Senin, 9 Mei 2022

Pemprov Jawa Timur Tutup Pasar Hewan di Daerah Terdampak PMK

Pemprov Jawa Timur Tutup Pasar Hewan di Daerah Terdampak PMK

Foto: dok.istimewa


Lamongan (TROBOSLIVESTOCK.COM). Pemerintah provinsi Jawa Timur menutup sementara pasar hewan pada daerah terdampak penyakut mulut dan kuku (PMK) atau foot and mouth disease (FMD) sebagai tindakan karantina pada prosedur penanganan wabah penyakit hewan.

 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa  memerintahkan agar pasar hewan di 4 kabupaten (Gresik, Lamongan, Sidoarjo, dan Mojokerto) ditutup sementara. Tak hanya di 4 kabupaten, dia juga mendapat laporan telah ada beberapa daerah lain yang ternaknya  mengalami gejala serupa. Tim dinas peternakan Provinsi juga sudah  turun dan telah mengambil spesimen untuk di cek di lab Pusvetma - Surabaya.

 

“Dua pasar hewan di Lamongan telah ditutup sementara. Yang disampaikan oleh Keswan (Kesehatan Hewan) penularan ini awalnya  terjadi di pasar hewan. Kemungkinan penularan ini didapat dari kambing atau domba yang diimpor secara ilegal dari negara yang belum bebas PMK," kata Khofifah saat mengunjungi Kelompok Tani Ternak “Barokah Jaya” di desa Soko, kecamatan Tikung, kabupaten Lamongan pada Minggu (8/5). Di kelompok ini terdapat 52 ekor sapi, beberapa ternak di antaranya menunjukkan gejala tanda klinis penyakit PMK.

 

Pada kesempatan yang sama, bupati Lamongan Yuhronur Efendi menambahkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah komprehensif sesuai SOP yang sudah ditentukan terhadap 140 sapi yang dilaporkan terjangkit PMK.

 

"Saat ini proses pemulihan nanti kita akan observasi lagi selama 14 hari. Seluruh pasar hewan sudah kamu tutup, yang besar-besar ada 2. Termasuk yang temporer," kata Yuhronur.

 

Penanganan dan Pengobatan

Khofifah menjelaskan, telah menerima laporan bahwa kondisi beberapa ekor sapi mulai pulih setelah sebelumnya dilaporkan diberi suntikan antibiotik dan vitamin dua kali dengan jarak tiga hari. Namun beberapa sapi memang masih menunjukkan tanda-tanda  gejala PMK.

 

"Kemarin dan hari ini ada 2 kali suntik. Ada proses pemulihan. Kita berharap 3 hari ini ada proses penyuntikan lagi. Mudah-mudahan membaik semua. Ini harus diproteksi dan mendapat penanganan komprehensif dan pihak pemilik akan melakukan identifikasi dari gejala-gejala yang muncul dan segera melaporkan," jelas Khofifah.

 

"Untuk hewan ternak yang sudah terkonfirmasi PMK sudah disiapkan obat-obatan, antara lain Analgesik dan Antibiotik yang disuntikkan. Sebelumnya hari Jumat kemarin kondisi obat sangat tipis, dan kami langsung minta dikirim dari Kementan. Jumat sore pun langsung sampai. Setelah itu serentak langsung didistribusikan dan dapat digunakan oleh masing-masing sentra peternakan yang terkonfirmasi penyakit PMK," imbuhnya.

 

Di samping itu, Gubernur Khofifah langsung melaporkan temuan tersebut kepada Menteri Pertanian RI pada Jumat sore lalu. Tujuannya agar hewan ternak di 4 daerah di Jawa Timur lainnya yang terkonfirmasi terjangkit PMK, segera mendapatkan perhatian khusus.

 

"Ada 4 daerah, Gresik, Lamongan, Sidoarjo, dan Mojokerto. Sehingga dengan adanya pernyataan kasus wabah  PMK oleh Kementan  baru bisa pengajuan vaksin  ke OIE untuk hewan ternak," kata Khofifah.

 

Berdasarkan data yang diungkapkan oleh Gubernur Khofifah, kasus pertama yang dilaporkan terjadi di Kabupaten Gresik pada 28 April 2022. Sebanyak 402 ekor sapi potong terjangkit PMK yang tersebar di 5 kecamatan dan 22 desa. Kasus kedua terjadi pada 1 Mei 2022 di Kabupaten Lamongan. Hingga saat ini terkonfirmasi sebanyak 140 ekor sapi yang tersebar di 3 kecamatan dan 6 desa. 

 

Sementara itu di Kabupaten Sidoarjo, kasus serupa tercatat menjangkiti 595 ekor sapi potong, sapi perah dan kerbau yang tersebar di 11 kecamatan dan 14 desa. Sedangkan kasus keempat dilaporkan terjadi pada tanggal 3 Mei 2022 di Kabupaten Mojokerto. Sebanyak 148 ekor sapi potong yang tersebar di 9 kecamatan dan 19 desa mengalami indikasi terjangkit PMK. 

 

Lebih lanjut, mantan Menteri Sosial RI tersebut mengatakan bahwa pendekatan penanganan penyakit hewan berkuku genap ini mirip dengan pengendalian Covid-19. Oleh karena itu, perlu strategi karantina berbasis kandang selama 14 hari untuk menangani wabah PMK pada sapi.

 

"Penanganannya mirip dengan proses penanganan Covid, karena ini penyebarannya transmisi udara. Dalam radius angin tertentu kemungkinan bisa terbawa. Ternak yang di luar jangan masuk dulu, dan ternak yang di dalam jangan keluar sampai benar-benar pengobatan berlangsung," tegasnya.

 

Maka dari itu, Gubernur Khofifah pun meminta masyarakat untuk segera  melaporkan ke dinas peternakan terdekat agar segera diambil langkah tindak lanjut. Sedangkan yang positif PMK segera  melakukan isolasi  atau karantina agar penularan  tidak semakin meluas.

 

"Proses penularannya melalui lendir serta angin, sehingga memungkinkan cepat terjadi penularan sesuai radius arah  angin. Kalau satu terkena PMK, maka satu kandang berpotensi tertular. Isolasi berbasis  kandang dan karantina berbasis  kandang pula. Seluruh ternak yang terkonfirmasi PMK jangan ada pergerakan ke luar sementara  yang dari luar jangan masuk," ujar Gubernur Khofifah kembali mengingatkan.

 

Gejala

Adapun gejala tanda klinis penyakit PMK pada hewan ternak meliputi demam tinggi (39 – 41 °C), keluar lendir berlebihan dari mulut dan berbusa, luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak mau makan, dan kaki pincang.

 

Tak hanya itu, hewan ternak yang terkena PMK juga mengalami luka pada kaki dan berujung pada lepasnya kuku, sulit berdiri, gemetar, napas cepat, produksi susu turun drastis, bahkan tubuhnya menjadi kurus. ed/shara

 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain