Kamis, 12 Mei 2022

Pemusnahan 7 Ton Daging Babi Positif ASF

Pemusnahan 7 Ton Daging Babi Positif ASF

Foto: dok.istimewa


Poso (TROBOSLIVESTOCK.COM). Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Palu telah memusnahkan sebanyak 7 ton daging babi beku yang terinfeksi penyakit demam babi afrika, atau African Swine Fever (ASF). Berdasarkan penuturan Kepala Karantina Pertanian Palu, Amril, komoditas yang masuk ke Provinsi Sulawesi Tengah melalui Pelabuhan Poso ini berasal dari Jakarta.

 

“Tanpa dokumen kesehatan dari daerah asal, komoditas ini ditahan. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan terkonfirmasi positif ASF. Sesuai dengan aturan perkarantinaan yang berlaku, maka segera dilakukan tindakan pemusnahan,” sebut Amril.

 

Pemusnahan daging babi beku yang terkontaminasi ASF tersebut dilakukan dengank cara dibakar habis. Dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (26/4) lalu, Amril mengatakan bahwa tindakan ini merupakan langkah preventif, pencegahan agar virus ASF tidak menyebar di Sulawesi Tengah.

 

Amril pun menjelaskan secara rinci bahwa usai pihaknya menahan terhadap komoditas tersebut, kemudian dilakukan pemeriksaan uji laboratorium . “Dengan uji berupa RT-PCR oleh Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros, didapati hasilnya positif ASF,” imbuh dia.

 

Seperti diketahui, ASF adalah jenis virus yang menyebabkan penyakit demam babi afrika. Penyakit ini sangat menular bagi babi dan dapat menyebabkan kematian pada hingga 100 %, sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar. 

 

ASF merupakan HPHK (hama dan penyakit hewan karantina) golongan 1 yang disebabkan oleh virus. Hingga saat ini, belum ditemukan obat dan vaksin yang dapat menangkal HPHK tersebut. Virus ASF pada daging babi dapat bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama, sehingga berpotensi menjadi sumber penyebaran penyakit yang dapat menyebabkan kematian tinggi pada babi.

 

“ASF menjadi perhatian utama dan sangat diwaspadai untuk cegah tangkal masuk di Sulawesi Tengah, karena penyebarannya sangat cepat dan mengancam mata pencaharian peternak babi,” tandas Amril.

 

Lebih lanjut secara terpisah Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang memberikan apresiasi kepada pejabat Karantina Pertanian Palu yang telah berhasil melakukan pencegahan masuknya hama penyakit hewan ASF di Sulawesi Tengah. Ia menerangkan bahwa pemusnahan media pembawa berupa daging babi beku itu sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

 

“Ini bagian dari tugas pokok dan fungsi karantina pertanian dalam mencegah tangkal masuk dan tersebarnya HPHK. Salah satunya adalah dari penyakit ASF ini,” pungkas Bambang.

 

Pada agenda pemusnahan 7 ton daging babi terjangkit ASF tersebut, turut hadir pula sebagai saksi kegiatan pemusnahan, yaitu perwakilan Kepolisian sektor Poso Pesisir Utara, Bhabinkamtibmas desa Kawende, perwakilan Dinas Perkebunan dan Peternakan, Provinsi Sulteng, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Poso, Kepala Desa Kawende, KP3 Pantoloan, Komandan Koramil Poso Pesisir, dan pemilik barang.ue/bella

 

 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain