Kamis, 18 Agustus 2022

Cara yang Benar Menangani Daging Sapi Segar

Cara yang Benar Menangani Daging Sapi Segar

Foto: dok.istimewa


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Tidak sedikit konsumen yang masih belum mengetahui secara tepat, bagaimana memperlakukan daging sapi segar  supaya kualitasnya tetap terjaga.

 

Adapun dalam memilih daging yang segar, ada beberapa ciri yang dapat diperhatikan oleh konsumen, seperti yang diungkapkan oleh koki (chef) ibukota, yakni Norman Ismail. Daging sapi yang baru dibeli, baik dari pasar maupun toko swalayan, sebaiknya diperlakukan dengan baik sebelum dimasak ataupun disimpan ke dalam pendingin.

 

“Cara memilih daging dengan benar yaitu yang paling gampang adalah dilihat secara kasat mata dari warna daging. Warna daging sapi yang bagus dan segar itu merah, merah segar. Kemudian dari bau, baunya itu mengeluarkan bau khas dari daging sapi itu sendiri,” sebut pria yang karib disapa Norman ini.

 

Menurutnya, ciri lain dari daging segar ialah pada saat diraba itu tidak licin dan tidak berlendir. Ia pun mengingatkan supaya jangan sampai memilih daging yang berwarna gelap, artinya daging tersebut sudah tidak bagus. Namun jika ada yang secara sengaja dagingnya disimpan lebih lama, yaitu bisa sampai 1 hingga 3 bulan itu namanya sudah proses aging.

 

“Proses aging itu berasal dari daging sapi segar yang sengaja di-aging-kan supaya mendapatkan rasa yang lebih deep dan lebih intens lagi. Tapi daging ini tetap layak untuk dikonsumsi. Namun demikian, daging itu tetap dalam tata laksana yang baik dan benar, dan ada tips serta trik khusus bagaimana cara membuat aging daging itu sendiri,” ungkap dia.

 

Usai membeli daging sapi, umumnya konsumen akan membersihkan daging tersebut lebih dahulu sebelum dimasak atau disimpan ke dalam pendingin. Membersihkan daging dengan air atau menyimpan daging tanpa dipilah-pilah terlebih dahulu, nyatanya menjadi kebiasaan yang disoroti oleh Norman.

 

Ia mengungkapkan bahwa kebiasaan ibu-ibu biasanya dagingnya dicuci sampai pucat. “Itu sebaiknya tidak usah dicuci dagingnya, cukup dengan ditap-tap menggunakan kain yang bersih, steril atau bisa juga menggunakan tisu dapur. Daging ditap-tap untuk menghilangkan basah di dagingnya, setelah itu silakan diolah,” pesan Norman.

 

Bagaimana cara penanganan daging sapi segar? Ia pun menjelaskan, alih-alih menyimpan daging sapi di pendingin supaya awet, ternyata penyimpanan daging yang salah akan membuat daging tersebut menjadi rusak. Norman pun menyarankan, jika daging akan dimasak dalam jumlah banyak atau misalnya mendapat daging saat Hari Raya Iduladha, penyimpanannya itu tidak perlu dicuci atau dengan tetap ditap-tap saja.

 

“Kemudian daging disimpan ke dalam kontainer yang bersih atau dimasukkan ke dalam plastik lalu divakum, itu lebih bagus lagi karena lebih steril. Setelah itu silakan dimasukkan ke dalam lemari es. Jika di lemari esnya disimpan ke dalam chiller (pendingin), berarti dagingnya masih bisa digunakan sampai 1-2 hari ke depan. Tapi jikadalam jangka waktu yang lama, silakan disimpan di dalam freezer (pembeku),” urainya.

 

Norman juga mengingatkan supaya tidak mencampur antara daging sapi dengan daging ayam dalam satu kontainer. Hal ini sebab akan memicu terjadinya migrasi baketri, dan baunya juga menjadi bercampur. Ia menegaskan bahwa hal tersebut sangat tidak diperbolehkan, terlebih daging disimpan dengan sayuran. Itu tidak boleh disimpan dalam dalam satu kontainer.

 

Berikutnya, jika sudah menggunakan daging yang berasal dari freezer dan dalam jangka waktu yang lama, sebaiknya sisanya jangan dimasukkan ke dalam freezer lagi. Maka sebaiknya daging disimpan dalam kemasan yang lebih kecil agar tidak repot saat mengambilnya dari pendingin. Dia memberikan contoh, pada umumnya jika daging disimpan dalam satu wadah yang besar, akan kerepotan saat ingin mengambil dalam jumlah sedikit.

 

“Ketika kita akan memasak, misalnya kita hanya butuh 200 gram (g), sedangkan daging di dalam kontainer ada 2 kilogram (kg), otomatis kita harus mengeluarkan 2 kg daging tersebut. Kemudian di-thawing atau dicairkan dagingnya, dengan cara didiamkan dagingnya sampai suhu ruangan. Sebaiknya sisanya jangan dimasukkan lagi ke dalam freezer, karena kualitas dagingnya itu sudah tidak bagus,” tegas Norman.

 

Diapun menggarisbawahi perlunya memasukkan daging ke dalam plastik-plastik atau kontainer-kontainer kecil sesuai porsi. Misalnya dalam sehari hanya butuh memasak sebanyak 1 kg atau hanya 500 g, itu tinggal diambil per plastik atau kontainer. Jikalau ingin memasak lebih banyak, bisa mengambil dua plastik/kontainer.

 

Dengan cara demikian, daging yang ditaruh di lemari es itu dapat tersimpan dengan rapih dan tidak berkali-kali keluar masuk ke dalam freezer, sebab jika sudah berklai-kali masuk ke dalam freezer kualitas daging tidak bagus.

 

“Saat mau memasak kita ambil sesuai dengan porsi yang kita butuhkan. Pun dengan porsi yang sedikit, pada saat thawing atau mengembalikan daging ke dalam suhu ruangan itu akan lebih cepat, karena porsinya tidak terlalu besar,” kata dia.ed/bella

 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain