatkan gangguan pencernaan.
 
Maka di lapangan, seorang praktisi tidak boleh terlalu gegabah dalam melakukan diagnosa,” tuturnya. Ia mengatakan gangguan pada kesehatan usus sudah terjadi ketika ayam ditebar di dalam kandang. Sudah sangat jelas ayam peka dengan patogen karena sistem imunnya belum matang. Pada permukaan ususnya belum ada kolonisasi bakteri baik, kemampuan dalam mencerna pakan juga belum optimal. “Ketika sudah ada tekanan, keseragaman ayam terganggu, berarti performa sudah tererupsi.
 
Pada akhirnya akan menyebabkan naiknya angka kematian. Biasanya angka kematian meningkat jika kelainan-kelainan patologis sudah mulai terlihat seperti organ usus yang tidak normal ketika dibedah, walaupun dari luar ayam terlihat normal. Inilah yang disebut dengan Stadium Dysbacteriosis,” jabarnya.
 
Jika dibiarkan, maka dysbacteriosis dapat diikuti oleh munculnya penyakitpenyakit ikutan. Seperti misalnya pada kasus coccidiosis. “Belakangan saya lacak gangguan pada keseimbangan dysbacteriosis akan mempermudah kasus coccidiosis. Pasalnya kualitas lapisan di dalam dinding usus tidak begitu prima. Biasanya kematian akibat coccidiosis jarang di atas 10 %. Namun sejak pasca pelarangan penggunaan AGP angka kematian dapat mencapai 20 – 30 % dan berlangsung cepat,” bebernya.
 
Clostridiosis pada ayam biasanya ditandai dengan tampilan yang pucat namun ada pula yang terlihat normal. Ia me ngatakan pada ayam yang terjangkit clostridiosis akan mengalami deplesi, sedikit demam, tapi tergantung dari stadiumnya. “Pada kasus ini didahului oleh dysbacteriosis, jarang kita lihat ada gambar pendarahan yang jelas,” imbuhnya.
 
Selain itu, Salmonella juga dapat muncul akibat adanya dysbacteriosis. “Salmonella yang masuk melalui oral pada ayam, akan ada di dalam usus tanpa menunjukkan gejala penyakit yang jelas. Namun terjadi gangguan pada performanya. Kalau sudah di dalam usus, bisa mengkontaminasi kloaka. Hal ini dapat berbahaya karena dapat mengkontaminasi kulit telur tetas dan anak ayam yang dihasilkan dapat terkena omphalitis,” sebutnya.
 
Saluran Pencernaan Berhubungan
dengan Sistem Imun David Marks, selaku Intensive Livestock Consultant menyampaikan bahwa saluran pencernaan adalah sebuah sistem pada tubuh ayam yang mengubah pakan menjadi nutrisi berguna untuk produksi daging dan telur secara fisik serta kimiawi. Oleh sebab itu, secara langsung kesuksesan dari bisnis peternakan juga tergantung kesehatan dan integritas saluran pencernaan.
 
“Saluran pencernaan adalah sistem imun terbesar dan kompleks di dalam tubuh. Sebanyak 50 – 70 % sistem imun unggas berhubungan dengan saluran pencernaan. Mikrobiota memiliki pengaruh langsung dan signifikan terhadap kesehatan usus dan ke sehatan ayam. Apa yang terjadi di saluran pencernaan akan mempengaruhi otak, dan apa yang terjadi di otak akan mempengaruhi saluran pencernaan,” paparnya.
 
Saluran pencernaan yang baik dibutuhkan untuk menjaga sistem imun juga dibutuhkan untuk syarat kesehatan pangan. Memper  tahankan kesehatan saluran pencernaan dapat melimitasi efek dari heat stress. “Tidak hanya itu, program penggunaan antibiotik yang benar secara signifikan dapat dibuat de ngan lebih mudah jika saluran pencernaan sehat,” ucapnya.
 
Untuk menciptakan dan mempertahankan saluran pencernaan yang sehat, ia mengatakan dibutuhkannya weed atau menyingkirkan patogen dan bakteri jahat lainnya, seed atau menggunakan bakteri baik dan beragam, serta feed yaitu memberikan nutrisi dan produk di dalam pakan yang secara spesifik mendukung pertumbuhan bakteri baik. “Asam organik dan esensial oil milik Jefo hadir dan bekerja pada konsep weed,” cetusnya.
 
Kesehatan Pencernaan
Pada kesempatan yang sama Derek Detzler, Jefo Global Poultry Manager me ngaku bahwa pihaknya telah menggunakan asam organik dan esensial oil milik Jefo dalam menggantikan peran antibiotik sebagai pakan starter. Seiring berjalannya waktu, kinerja asam organik dan esensial oil milik Jefo sendiri dalam
pakan starter bekerja dengan sangat baik, tidak melihat adanya penurunan performa tidak melihat peningkatan mortalitas, dan semuanya berjalan sangat baik.
 
Dari sanalah penggunaan asam organik dan esensial oil milik Jefo dapat menjadi alternatif dalam mengurangi penggunaan antibiotik. “Bukan untuk bebas antibiotik tapi untuk mengurangi. Kami ingin memastikan keberlanjutan dan mencari alternatif yang memberikan manfaat atau sebagai pengganti antibiotik tersebut. Jadi kami dapat secara strategis menghapus antibiotik dari fase tertentu dari pakan kami,” jelasnya.
 
Didi Widjaya, National Sales Manager Jefo Nutrition Indonesia menyampaikan bahwa asam organik dan esensial oil milik Jefo memiliki teknologi yang dipatenkan dengan nama Jefo Matrix Technology.
 
“Kelebihan dari Jefo Matrix Technology ini adalah embedded (tertanam), targeted (tertarget), dan safeguarded (terlindungi). Kita menginginkan produk ini untuk efektif dan sesuai target. Dimana bakteri patogen itu hidup, terutama di bagian usus. Untuk itu produk yang terproteksi dengan baik tentu saja akan mencapai tujuan dan melakukan fungsinya dengan baik. Jika asam organik dan essential oil tidak terproteksi dengan baik, maka akan ternonaktifkan sebelum mencapai target,” tandasnya.
 
Anjas Morodiono, National Sales Manager PT BEC Feed Solutions Indonesia menambahkan bahwa asam organik dan esensial oil milik Jefo merupakan produk ke 5 dari Jefo yang sudah diregistrasi oleh BEC di Indonesia. Produk ini merupakan solusi dalam mengurangi penggunaan antibiotik di Indonesia,” ujarnya. TROBOS/Adv

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain