Sabtu, 13 Agustus 2022

UB Hibahkan Mesin Chopper pada Peternak Bantur

UB Hibahkan Mesin Chopper pada Peternak Bantur

Foto: dok.istimewa


Bantur (TROBOSLIVESTOCK.COM). Universitas Brawijaya memberikan bantuan pencacah rumput (chopper) kepada peternak Bantur - kabupaten Malang pada pelatihan pembuatan silase yang digelar Rabu (10/8).

 

Palatihan itu merupakan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digawangi 6 dosen Universitas Brawijaya (UB) berkolaborasi melalui kegiatan Doktor Mengabdi (DM). Tim terdiri dari Kuswati (Fakultas Peternakan), Hermanto (Fakultas Peternakan), Rizki Prafitri (Fakultas Peternakan), Onni Meirezaldi (Fakultas Ilmu Administrasi), dan Herlina Pratiwi (Fakultas Kedokteran Hewan), memberikan penyuluhan pada kelompok ternak Giri Jaya di Bantur, kabupaten Malang.

 

Selain membahas pembuatan silase, tim juga memberikan materi konsentrat dan penerapan biosekuriti. Kegiatan ini diikuti olh anggota Kelompok Giri Jaya dan Petugas Penyuluh Lapang dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, pada Rabu (10/8).

 

“Silase merupakan hijauan pakan ternak yang telah diawetkan, sehingga dapat menjadi pakan cadangan ketika musim kemarau. Pasalnya pada musim itu persediaan hijauan segar terbatas dan melimpah saat musim hujan. Di samping itu, metode silase dapat membantu peternak agar tidak perlu mencari rumput setiap hari,” ungkap Kuswati dalam pemaparannya.

 

Dalam proses pembuatan silase, rumput segar yang telah dilayukan akan dicacah menjadi potongan lebih kecil agar mendukung proses fermentasi dan memudahkan dikonsumsi ternak. Sehingga diperlukan mesin chopper untuk mempermudah pencacahan rumput dan hijauan. Pada kesempatan yang sama, tim DM turut menghibahkan mesin chopper kepada Kelompok Ternak Giri Jaya.

 

Sementara itu, pelatihan dan keterampilan pembuatan pakan konsetrat dilakukan dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang banyak tersedia di lokasi. Ia menyebutkna, penggunaan bahan lokal dapat menurunkan biaya pakan yang digunakan oleh peternak, sehingga usaha peternakan akan lebih efisien dan pendapatan peternakan dapat meningkat.

 

Untuk mencegah penyebaran penyakit kuku dan mulut (PMK) yang belakangan menyerang ternak ruminasia, tim memberikan pemaparan biosekuriti, meski ternak pada kelompok Giri Jaya belum ada yang terpapar.

 

Prosedur yang perlu dilakukan antara lain penyemprotan disinfektan, mencuci tangan, dan pencelupan alas kaki bagi peternak sebelum memasuki kandang atau mendekati ternak, serta penyemprotan desinfektan di sekitar kandang setelah dibersihkan. Selain itu, peralatan yang digunakan dalam pemeliharaaan juga dibersihkan secara rutin dan disemprot dengan disinfektan secara berkala.

 

“Cara ini diyakini dapat menghindari penyebaran virus PMK, khususnya pada ternak sehat. Namun pada ternak yang sudah terjangkit PMK, disarankan untuk memberi vitamin dan pakan yang dapat dengan mudah dicerna seperti bubur sapi. Guna mempercepat pemulihan dan ternak bisa kembali berjalan,” tutur Kuswati. ed/shara

 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain