Jumat, 1 Juli 2022

Dampak PMK di Sapi Perah

Dampak PMK di Sapi Perah

Foto: 


Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih berlangsung ternyata bagai badai yang menghantam industri persapian tanah air. Tidak terkecuali, industri sapi perah nasional yang sangat terdampak dengan penyakit yang tergolong akut serta mudah menular ini. Ternyata tidak hanya penyakit yang dirasakan peternak sapi perah tetapi ekonomi mereka pun menjadi sangat goyah.

 

Seperti dituturkan Dedi Setiadi, Ketua Umum Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) bahwa PMK merupakan penyakit ekonomi, yang diserang bukan hanya isu penyakit tetapi ekonominya juga. Jika sudah terkena, peternak akan mempunyai permasalahan terkait ekonomi yang cukup banyak.


PMK saat ini, ia paparkan sudah menyerang di seluruh koperasi persusuan di Indonesia dengan berjumlah total 58 koperasi anggota GKSI yang terletak di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. “Sapi perah di peternak sudah tertular PMK dengan tingkat ketertularan yang berbeda – beda,” terangnya pada MIMBAR TROBOS Livestock The Series ke-26 – Persusuan bertema “Dampak dan Pengendalian PMK di Sapi Perah” yang digelar secara virtual pada Senin (27/6).


Pada MIMBAR yang digagas oleh Majalah TROBOS Livestock bekerjasama dengan Sekolah Vokasi IPB University, disiapkan oleh TComm (TROBOS Communication), serta disiarkan secara langsung di kanal Youtube Agristream TV dan Facebook TROBOS Livestock ini hadir pula Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian – Musdhalifah Machmud; Pemilik PT Waluya Wijaya Farm dan Pendiri PT Santona Oro Banyan – Septian Jasiah Wijaya; Ketua Departemen Ilmu Ekonomi IPB University – Sahara; Busi- ness Manager (Ruminant) PT Evonik Indonesia – Agung Wixnyo; serta Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Peternakan dan Perikanan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian – Pujo Setio. Dalam acara yang disponsori Evonik Indonesia, Frisian Flag, dan Real Good ini dikatakan Dedi, penyakit PMK mempunyai tingkat ketularan 100 %. Jika satu kandang ada 10 ekor dan 1 ekor sudah terkena, maka dapat dipastikan sapi yang berada di dalam kandang tersebut sudah tertular PMK. Ketika diserang adanya relaksasi kredit bagi peternak yang terdampak PMK baik itu kredit LPDB maupun kredit ke bank dengan kriteria penundaan pembayaran, penghapusan bunga, dan penghapus bukuan,” pinta Dedi.


Pujo Setio menyarankan, masyarakat tidak panik ketika menghadapi PMK. Maka dari itu, komunikasi, informasi, dan edukasi harus tepat dan jelas kepada seluruh masyarakat khususnya peternakan sapi perah. “Penyakit PMK ini tidak masuk kategori zoonosis seluruh produk dari hewan yang tertular PMK aman dikonsumsi. Artinya, tidak ada alasan bahwa PMK dikhawatirkan menyebar ke manusia,” jelasnya.

 

Selengkapnya baca di Majalah TROBOS Livestock Edisi 274 Juli 2022

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain