Kamis, 1 September 2022

Harapan Baru

Badan Pangan Nasional (Bapanas) merupakan salah satu lembaga pemerintah non kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab secara langsung kepada Presiden Republik Indonesia. Berdiri sejak 2021, Bapanas memegang peranan penting dalam urusan pangan untuk meciptakan kedaulatan, ketahanan, serta kemandirian pangan bagi negara.
 
Bapanas dibentuk dengan berlandaskan Peraturan Presiden (Perpres) No. 66 Tahun 2021 tentang Bapanas yang merupakan amanat dari UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Struktur organisasi Bapanas terdiri dari Kepala, Sekretariat Utama, kemudian beberapa deputi termasuk Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, Kerawanan Pangan dan Gizi, juga Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan. Terdapat 9 komoditas pangan yang menjadi wewenang kerja Bapanas, termasuk telur dan daging unggas. 
 
Berdasarkan Perpres No. 66 Tahun 2021 Pasal 3C dan Pasal 29, peran utama Bulog adalah melaksanakan penugasan Pajale (sesuai Perpres No. 48 Tahun 2016) dengan mekanisme Cadangan Stabilisasi Harga Pangan (CSHP). Selanjutnya untuk penugasan lain secara komersial, Bapanas dapat meminta tolong kepada Kementerian BUMN untuk menugaskan ID Food, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI dalam hal ini sebagai holding BUMN pangan.
 
Bapanas pun telah menyusun skenario yang akan segera dilaksanakan secara bertahap. Hal itu untuk merespons tak kunjung membaiknya harga panen live bird (ayam hidup) broiler (ayam pedaging) dan melambungnya harga telur ayam ras di tingkat konsumen. 
 
Adapun skenario yang disusun diantaranya adalah dengan pengadaan cold storage atau fasilitas penyimpanan dingin untuk karkas, mendorong penyerapan live bird oleh BUMN dan perusahaan swasta pembibitan ayam (integrator maupun non integrator), dan meninjau ulang harga pakan. Juga memperkuat kapasitas dan jangkauan BUMN Berdikari untuk memasok bibit DOC (ayam umur sehari) broiler maupun layer (ayam petelur) yang seringkali tiba-tiba melangka dan melambung harganya. 
 
Berbagai rencana aksi itu menjadi angin segar dan harapan untuk mengatasi berbagai kemelut yang terjadi di industri perunggasan tanah air. Terlebih, sudah mulai dilakukan aksi nyata penyerapan hasil panen live bird dari kandang pembesaran milik Koperasi Peternak Unggas Wira Sakti Utama (WSU) telah dilakukan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas). Program penyerapan panen live bird ini dilaksanakan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI di kandang broiler Koperasi WSU 3 – Kuta Lebak, Cicurug – Sukabumi pada Selasa 30 Agustus 2022. Penyerapan perdana ini dihadiri oleh Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono dan perwakilan PPI.
 
Acara ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Bapanas dan holding group BUMN pangan pada rapat koordinasi penyerapan ayam hidup yang digelar Selasa (16/8) lalu di tempat yang sama. Rapat itu dihadiri oleh perwakilan Bapanas, BUMN pangan seperti Bulog, PPI, Berdikari serta rekanan usaha seperti BGR transport.
 
Bapanas pun sudah menyatakan, surplus daging broiler jangan lagi dipandang sebagai kelebihan yang harus dipangkas produksinya, tetapi justru harus membuat cadangan/stok nasional (cadangan pangan pemerintah) daging ayam (beku) yang setiap saat bisa dimobilisasi untuk berbagai keperluan. Baik saat terjadi lonjakan kebutuhan, memasok 
 
 
Selengkapnya baca di Majalah TROBOS Livestock Edisi 276/Seprtember 2022

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain