Jumat, 27 Mei 2022

Harga Ayam Melorot Usai Lebaran

Harga Ayam Melorot Usai Lebaran

Foto: dok.TROBOSLivestock


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Pasca lebaran, harga ayam hidup (live bird/LB) melorot. Padahal, selama satu minggu menjelang lebaran, harga LB pernah menyentuh di angka Rp 25.000 per kg sementara terendah Rp 22.500 per kg.

 

“Harga LB pun berangsur-angsur merosot usai momen puncak lebaran berakhir, per Sabtu (21/5) harga LB terjerembab di angka Rp 16.500 per kg,” ucap Muhammad Eko, peternak ayam ras pedaging (broiler) di Malang, Jawa Timur kepada TROBOS Livestock, Sabtu (21/5).


Harga menurun, kata Eko, dipicu karena serapan menurun. Sisi lain, stok selama lebaran masih ada. Bahkan populasi LB di lapangan saat ini masih banyak terutama ayam besar dengan ukuran 2,5 kg. “Akibatnya, banyak peternak yang mengurangi populasi chick in, yang biasanya chick in 15 ribu ekor kini hanya diisi sekitar 8 ribu ekor,” ujarnya.

 

Adapun harga pokok produksi (HPP) untuk LB menurut Eko, mengalami peningkatan dari Rp 20.000 per kg menjadi Rp 21.000 per kg. Hal tersebut, diakibatkan merangkaknya harga pakan yang menyentuh di angka Rp 8.300 per kg. Padahal pada bulan puasa serta menjelang lebaran kemarin hanya Rp 8.100 per kg.

 

Di sisi lain, ia jelaskan, peningkatan harga pakan berpengaruh terhadap jumlah populasi DOC di kandang yang berkurang. Kondisi ini yang menyebabkan harga DOC turun drastis dari Rp 7.400  per ekor pada April lalu, kini hanya Rp 2.500 per ekor.

 

“Namun meskipun harga DOC turun, peternak bermain aman dan tidak gegabah untuk melakukan chick in besar-besaran. Prediksi harga LB kedepannya belum bisa diprediksi yang pasti diatas Rp 20.000 per kg

 

Terkait kesehatan ternaknya, lanjut Eko, adanya perubahan cuaca ekstrem, hampir 25 % dari jumlah populasi terserang penyakit. Meskipun hal tersebut bisa lebih parah lagi atau bahkan berkurang tergantung dari pola manajamen kandang. Penyakit yang sering menginggapi yakni CRD dan E.coli. Sementara, penyakit yang disebabkan oleh virus jarang ditemui karena DOC telah divaksin di hatchery bahkan divaksin ulang pada saat pemeliharaan.

 

“Adapun mencegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri dengan pengetatan sanitasi berupa penyemprotan desinfektan lalu penataan manajemen kandang yang harus diubah,” ujarnya.

 

Senasib dengan Eko, Rudi peternak broiler di Banjarmasin Kalimantan Selatan mengatakan hal yang sama, setelah seminggu usai lebaran, harga LB anjlok dari Rp 27.000 per kg sebelum lebaran menjadi Rp 19.000 per kg. Meskipun terjadi kenaikan kembali pada pertengahan Mei sampai dengan Sabtu (21/5) yakni Rp 22.000 – Rp 23.000 per kg.

 

“Harga LB yang berfluktuatif ini disebabkan efek dari pelaku usaha baru yang tergolong besar masuk di Kalsel berebutan pasar sehingga hal ini dimanfaatkan oleh tengkulak untuk mempermainkan harga di peternak maupun di pasar,” terangnya.

 

Sementara HPP untuk LB, menurut Rudi pada Mei ini sudah mencapai Rp 25.000 per kg diakibatkan terjadi kenaikan harga pakan dari Rp 8.350 per kg menjadi Rp 9.950 per kg. Perubahan ini disebabkan harga bahan baku impor yang cenderung berfluktuatif meskipun harga jagung cenderung stabil di angka Rp 5.700 per kg – Rp 5.900 per kg.

 

Adapun harga DOC yakni Rp 7.300 per ekor yang paling mahal, sedangkan paling murah yakni Rp 5.500 per ekor berdasarkan kualitas DOC. “Prediksi kedepan untuk harga LB terperosot dan ada kemungkinan di bawah HPP, namun harga pastinya belum bisa menentukan,” terangnya.

 

Di sisi lain, Rudi menyampaikan bahwa akibat perubahan cuaca bahkan pada suhu tertentu bisa mencapai 39oC -40oC. Parahnya lagi, pada suhu tersebut kemudian hujan turun pada malam harinya yang mengakibatkan broiler mengalami heat stress. Walhasil berpengaruh terhadap performa.

 

Baginya, guna menaggulangi permasalahan tersebut, kini peternak sedang beralih ke kandang tertutup (closed house/CH) dan perkembangannya sangat cepat. Sementara bagi peternak yang masih menggunakan kandang terbuka (open house) hanya diberikan elektrolit dan vitamin C pada broiler.ed/zul

 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain