Selasa, 23 Agustus 2022

Berbagi Ilmu Manajemen Kerbau di Filipina

Berbagi Ilmu Manajemen Kerbau di Filipina

Foto: dok.istimewa


Bogor (TROBOSLIVESTOCK.COM).  Susu kerbau memiliki kontribusi penting bagi masyarakat Filipina. Negeri itu fokus melakukan  riset dan pengembangan kerbau.

 

Hal itu dikatakan Perencana Puslitbangnak Kementan - Iif Syarifah Munawaroh pada  seminar berkala ‘Sharing Knowledge Sistem Manajemen dan Pengembangan Komoditas Kerbau di Philippine Carabao Center (PCC)’ pada Rabu (10/8) lalu secara virtual melalui aplikasi Zoom.

 

Iif mengaku tertarik dengan sistem manajemen dan pengembangan kerbau, karena merupakan minuman yang sehat yang memberikan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh.

 

“Kerbau adalah hewan memamah biak yang menyebar di seluruh dunia, termasuk hewan yang banyak khususnya di Asia. Dimana di Asia ini ada sekitar 95 %, dan kerbau ini bisa ditemui di daerah-daerah Pakistan, India, Bangladesh, Nepal, Butan, Vietnam, Cina, Filipina, Taiwan, Indonesia dan Thailand. Populasi kerbau di Filipina sendiri ini sekitar 3,2 juta ekor,” jelas Iif.

 

Dengan meningkatnya konsumsi dan pemanfaatan susu, ia melanjutkan, baik di pasar lokal maupun ekspor, potensi kontribusi peternakan sapi perah itu dapat meningkatkan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat petani dan peterenak pedesaan.

 

“Pemerintah Filipina sendiri sangat concern terhadap pengembangan kerbau supaya lebih bagus lagi. Oleh karena itu PCC merupakan pusat program pengembangan komoditas kerbau sebagai strata operasional untuk meningkatkan pendapatan dan juga kesejahteraan masyarakat pedesaan melalui konservasi, perbanyakan dan peningkatan kerbau air sebagai sumber protein penting yaitu susu dan daging,” ungkap dia.

 

Ia menjelaskan bahwa PCC merupakan sebuah lembaga penelitian dan pengembangan yang mendorong pertumbuhan industri peternakan yang berkelanjutan, dan memiliki visi meningkatkan kesejahteraan umum dan daya saing para pemangku kepentingan di industri peternakan melalui teknologi hewan. PCC mencakup konservasi keanekaragaman hayati genetik kerbau air, yaitu untuk pembangunan jangka panjang dan berkelanjutan serta terorganisir.

 

“Pada aplikasinya PCC ini memiliki sistem yang utuh dari hulu ke hilir semua dibangun dalam program pengembangan kerbau. Program ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan genetik dari perkawinan silang antara kerbau sungai dan kerbau rawa, juga untuk mengoptimalkan kerja susu dan daging. Dimana PCC ini juga memiliki standarisasi untuk meningkatkan SDM yang terampil, serta meningikatkan produksi dan reproduksi kerbau perah,” urainya.

 

Iif menuturkan PCC pun memiliki panduan dalam versi galur, bagaimana cara membiakkan, meningkatkan produksi dan reproduksi, teknik pemberian pakan, pengelolaan area hijauan dan padang rumput, serta mengelola kesehatan hewannya. Selain itu juga ada panduan data pencatatan, perkandangan, produksi susu dan pengolahan limbah, serta pengolahan produk.ed/bella

 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain