Rabu, 1 Juni 2022

FAO Peringati Hari Lebah Sedunia

Roma (TROBOS). Lebah merupakan makhluk kecil pekerja keras, ulet, dan penghasil produk madu yang bermanfaat untuk kesehatan manusia. Lebah dan penyerbuk lainnya memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem, sangat penting untuk produksi pangan dan mata pencaharian serta secara langsung menghubungkan ekosistem liar dengan sistem produksi pertanian. Almond, apel, kopi, maupun stroberi adalah semua makanan yang bisa dinikmati berkat aktivitas penyerbukan lebah yang cermat dan serangga penyerbuk lainnya. 
 
Selain makanan, serangga ini secara tidak langsung berkontribusi pada penyediaan obat-obatan dan produksi serat, biofuel, dan bahan lainnya. Begitu banyaknya hadiah datang dari pekerjaan mereka yang tak kenal lelah, tetapi lebah dan penyerbuk menghadapi banyak tantangan dewasa ini. Food and Agriculture Organization (FAO) atau Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia memperingatkan bahwa layanan penyerbukan menurun di banyak belahan dunia. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal FAO, QU Dongyu melalui pesan video dalam rangka perayaan Hari Lebah Sedunia 2022 yang jatuh setiap 20 Mei.
“Lebah, penyerbuk, dan banyak serangga lainnya berkurang jumlahnya karena praktik pertanian yang tidak berkelanjutan, seperti pestisida, hama dan patogen, perusakan habitat, dan krisis iklim. Kita harus bertindak secara kolektif guna mendukung, memulihkan dan meningkatkan peran lebah, penyerbuk, dan peternakan lebah,” imbuh Dongyu seraya memperingatkan.
 
Menurutnya, peternakan lebah adalah kegiatan yang melampaui produksi madu dan berkontribusi pada pencapaian banyak Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs). Hal tersebut karena dapat dilakukan dengan sumber daya yang terbatas dan bahan yang tersedia secara lokal, peternakan lebah menyediakan sumber pendapatan bagi mereka yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, membantu meningkatkan ketahanan dan mata pencaharian masyarakat pedesaan dan masyarakat adat.
 
Dongyu pun mengimbuhkan bahwa peternakan lebah adalah kegiatan yang tersebar luas dan global, dengan jutaan peternak lebah, termasuk masyarakat adat, yang bergantung pada lebah untuk mata pencaharian dan kesejahteraan mereka. “Masyarakat adat sangat penting untuk konservasi reservoir genetik yang penting dan seringkali merupakan satu-satunya yang tahu tentang spesies lebah lokal dan semua produk serta layanan mereka,” tandas Dongyu.
 
Sebagai informasi, Hari Lebah Sedunia ditetapkan pada 2017 lalu melalui resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengikuti proposal dari pemerintah Slovenia. Acara tahun ini sekali lagi merupakan kesempatan untuk mempromosikan tindakan yang dapat dilakukan oleh pemerintah, sektor swasta, organisasi, masyarakat sipil, dan warga negara guna melindungi lebah dan penyerbuk lainnya beserta habitatnya, mempromosikan keanekaragamannya, dan mendorong praktik perlebahan yang berkelanjutan. bella
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain