Kamis, 4 Agustus 2022

Harga Telur Stabil Diatas HPP

Harga Telur Stabil Diatas HPP

Foto: dok.shara


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Harga telur di sejumlah daerah terdeteksi stabil bahkan cenderung di atas harga pokok produksi (HPP). Dipaparkan oleh Suwardi, peternak layer (ayam petelur) di Kendal Jawa Tengah mengatakan bahwa harga telur pada Juli stabil di angka Rp 24.000 – 25.000 per kg dengan HPP Rp 23.700 – 24.150 per kg.

 

“Adapun di Juni lalu, harga telur dan HPP tidak jauh berbeda dengan Juli,” sebutnya. Harga telur diatas HPP, menurut Suwardi, karena pasokan telur yang berkurang. Sementara HPP yang stabil disebabkan ketersediaan jagung yang cukup akibat panen raya pada Juli serta intervensi pemerintah dengan menugaskan Bulog guna menstabilkan harga jagung. “Dan itu terbukti di lapangan dan terasa manfaatnya bagi peternak,” senangnya.

 

Lebih lanjut, adapun harga pakan self mixing (campur sendiri) di angka Rp 6.800 – 7.000 per kg. Sedangkan pakan dari pabrikan dibanderol dengan harga Rp 7.200 – 7.400 per kg.

 

“Kemudian, untuk harga pullet pada Juli ini melambung naik dari semula yang hanya Rp 4.300 per ekor per minggu berubah menjadi Rp 6.300 – 6.500 per ekor per minggu,” terangnya.

 

Prediksi harga telur pada Agustus, menurut Suwardi terjadi penurunan disebabkan pasokan telur mulai bertambah. Namun untuk angka pastinya masih belum bisa diprediksi.

 

“Kami pun berharap bahwa ada upaya intervensi dari pemerintah guna menstabilkan harga DOC dan pullet yang melambung tinggi. Termasuk harga pakan seharusnya turun karena pasokan jagung melimpah saat ini. Serta pemerintah dapat membuat cadangan jagung untuk bulan kritis yakni Oktober sampai Januari,” urainya.

 

Senada dengan Suwardi, Muhammad Huzaifah Ali Mutahari, peternak layer di Maros Sulawesi Selatan menyebutkan bahwa harga telur stabil di angka Rp 25.000 per kg dengan HPP Rp 24.400 per kg pada Juli dan Juni kemarin.

 

“Adapun harga pakan tercatat Rp 7.400 per kg. Dengan harga konsentrat Rp 9.100 per kg. Berikutnya harga jagung juga stabil di angka Rp 4.600 per kg yang sebelumnya mencapai Rp 5.200 per kg. Lalu harga bekatul dikisaran Rp 3.600 per kg. Sedangkan harga pullet yakni Rp 6.300 per ekor per minggu dengan harga DOC mencapai Rp 19.000 per ekor,” dia uraikan.

 

Huzaifah lalu memprediksi bahwa pada Agustus mendatang, harga telur stabil dan diperkirakan masih diatas HPP. Ia berharap akan ada sinergitas dan komitmen bersama antara pabrik pakan, perusahaan breeding, peternak untuk sama-sama saling membantu dalam upaya menekan biaya sarana dan produksi ternak meliputi pakan dan DOC.

 

Sementara itu, Yesi Yuni Astuti, peternak layer di Blitar Jawa Timur menyampaikan bahwa harga telur pada Juli di angka Rp 24.000 – 25.000 per kg dengan HPP Rp 22.500 per kg. Adapun pada Juni, harga telur masih dikisaran Rp 23.000 per kg dengan HPP Rp 22.00 per kg.

 

“Harga telur diatas HPP karena jumlah populasi layer masih belum banyak bahkan masih di fase DOC awal, belum di fase produksi,” klaimnya.

 

Namun ia sesalkan lantaran harga DOC di angka Rp 17.500 – 18.500 per ekor. Penyebabnya, permintaan peternak akan DOC mulai meningkat sementara pasokan DOC tersendat. Alhasil banyak peternak yang saling berebutan DOC untuk segera chick-in. Sementara terkait harga jagung yakni Rp 4.300 per kg. Harga tersebut lebih murah dibandingkan dengan harga jagung subsidi dengan harga Rp 4.500 per kg.

 

“Kami berharap saat ini, subsidi jagung dijeda terlebih dahulu guna memenuhi kebutuhan jagung pada bulan kritis tepatnya akhir tahun ini. Adapun pada Agustus mendatang, tidak ada alasan apapun harga telur akan terjungkal. Meskipun pada bulan setelah itu, pasokan telur akan meningkat sebab layer yang dipelihara peternak mulai berada di fase produksi, itu yang kami khawatirkan,” jabarnya. ue/zul

 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain