Jumat, 1 Juli 2022

Mengulik Kewirausahaan di Perunggasan

Mengulik Kewirausahaan di Perunggasan

Foto: 


Usaha dalam bidang peternakan sangat
menjanjikan karena pasarnya luas

Kewirausahaan adalah salah satu
bidang yang dapat dikembangkan
untuk membangun perekonomian
nasional. Keberadaan para pengusaha akan

menciptakan lapangan kerja dan berman-
faat bagi masyarakat luas. Potensi besar ada

pada generasi muda Indonesia. Berbagai
usaha dilakukan untuk menumbuhkan jiwa
berwirausaha dalam diri.
Seperti yang diungkapkan Aris Setiawan
Owner UD Aris Puyuh beberapa alasan yang
mendasari dirinya untuk berada di dalam
dunia wirausaha yaitu karena tidak ingin
bekerja dengan orang lain, juga belajar dari

cara bekerjanya orang sukses. “Saya me-
mulai beternak puyuh di Tulungagung sejak

2007,” ujarnya dalam acara Millennial Agri-
culture Forum (MAF) Volume 3 Edisi 10 yang

dilaksanakan secara online. Adapun kegia-
tan yang diadakan oleh Politeknik Pem-
bangunan Pertanian (Polbangtan) Malang

bertema “Soybean and Poultry Business for
Millennials and Beginners”.
Lanjutnya, hal-hal yang membuat Aris

memilih untuk beternak puyuh yaitu pa-
sarnya yang sangat luas. Menurutnya, target

pasar burung puyuh ini dapat mencangkup
mulai dari kalangan bawah, menengah,

hingga atas. “Kemudian modal yang di-
butuhkan juga tidak terlalu besar, tingkat

risiko yang dihadapi relatif ringan,” sebut-
nya.

Selain itu, perputaran modalnya yang

terbilang cukup cepat. Mulai dari puyuh me-
netas hingga bertelur, membutuhkan waktu

kurang lebih 40 hari. Biasanya pada umur
60 hari, peternak sudah dapat mengambil
keuntungannya.
Selama beternak, Aris memiliki tujuan
untuk menjadikan usaha ternak puyuhnya

dapat tumbuh berskala besar. Tujuan terse-
but ia wujudkan dengan melalui pengem-
bangan kapasitas ternak puyuh, pengem-
bangan usaha breeding (pembibitan) de-
ngan menyediakan DOQ (puyuh umur se-
hari) berkualitas.

Selain itu, ia juga membangun relasi

antara peternak puyuh dengan sistem ke-
mitraan. Juga menyediakan layanan ke-
butuhan peternak puyuh khusus mitranya

seperti pakan, kandang, DOQ, dan lain-lain. Aris ingin membuktikan kepada masyarakat
luas bahwa usaha peternakan tidak bisa
dipandang sebelah mata. “Usaha dalam
bidang peternakan sangat menjanjikan
karena pasarnya luas,” imbuhnya.

Aris memulai bisnisnya dengan popu-
lasi awal sebanyak 200 ekor, kemudian sei-
ring berjalannya waktu mengembangkan

bisnisnya hingga 4.000 ekor. Kini total popu-
lasi yang dimiliki mencapai 11.000 ekor de-
ngan hasil produksi sendiri serta binaannya

yang berjumlah 13 orang dan menghasilkan
telur sekitar 9,6 ton per bulan.
Dengan rata-rata harga telur Rp 25.000
per kg, dan peternak binaannya mendapat
untung Rp 500 – 1.000 per kg, ia dapat
memperoleh pendapatan kotor sebanyak
Rp 86.400.000 per bulan. “Tak hanya itu,
kami dapat memproduksi DOQ dari hasil
breeding sebanyak 12.000 ekor per bulan.
Dengan harga jual DOQ Rp 2.000 per ekor,”
tambahnya.

Hasil produk peternakan yang diper-
olehnya, ia pasarkan kepada semua lapisan

masyarakat dan semua umur. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa target pasar
sangatlah luas. Ia memasarkan melalui
pengepul, ataupun pembeli dapat datang

langsung ke peternakannya serta menjual-
nya melalui online atau media sosial.

 

Selengkapnya Baca di Majalah TROBOS Livestock edisi 274/Juli 2022

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain