Rabu, 13 Juli 2022

Intervensi Nutrisi dengan Self Mixing

Intervensi Nutrisi dengan Self Mixing

Foto: dok.istimewa


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Pakan merupakan komponen terbesar terhadap biaya produksi usaha ayam petelur. Guna menekan ongkos biaya produksi sekaligus mengetahui kualitas setiap bahan baku yang akan diransum bagi peternak, PT BEC Feed Solutions Indonesia (BEC) berkomitmen mengambil peran dalam melakukan intervensi nutrisi dengan self mixing (campur pakan sendiri).

 

Adanya self mixing peternak dapat menentukan formulasi pakan sesuai dengan kebutuhan nutrisi serta kondisi lingkungan pada ayam petelur,” ujar Irman Fachrudin selaku Konsultan Nutrisi dan Formulator BEC Feed Solutions Indonesia saat ditemui pada Indolivestock 2022 Expo & Forum di Jakarta Convention Center (6-8/7).

 

Kendati demikian, Irman tegaskan, adanya kelangkaan bahan baku yang menimbulkan gejolak fluktuasi harga merupakan tantangan tersendiri bagi peternak. Namun hal tersebut juga dialami oleh pabrikan pakan yang tergolong besar. Tantangan lainnya, peternak perlu menyiapkan modal yang besar guna memasok bahan baku seperti jagung dan bungkil kedelai. Serta menyiapkan alat giling jagung dan mixer.

 

“Tetapi, untuk mixer bisa diakali dengan teknik tertentu dengan menggunakan sekop. Meskipun mengeluarkan modal yang besar diawal, tentunya hasil yang didapatkan sebanding dengan performa ayam petelur yang dihasilkan,” terangnya.

 

Dalam praktek self mixing, Irman kemukakan, peternak perlu menyediakan bahan baku pakan tersedia dipasaran dengan kontinuitas yang terjaga seperti jagung, bungkil kedelai, tepung daging dan tulang, grit batu/kerang, minyak/CPO, garam serta premiks. Namun yang perlu digarisbawahi, pengunaan jagung dapat digantikan dengan wheat (gandum) namun untuk bungkil kedelai tidak bisa diganti dengan bahan baku lain.

 

“Bungkil kedelai merupakan sumber protein yang paling ideal bagi ayam petelur,” imbuhnya.

 

Adapun penambahan premiks bertujuan meningkatkan daya guna pakan dan menjaga kesehatan unggas. Di lapangan, berbagai imbuhan yang ditambahkan seperti anti jamur, anti koksi, toxin binder, enzim, probiotik, dan obat-obatan lainnya.

 

“Pemberian premiks harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Premiks merupakan salah satu bahan baku pakan yang sangat sensitif dan perlu penanganan khusus serta keakuratan yang tinggi dalm proses pembuatannya.

 

Berbekal pengalaman BEC yang telah berkiprah lama di Australia bahkan menjadi nomor 1, Irman mengklaim pihaknya telah berhasil memproduksi premiks yang disusun berdasarkan fungsi dan kegunaannya yang sesuai dosis anjuran, serta dibuat dengan proses pencampuran secara otomatis sehingga terjamin homogenitasnya.

 

Ekspansi Pasar

Sementara itu, Jason President Director BEC, Jason Keith Hatchett mengutarakan bahwa gelaran Indolivestock 2022 ini diharapkan mampu memperkenalkan produk-produknya seperti premiks, feed additive, serta trading guna mengekspansi pasar secara progresif sekaligus mengembangkan lini bisnis.

 

“Senang sekali bisa bertemu kembali di Indolivestock mengingat kemarin-kemarin hanya bisa bertemu secara online dengan pelanggan kami,” terangnya.

 

Kedepannya, lanjut Jason tidak hanya fokus di sektor perunggasan yang merupapakan pasar terbesar terhadap penjualan premiks dan feed additive, melainkan akan lebih mengekspansi produknya di komoditas ruminansia, akuakultur dan makanan hewan peliharaan (pet food). 

 

Jason ungkapkan bahwa pihaknya telah memiliki pabrik premiks di Pasuruan dengan kapasitas 500 ton per bulan yang dilengkapi dengan fasilitas pabrik standar internasional yang diharapkan kedepannya akan bertambah kapasitasnya sehingga mampu memasok premiks bagi kebutuhan pelanggan,” ungkapnya. ue/zul

 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain