Sabtu, 28 Mei 2022

Puskeswan Ujung Tombak Penanggulangan Wabah PMK

Puskeswan Ujung Tombak Penanggulangan Wabah PMK

Foto: ist/dok.Jatengprovgoid
Pemeriksaan oleh petugas Puskeswan di sebuah pasar hewan di Jawa Tengah. (Ilustrasi)

Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM).  Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) berperan sebagai garda terdepan dalam penanganan wabah penyakit mulut dan kaki (PMK) pada hewan ternak.

 

Nandan Iskandar - paramedis veteriner Puskeswan Surade bersama tim Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi menginformasikan telah melakukan upaya keras dalam mencegah dan menangani penularan PMK. Khusus ternak yang beresiko tertular, tim kesehatan sudah memberikan vitamin A,D dan E pada ternak sapi milik para peternak di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

 

“Pemberian vitamin tersebut bertujuan untuk meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh ternak ditengah penyebaran PMK yang sedang terjadi. Tim Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi secara aktif juga melaksanakan layanan kesehatan terhadap ternak rentan sebagai upaya #SiagaPMK agar penyebaran penyakit dapat dicegah dengan meningkatkan kesehatan ternak di wilayahnya,” kata Nandan yang juga anggota Paramedik Veteriner Indonesia (PAVETI) DPD Jawa Barat.

 

Tidak hanya itu, hal yang sama di Kalimantan Selatan, Bahrin Noor menceritakan tim Puskeswan Bakarung, Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Selatan juga telah melakukan surveilan PMK dengan melakukan pemeriksaan tanda klinis pada ternak kambing milik para peternak di Desa Taniran, Kecamatan Angkinang, Provinsi Kalimantan Selatan.

 

“Kami secara aktif melaksanakan monitoring ke peternakan rakyat ditengah penyebaran PMK yang sedang marak terjadi. Tim dinas juga melaksanakan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) sebagai bagian dari #SiagaPMK kepada para peternak, terutama dalam mengamati tanda klinis pada ternak yang dipelihara,” ujar Bahrin.

 

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Nasrullah menyampaikan berdasarkan amanat Undang-undang No.18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan disebutkan bahwa Puskeswan melakukan tugas utama sebagai ujung tombak kesehatan hewan yang strategis dalam mendukung Sistem Kesehatan Hewan Nasional (Siskeswannas).

 

“Dari data per Januari 2022 lalu, Indonesia memiliki 1.588 unit Puskeswan yang tersebar di seluruh Indonesia dan ada 89,7 persen kabupaten/kota yang memiliki Puskeswan," ucap Nasrullah.

 

Nasrullah mengatakan sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, peran Puskeswan harus dioptimalkan untuk menekan penularan wabah PMK diantaranya melalui penularan kontak langsung antar hewan ke hewan atau manusia ke hewan. Tidak hanya itu, Puskeswan juga mampu mendekatkan peternak dengan petugas kesehatan hewan sehingga penanganan PMK bisa dilakukan lebih dini.

 

“Kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah baik provinsi dan kabupaten terus kita tingkatkan. Kita juga terus melakukan updating perkembangan penanganan PMK dan ini tidak luput dari peran serta Puskeswan di berbagai daerah,” tutup Nasrullah.ist/ed/ntr

 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain