Rabu, 18 Mei 2022

Perhatikan Ukuran Partikel Pakan Broiler

Perhatikan Ukuran Partikel Pakan Broiler

Foto: ist/dok.USSEC


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Partikel bahan pakan mempengaruhi kinerja sistem pencernaan unggas, termasuk ayam broiler (ayam pedaging). Sistem pencernaan yang bekerja sempurna merupakan pnentu kesehatan dan produktivitas ayam.

 

Extension Specialist and Associate Professor, Department of Poultry Science, Universitas Auburn, Wilmer Pacheco mengungkapkan bahwa proses pelet akan mengurangi sedikit ukuran partikel dari bahan baku pakan. Umumnya pada pelet itu hanya fokus untuk struktur makro, tetapi melupakan struktur mikronya. Pasalnya masing-masing, baik struktur mikro maupun makro memiliki fungsi yang berbeda setelah masuk ke dalam saluran pencernaan.

 

“Pelet harus benar-benar baik dan harus memiliki banyak partikel mikrostruktur guna merangsang perkembangan gizard dan reverse peristaltis (gerak peristaltik) usus. Biasanya yang diperhatikan itu adalah ukuran bahan baku yang utama, seperti jagung, bungkil kedelai dan untuk layer (ayam petelur) itu biasanya ada ukuran kalsium juga perlu ditkekankan,” jelas dia.

 

Struktur mikro pada partikel pelet perlu diperhatikan, sebab partikel-partikel tersebut akan merangsang gerak peristaltik usus dan juga membantu meningkatkan kecernaan nutrisi. Perlu diingat bahwa penyerapan akan terjadi di usus kecil dan kriteria penyerapan sangat penting.

 

Adapun pakan akan merangsang fungsi gizard dan juga perkembangannya. “Pada dasarnya, gizard menjadi bagian dari organ bukannya organ penggiling, sehingga ukuran partikel pakan tidak berubah sebelum ada di usus dan akan menyebabkan berkurangnya penyerapan nutrisi,” tutur Pacheco.

 

Lebih lanjut, sebagian besar bahan yang digunakan dalam peternakan memerlukan beberapa jenis penggilingan. Penggilingan dapat mengurangi segregasi usai pencampuran, sebab ukuran partikel yang lebih kecil segregasinya juga lebih kecil daripada partikel yang lebih besar. Selain itu penggilingan membantu meningkatkan kualitas pelet, karena ada penetrasi panas dan kelembaban yang lebih besar selama pengkondisian.

 

“Selama penggilingan, ada peningkatan jumlah bahan yang terpapar ke sistem pencernaan broiler. Ini baik untuk pencernaan dan efisiensi pakan yang lebih baik. Namun kita perlu ingat bahwa ayam memiliki organ penggilingannya sendiri,” ujarnya mengingatkan.

 

Salah satu alasan utama mengapa Pacheco biasanya mencoba untuk mengurangi ukuran partikel lebih dari yang dibutuhkan, adalah untuk meningkatkan kualitas pelet. Pada penggilingan bungkil kedelai meningkatkan kualitas pelet lebih dari 10 %.

 

“Penggilingan jagung dari 1.000 mikro menjadi 400 mikro dan ukuran partikelnya berkurang, kualitas pelet pun meningkat. Namun karena ukuran partikel meningkat, biaya penggilingannya berkurang. Anda dapat melihat contohnya jika menggiling untuk menghasilkan pakan hewan peliharaan atau ikan, dan kemudian Anda menggiling 450 mikro maka Anda akan menghabiskan 5 kali lebih banyak. Jika Anda menggiling pakan untuk unggas, akan lebih baik pada penurunan 100 dan 1.200 mikro,” papar dia.ed/bella

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain