Rabu, 1 Juni 2022

Selfmixed Bahan Pakan Lokal pada Unggas

Selfmixed Bahan Pakan Lokal pada Unggas

Foto: Istimewa


Perhitungan dan penyusunan formulasi pakan menggunakan bahan pakan alternatif berupa bahan pakan lokal diharapkan dapat menekan biaya produksi
 
Perkembangan genetik pada broiler (ayam pedaging) dari tahun ke tahun sangat luar biasa. Selain genetik, pakan juga sangat berpengaruh dalam perkembangan tersebut. Komponen pakan unggas sendiri harus dapat memenuhi beberapa zat makanan, seperti karbohidrat, asam amino, lemak, vitamin, dan mineral.
 
Osfar Sjofjan, Dosen Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya mengatakan, pakan unggas yang baik adalah pakan yang sesuai dengan jenis ternaknya, tujuan produksi, umur pemeliharaan, kebutuhan nutrisinya, kondisi lingkungannya, sistem pemeliharaannya, formulasi pakan, bentuk pakan, dan jaminan pakan. Pakan yang baik juga tidak mengandung kontaminan, mengandung logam berat, mengandung mikroba patogen, dan tidak ada pemalsuan.
 
Prinsip dasar pakan ternak untuk unggas pedaging adalah memanfaatkan nutriennya yang diberikan untuk menghasilkan daging, sementara unggas petelur untuk menjaga dan mempertahankan orang reproduksinya. Sama halnya, pada unggas bibit, nutrisi yang diberikan harus mampu menjaga salurang reproduksinya untuk menghasilkan sel telur maupun sel sperma. Sedangkan pada unggas air yang merupakan tipe dwiguna, nutrisi akan dimanfaatkan untuk menjaga saluran reproduksi ataupun menghasilkan daging.
 
Pemilihan Bahan Baku Pakan Lokal
Menurut Osfar, bahan baku pakan lokal adalah setiap bahan yang merupakan sumber daya lokal Indonesia yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Penggunaan pakan lokal biasanya sesuai dengan lokasi dan kebiasaan peternak setempat. 
 
Sumber bakan pakan lokal berasal dari limbah pertanian asal tanaman pangan yaitu jerami padi, bekatul, dedak kasar, dedak halus, sekam padi, jerami jagung, tongkol jagung, daun ubi kayu, jerami ubi jalar, dan jerami kacang tanah, serta hasil samping limbah perkebunan yaitu bungkil inti sawit.
 
“Hasil samping dan limbah dari berbagai jenis tanaman merupakan sumber bahan baku pakan alternatif yang potensial. Pengembangan sistem pakan berbasis sumber bahan pakan lokal ini menjadi pilar yang mendukung perkembangan produksi peternakan di Indonesia yang berkelanjutan, efisien dan kompetitif,” tambahnya.
 
Adapun tujuan pengolahan bahan pakan lokal diantaranya untuk meningkatkan acceptability dan palatabilitas mengubah ukuran dan bentuk, meningkatkan nilai nutrisi, menghilangkan atau mengurani racun dan kontaminan, mengisolasi zat nutrisi dalam bahan pakan. Juga untuk meningkatkan kecernaan nutrisi, meningkatkan daya simpan, membentuk bahan pakan baru, serta meningkatkan optikal density.
 
Namun, dalam penggunaan bahan pakan lokal terdapat batasan-batasan yang harus diperhatikan, misalnya kandungan antinutrisi, besarnya kerapatan jenis, kandungan serat kasar, kandungan asam amino esensial. Selain itu, yang harus diperhatikan juga adalah nilai kecernaan, kandungan lemak kasar, keseimbangan antara Ca dan P, efeknya terhadap karkas, palatabilitas, harga dan ketersediaan. 
 
“Dalam memilih bahan pakan lokal yang akan digunakan sebagai pakan unggas, bahan makanan ternak (BMT) harus ditentukan terlebih dahulu apakah sebagai sumber energi atau protein, atau yang lainnya. Kemudian potensi dan ketersediaannya juga harus diperhatikan,” tandasnya.
 
Selanjutnya adalah menjamin kontinuitas BMT, mengetahui asal BMT, apakah BMT merupakan hasil samping atau murni. Lebih lanjut adalah memperhatikan faktor pembatasnya atau kandungan antinutrisinya. Selain itu juga palatabilitas, aksestabilitas BMT, harga BMT.
 
Formulasi Pakan
M. Halim Natsir, Dosen Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya menyampaikan, formulasi pakan didefiniskan sebagai proses perhitungan dan penyusunan berbagai bahan pakan untuk menjadi pakan lengkap atau konsentrat yang sesuai dengan kebutuhan ternak, kesehatan ternak dan manusia yang mengonsumsi. Setelah itu barulah dilakukan pencampuran.
 
 
Selengkapnya baca di majalah TROBOS Livestock Edisi 273/Juni 2022
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain