Senin, 1 Agustus 2022

Program Tokcer untuk Kesehatan Layer

Program Tokcer untuk Kesehatan Layer

Foto: Istimewa


Harus mampu memberikan perlindungan optimal terhadap ancaman penyakit melalui program vaksinasi dan memperketat biosekuriti 
 
Program kesehatan pada peternakan layer (ayam petelur) sebenarnya luas maknanya, meliputi seluruh aspek dari pembentukan fundamental keamanan biologik (biosekuriti), pembentukan kekebalan (umum dan spesifik), manajemen stres, dll. Namun kali ini  pembahasan dibatasi pada program vaksinasi, vitamin, dan suplemen untuk layer. 
 
M Rifa’is – Technical Education and Consultation PT Medion Farma Jaya menyatakan manajemen menjadi faktor paling besar yang menentukan keberhasilan peternakan layer. Secara ringkas manajemen layer dibagi menjadi manajemen brooding, manajemen pakan – pemenuhan kebutuhan nutrisi sesuai umur ayam. Manajemen kandang untuk menyediakan tempat hidup yang nyaman bagi layer. Fase brooding sangat penting karena saat itu terjadi pertumbuhan organ tubuh ayam, pembentukan kekebalan umum, dan imunitas spesifik. 
 
Selanjutnya manajemen kesehatan sebagai pencegahan dan pengendalian penyakit. Menurut dia, ketiga sisi pertama manajemen berpengaruh besar kepada kesehatan ayam, ayam yang sehat produktivitasnya bisa optimal. Status kesehatan ayam berbanding lurus dengan produktivitasnya.
 
Hal itu dia kemukakan pada gelaran MIMBAR TROBOS Livestock The Series ke-28 bertema “Program Kesehatan Ayam Petelur” yang digagas Majalah TROBOS Livestock, disiapkan TComm (TROBOS Communication) dan disiarkan melalui aplikasi Zoom, kanal youtube AgristreamTV, dan FB Live TROBOS Livestock pada (28/7). Pada MIMBAR yang disponsori oleh PT Ceva Animal Health Indonesia dan PT Medion Farma Jaya ini tampil pula sebagai pembicara Rony Agustian – Owner Margaraya Farm – Lampung dan Ismail Kurnia Rambe – Veterinary Service Coordinator PT Ceva Animal Health Indonesia.
 
Realita di Kandang
Rony Agustian menuturkan, pernah mengalami serangan bertubi newcastle disease (ND), sampai-sampai hampir pasrah. Dari gejala yang tampak nyata, sampai kasus yang hanya terlihat sebagai penurunan produksi dan kerabang telur tipis. 
 
“Selanjutnya kita lakukan mapping kekebalan ayam setiap bulan, diikuti dengan revaksinasi. Hasil dari mapping melalui uji serologis atau titer antibodi menunjukkan booster (revaksinasi, revaks) dapat dilakukan rata-rata setiap 3 bulan. Penyakitnya peternak adalah lupa revaksinasi seperti ND, IB, EDS atau AI, dan tidak melakukan mapping penyakit,” tuturnya.
 
Rony mengajak peternak untuk senantiasa melakukan mapping kekebalan untuk mengetahui secara pasti tahu tingkat proteksi terhadap penyakit secara spesifik. Tidak perlu ragu untuk mengeluarkan biaya mapping ini, karena jika dibandingkan dengan risiko outbreak karena telat revaksinasi atau salah program, maka beban biaya yang harus ditanggung justru jauh lebih besar. 
 
Dia menegaskan, sangat ketat menerapkan biosekuriti sebagai pondasi bagi kesehatan farm, sehingga mendapatkan Nomor Kontrol Veteriner (NKV) level 2. Dia diuntungkan oleh lokasi farm yang terpisah-pisah, tidak tersentral sehingga memungkinkan menerapkan sistem produksi all in all out atau single age pada masing-masing lokasi. Akses masuk ke Margaraya Farm pun sangat dibatasi, terlebih untuk sampai ke zona hijau (zona produksi). “Selain itu memang jarang orang yang tahu tepatnya lokasi farm. TS (technical service) pun cukup datang ke kantor saja, tak perlu ke kandang. Bahkan operator kandang harus ganti baju dan mandi sebelum masuk zona hijau, serta ada insentif dan disinsentif atas kepatuhan pada biosekuriti ini,” dia mengungkapkan.
 
Rony pun berkisah, pada awal beternak layer, pernah direpotkan dengan infeksi cacar. “Selanjutnya kita memakai iodine sebagai desinfektan. Peralatan kandang tak boleh saling pinjam. Termasuk alat suntik,” ujar  Wakil Ketua PPN (Pinsar Petelur Nasional) Lampung ini. Pada 2016, Margaraya Farm sempat terkena outbreak AI. Dia menduga pemicunya adalah lalu lalang orang, karena saat itu kandangnya belum menerapkan biosekuriti 3 zona. 
 
Selanjutnya pada tahun yang sama Margaraya Farm juga diserbu oleh tungau/gurem. Kemudian dia menetapkan program fogging setiap bulan, selama 3 hari berturut-turut. “Farm kami berada di tengah kebun yang banyak nyamuk. Fogging ini pun sekaligus untuk pengendalian nyamuk. Kita pernah cek jengger ayam penuh nyamuk saat malam. Juga ada gurem atau tungau,” dia mengatakan. Selain ektoparasit, endoparasit cacing juga masuk dalam program pengendalian, dengan pemberian obat cacing yang terjadwal. 
 
Lalat dapat menjadi vektor penyakit pada layer, sehingga menurut Rony menjadi indikator kesehatan farm. Maka pengendalian lalat meliputi pembasmian lalat dewasa dan larva sekaligus. “Kotoran yang ada di farm yang sudah ada larvanya kita  singkirkan ke tempat terbuka sehingga kena matahari dan hujan akan mati. Feses dijaga agar selalu kering, amonia tidak tinggi dan tidak menjadi sarana lalat untuk bertelur,” dia menguraikan.
 
Program Kesehatan
Rifa’is menjelaskan program kesehatan layer meliputi vaksinasi, pemberian terapi suportif seperti vitamin dan suplemen, feed additive, serta pengobatan dengan antibiotik jika diperlukan. Sebagai pondasi program kesehatan ini, biosekuriti dan monitoring penyakit harus kuat. Kalau ayam sehat, maka biaya obat juga akan minim. Ayam akan tumbuh sesuai target performa pada fase pra produksi dan bertelur maksimal pada fase layer. 
 
“Ayam sakit, akan diikuti bengkaknya konversi pakan (FCR) dan mortalitas. Pada fase pullet akan terjadi gangguan pertumbuhan dan keseragaman, sedangkan pada layer akan turun produksi telurnya. Biaya produksi pun juga akan meningkat karena peternak harus menanggung biaya obat sekaligus kerugian akibat kehilangan produksi,” jelasnya. 
 
Ismail Kurnia Rambe menggarisbawahi, program kesehatan paling penting sebelum periode budidaya adalah istirahat kandang. “Kita lakukan monitoring penyakit setiap bulan, tantangan penyakit di Indonesia itu tinggi sekali. Istirahat kandang itu makanya harus benar-benar bagus, minimal 2 minggu benar-benar istirahat dan dibersihkan. Kalau proses pembersihan kandang itu benar, maka saat DOC (ayam umur sehari) masuk yang sudah divaksin di hatchery, akan sangat mudah bagi ayam untuk melewati masa awal kehidupannya di kandang. Peternak akan fokus pada manajemen untuk mengejar performa,” dia mengungkapkan. 
 
Maka pada 5 pekan pertama, dia berpesan agar ayam jangan “diganggu” sehingga tidak ada stres, agar mudah mencapai target bobot badannya (BB). BB pada pekan ke-5 sampai 10 yang mencapai target, akan mempermudah mencapai puncak produksi telur, target livability, dll pada fase produksi/layer. Harga pokok produksi telur pun bisa ditekan,” paparnya.
 
Diuraikan Rifa’is, pada program kesehatan layer, vitamin dapat diberikan untuk beberapa tujuan. Pertama, mencegah/mengatasi stres, seperti setelah transportasi, kondisi heat stress, sebelum/setelah vaksinasi, pindah kandang dll). Saat itu ayam perlu diberi vitamin c dan elektrolit. Kedua, vitamin untuk membantu meningkatkan produksi telur dan memperpanjang masa bertelur. Formula vitamin untuk ini biasanya berisi asam folat, vitamin E, dan selenium. Ketiga, vitamin untuk meningkatkan feed intake/nafsu makan. Biasanya diberi vitamin B kompleks.
 
Pasca moratorium antibiotic growth promotor (AGP), produsen obat hewan menyediakan pengganti berupa sediaan herbal. Diantaranya dipergunakan sebagai suplemen untuk meningkatkan nafsu makan dan memulihkan energi. Ada pula herbal yang diformulasi untuk anti inflamasi seperti mengurangi reaksi pasca vaksinasi ILT/ND/dan IB live. Sebelum dan sesudah vaksinasi diberikan formula herbal imunostimulan. Herbal dapat berfungsi sebagai antibakteri dan antiprotozoa yang aman, tidak menimbulkan residu dan resistensi. 
 
Dia pun mengklaim produk herbal lebih aman, tidak menimbulkan residu dan resistensi. Diantaranya untuk antibakteri dan antiprotozoa. Juga sebagai suplemen untuk menaikkan nafsu makan ayam dan pemulihan energi. Juga untuk membantu reaksi pasca vaksinasi ILT, ND maupun IB aktif, dengan pemberan terapi suportif anti inflamasi herbal. 
 
 
Selengkapnya baca di Majalah TROBOS Livestock Edisi 275/Agustus 2022
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain