Minggu, 1 Mei 2022

Optimalisasi Produksi Telur dengan Manajemen Stres

Optimalisasi Produksi Telur dengan Manajemen Stres

Foto: 


Manajemen stres yang dilakukan dengan tepat akan meningkatkan imunitas, relaksasi, fertilitas, produksi hingga kualitas telur yang tetap terjaga
 
Mempertimbangkan efisiensi harga dan produksi merupakan poin yang sangat penting dilakukan para peternak, terutama di masa-masa sulit seperti saat ini. Maka itu, PT Biochem Zusatzstofe Indonesia bersama PT SHS International menghelat seminar online dengan topik “Optimal Stress Management – Every Egg Counts” pada Kamis (14/4).
 
Melalui kegiatan tersebut, Veny Wibowo, Direktur PT Biochem Zusatzstofe Indonesia mengatakan bahwa kondisi saat ini tidak mudah bagi semua pelaku bisnis peternakan. Oleh karena itu, pihaknya ingin memberikan salah satu solusi alternatif terkait permasalahan stres pada ternak. “Kami akan memperkenalkan 2 produk inovatif dari Biochem untuk mengatasi stres dengan berbagai tingkat dan variasi,” ungkapnya.
 
Disampaikan pula oleh Lusianingsih Winoto, Product Manager PT SHS International bahwa stres akan selalu menjadi masalah bagi peternakan. “Manifestasinya yang bisa dilihat adalah terjadinya gangguan atau tidak mencapai standar performa seperti pada bobot badan, produksi telur yang turun dan lebih parah lagi adalah imunosupresi yang menyebabkan ayam rentan terhadap penyakit,” tuturnya.
 
Tony Unandar, Private Poultry Consultant menjelaskan bahwa stres pada ayam modern terbagi menjadi beberapa kelompok. Pertama, stres akibat teknologi pemeliharaan seperti waktu penebaran ayam atau kepadatan kandang. Kemudian terkait dengan nutrisi seperti pakan yang mengandung mikotoksin dan logam berat serta dengan lingkungan yaitu heat stress. “Kondisi tersebut akan berdampak pada tingginya radikal bebas yang terkandung dalam tubuh ayam dan kemudian akan merusak sel-sel tubuh, mengganggu produktivitas, performa baik telur maupun daging,” paparnya.
 
Stress Pack® SL dalam Menekan Stres
Dalam menghadapi banyaknya gangguan produksi, kualitas kerabang telur hingga kematian akibat kondisi stres, Biochem hadir memberikan suatu solusi Biochem Care Concept dengan menyediakan produk yang bisa bekerja langsung pada sistem pengaturan stres.
 
Kristiana Rini A, Product Manager Biochem mengatakan bahwa Stress Pack® SL berfungsi sebagai relaxation product dengan menekan hormon stress kortisol dan adrenalin namun dapat meningkatkan hormon happiness yaitu serotonin. Ia menyebutkan di dalam Stress Pack® SL terkandung vitamin C, L-Tryptophan, betaine, dan magnesium organik. “Vitamin C berfungsi untuk menekan hormon kortisol dan berperan sebagai antioksidan, L-Tryptophan dapat membantu menstimulus hormon serotonin, betaine mampu menjaga keseimbangan osmotik dan juga menjaga stabilitas mikroba dalam usus. Sedangkan magnesium organik akan membantu melepas hormon adrenalin yang juga sebagai aktivator enzim,” sebutnya.
 
Stress Pack® SL dapat diberikan di berbagai situasi stres seperti akibat perjalanan, vaksinasi, potong paruh, replacement jantan, pindah kandang, manajemen pemberian pakan yang tidak merata dll. Dosis pemberian Stress Pack® SL sebanyak 1 gram per liter konsumsi harian dan mempunyai stabilitas vitamin yang tinggi dan tingkat kelarutan yang baik. Tetapi yang perlu diperhatikan yaitu jangan mencampurkan Stress Pack® SL dengan vitamin atau probiotik lainnya,” sarannya.
 
LiquiVit® Strong untuk Performa Produksi
Selain menangani stres, menjaga produksi telur dengan memberikan asupan vitamin juga penting. Mengingat kondisi saat ini adalah era non AGP, Kristiana menyampaikan bahwa Biochem kembali memperkenalkan produknya yaitu LiquiVit® Strong, yang mengandung vitamin A, D3 dan E yang akan bekerja secara sinergistik dan aman untuk suplementasi vitamin.
 
“Vitamin A berfungi untuk memproteksi epitel dan juga menjaga fertilitas, metabolisme lemak, sintesa protein, support pada sistem imun, membentuk eritrosit dan membantu penyerapan zat besi. Vitamin D3 dapat berfungsi untuk menjaga imunitas, metabolisme kalsium dan fosfor. Sementara vitamin E berperan sebagai antioksidan dan menjaga fertilitas serta imunitas,” jabarnya.
 
LiquiVit® Strong dapat diberikan pada saat mulai produksi hingga masa produksi. “Bisa diberikan 1 ml per liter selama 2 – 3 hari untuk membantu produksi telur dan fertilitas, menjaga stabilitas tulang dan pembentukkan kerabang telur.
 
Pemberian LiquiVit® Strong dapat membantu memenuhi asupan vitamin pada saat ada gangguan feed intake yang menurun akibat stres dan bisa diberikan pada semua fase ayam terutama pada puncak produksi,” ucap Kristiana. TROBOS/Adv

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain