Kamis, 21 Juli 2022

ADHMI Melantik Nakhoda Baru

ADHMI Melantik Nakhoda Baru

Foto: dok.istimewa


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Bebarengan dengan pagelaran pameran peternakan skala internasional Indolivestock Expo & Forum 2022 di Jakarta Convention Center, Jakarta (6-8/7). Asosiasi Dokter Hewan Monogastrik Indonesia (ADHMI)  melangsungkan Pelantikan dan Musyawarah Nasional.

 

Pada kesempatan itu, Michael Indra resmi dilantik sebagai Ketua Umum ADHMI 2022-2026, menggantikan Paulus Mbolo Maranata. Dia dibantu oleh Antonia Agnes Sri sebagai Wakil Ketua ADHMI, serta Bintang dan Darmawan Mulyadi sebagai Sekretaris dan Bendahara ADHMI.

 

Indra pun menyampaikan, sebagai non teritorial dibawah bendera Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dia akan membawa ADHMI lebih berkontribusi dan bermanfaat di sektor peternakan babi di Indonesia.

 

Mengingat, saat ini sedang dirundung duka akibat mewabahnya penyakit mulut dan kuku (PMK). Padahal sebelumnya sektor peternakan babi diserang oleh virus African Swine Fever (ASF). “Saya pun akan berusaha memperbaiki internal ADHMI lebih baik lagi serta berkolaborasi dengan berbagai stakeholder terkait,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Paulus Mbolo Maranata, Ketua ADHMI 2016-2021 memberikan selamat atas dilantiknya pengurus ADHMI yang baru. Tak ketinggalan, ia juga ucapkan rasa terimakasih kepada pengurus sebelumnya yang telah berjuang guna menyukseskan program-program ADHMI.

 

“Tentu selama saya menjadi Ketua ADHMI sebelumnya,tidak luput dari kekurangan dan kesalahan, semoga bisa diperbaiki pengurus ADHMI yang baru. Semoga ADHMI akan jauh lebih baik lagi,” ujarnya.

 

Mewakili PB PDHI, Bonifasius Suli Teruli Sitepu mengatakan agar ADHMI mampu mengambil peran guna mengendalikan wabah PMK. Di sisi lain, ia tegaskan, perkembangan dokter hewan di Indonesia dituntut terus tumbuh dan belajar untuk mampu menjawab tantangan saat ini yakni tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan hewan melainkan melibatkan aspek kesehatan manusia dan lingkungan.

 

Ia berharap ADHMI tidak hanya berkutat pada kesehatan hewan yang saat ini disempitkan dengan istilah mengobati, namun harus mampu menguasai dan masuk ke dalam ranah sosial, ekonomi bahkan politik.

 

“Bukan politik praktis tetapi dalam artian mengembangkan keprofesian sebagai dokter hewan monogastrik agar lebih diketahui manfaatnya, khususnya bagi peternak babi,” pesannya.

 

Seminar PMK

Usai pelantikan pengurus ADHMI periode 2021-2026, acara dilanjutkan dengan seminar yang membahas mengenai Situasi PMK dan Pengendaliannya. Disampaikan oleh Nuryani Zainuddin selaku Direktur Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian. Nuryani kemukakan bahwa pemerintah terus berupaya guna mengendalikan wabah PMK.

 

Memang untuk saat ini fokus pemerintah pada ruminansia besar dengan membentuk Satgas PMK yang telah disusun Kementan bekerjasama dengan BNPB termasuk pemberian vaksin PMK. Dengan menyebarnya PMK begitu cepat, pemerintah pun tidak bisa bekerja sendiri. Di lain sisi, pemerintah juga tidak abai terhadap pengendalian dan penanggulangan PMK di hewan monogastrik.

 

“Alhasil, kami memerlukan dukungan dari semua pihak yang terkait termasuk peran ADHMI. Mengingat pengendalian PMK masih banyak permasalahan baik dari sisi lalu lintas ternak dan ketersediaan vaksin,” jelasnya.

 

Kendati demikian, Nuryani menyampaikan dalam waktu dekat ini akan mengeluarkan lis vaksin yang akan digunakan ADHMI guna melakukan vaksinasi terhadap babi milik peternak. Bahkan apabila ADHMI ingin melakukan pemasukan vaksin secara mandiri secara aturan diperbolehkan.

 

“Dengan catatan menyampaikan kepada kami selaku pemerintah sehingga kami bisa merekomendasikan jenis vaksin yang akan digunakan,” terangnya.

 

Di lain sisi, dia berharap kepada pengurus ADHMI yang baru agar segera melakukan audiensi dengan pemerintah terkait pemasukan vaksin ASF. Mengingat, vaksin ASF telah diproduksi oleh Vietnam namun pemerintah perlu melakukan kajian yang lebih mendalam.

 

“Harapannya ADHMI akan mampu berkolaborasi dengan pemerintah dalam upaya pengendalian penyakit pada babi di Indonesia,” tutupnya. ed/zul

 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain