Rabu, 24 Agustus 2022

Tingkatkan Nilai Tambah, FKH Unair Latih Masyarakat Olah Susu

Tingkatkan Nilai Tambah, FKH Unair Latih Masyarakat Olah Susu

Foto: dok.istimewa


Tulungagung (TROBOSLIVESTOCK.COM). Kawasan Wisata Sapi Perah Cowindo di kecamatan Sendang, kabupaten Tulungagung memiliki produksi susu sapi yang melimpah. Untuk meningkatkan nilai tambah, susu segar dapat diolah menjadi sajian khas maupun untuk oleh-oleh.

 

Sri Mulyati, ketua pelaksana kegiatan pengabdian masyarakatFakultas Kedokteran Hewam Universitas Airlangga (FKH Unairmenyatakan hal itu pada Kamis (4/8).

 

Namun, minimnya inovasi dalam pengelolaannya membuat produk yang dihasilkan masih belum memiliki nilai tambah. “Melalui program ini kami ingin memberikan pengetahuan kepada peternak dan menciptakan kemandirian ibu-ibu wisata Cowindo agar lebih kreatif dan berinovasi dalam mengolah susu guna menambah nilai jualnya,” terangnya.

 

Kegiatan pelatihan dan pendampingan selanjutnya dicanangkan hingga bulan November mendatang. Tercatat, pelatihan dihadiri oleh 25 orang yang merupakan para peternak dan ibu-ibu pengelola UMKM Wisata Cowindo.

 

Lanjutnya, ia menerangkan bahwa jika susu hasil perahan diolah menjadi produk turunan akan meningkatkan harga berkali-kali lipat. Oleh karenanya, ia mendorong para pemerah untuk tidak hanya menjual langsung susu hasil perahan.

 

“Jika kita jual susu saja harganya hanya berkisar antara Rp 6.000 – 7.000 per liter. Jika diolah menjadi yogurt atau kefir, harganya bisa sampai Rp 50.000 per liter,” ungkapnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, pihaknya juga turut membekali para peternak untuk meminimalisir penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Prof. Ismodiyono, Dosen Reproduksi Veteriner FKH Unair menyampaikan, adanya wabah PMK menjaga kebersihan kandang dan hewan ternak menjadi hal yang penting. Ia mendorong para peternak untuk selalu membersihkan kandang rutin satu hari sekali untuk mencegah hewan ternak terjangkit PMK.

 

“Dan untuk yang terindikasi PMK kita bisa memberikan desinfektan berupa larutan kaporit sebanyak 2 %. Juga memberikan larutan prusi atau trusi 5 % pada kaki hewan yang terjangkit, dan memberikan obat kumur iodine 5 % dua kali sehari,” tuturnya.

 

Selain itu, para peternak juga diajari untuk mengolah pakan hijauan menjadi silase, fermentasi atau diramu menjadi pakan lengkap. “Hal itu bertujuan agar peternak bisa memiliki pakan berkualitas meski di tengah musim kemarau,” imbuhnya.

 

Sri Mulyati berharap, setelah diberikan pelatihan para peternak dan pelaku UMKM di Wisata Cowindo bisa meningkatkan taraf hidup dan pemasukannya. “Sehingga para peternak sapi perah juga tetap bersemangat dan dapat bertahan meski dihantui wabah PMK,” pungkasnya.ed/shara

 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain