Jumat, 1 Juli 2022

PPSKI Minta PMK Jadi Darurat Wabah Nasional

Jakarta (TROBOS). Pengurus Pusat Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) meminta pemerintah agar segera menetapkan status penyakit mulut dan kuku (PMK) menjadi darurat wabah nasional agar penanganan penyakit yang sangat merugikan peternak itu lebih cepat dan sistematis. Status darurat wabah memungkinkan penggunaan anggaran tanggap darurat yang diantaranya digunakan untuk mempercepat produksi vaksin. Selain itu juga digunakan untuk membantu peternak yang terdampak jika dilakukan pemusnahan ternak (stamping out).

Nanang Purus Subendro selaku Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) menegaskan, penanggulangan PMK tersendat akibat anggaran yang tidak tersedia.“Saya setuju apabila dilakukan pemusnahan massal bagi ternak yang terinfeksi PMK maupun ternak yang berada disekitarnya. Sayangnya, pemerintah tidak memiliki anggaran untuk memberikan kompensasi kepada peternak yang terdampak. Itu yang saya alami di Lampung,” ceritanya pada acara Diskusi Publik yang digagas PPSKI di Jakarta pada Rabu (8/6). 

“Karena saat ini, sebagian rumah potong hewan dipenuhi oleh ternak yang akan dipotong paksa akibat PMK. Kita bisa mencontoh Inggris yang telah lepas dari PMK dengan cara pemusnahan massal yang menelan biaya sebesar Rp 37,9 triliun pada 2001,” ujarnya. zulendra

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain