Kamis, 1 September 2022

Momentum Tingkatkan Konsumsi Pangan Hewani

Momentum Tingkatkan Konsumsi Pangan Hewani

Foto: Dok. Pribadi


Pemberian 1 butir telur per hari pada balita berusia 6-9 bulan dapat mencegah stunting
 
Tak terbantahkan lagi bahwa telur memiliki segudang manfaat bagi masyarakat di tanah air. Pasalnya, dengan harga yang terjangkau telur ini menjadi pilihan konsumen dalam memenuhi kebutuhan gizi tubuh. Sebabnya telur memiliki nilai biologis yang tinggi dibandingkan dengan sumber pangan hewani lainnya. 
 
Nilai biologis merupakan nilai yang ditetapkan pada suatu makanan berdasarkan jumlah protein yang mampu diserap di dalam tubuh. Dengan konsumsi telur mampu mencegah prevalensi stunting bagi balita. Selain, kandungan protein tentu terdapat asam lemak esensial seperti omega-3 (DHA, EPA, ALA) yang memiliki peranan penting bagi perkembangan otak dan mata bagi balita. 
 
“Sementara bagi orang tua, kandungan omega-3 dapat membantu mencegah demensia, menyehatkan jantung dan pembuluh darah dengan meningkatkan kadar HDL dalam darah,” ucap Triza Arif Santosa, Dokter Spesialis Anak pada seminar nasional yang bertajuk Healthy Family With Chicken Meat and Egg pada Sabtu (23/7) yang digelar Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar Indonesia). 
 
Triza sampaikan bahwa pemberian 1 butir telur per hari pada balita berusia 6 – 9 bulan dapat mencegah stunting. Sementara, bagi balita yang tidak diberikan telur lebih rendah kadar kolinnya dan DHA. Dia pun menyebut bahwa negara seperti Jepang merupakan negara dengan konsumsi telur yang tinggi di dunia. “Alhasil dengan mengonsumsi telur, tidak beresiko terjangkit cardiovascular disease (CVD) dan stroke terkecuali pada penderita diabetes. Bahkan mengonsumsi telur, tidak berkaitan dengan peningkatan penyakit jantung bawaan (congenital heart disease, CHD),” paparnya. 
 
Bagi orang-orang dengan konsumsi telur yang rendah ditemukan mengalami hiperkolesterolemia. “Dipertegas dengan penelitian sebanyak 500 ribu orang dewasa muda dan lanjut usia, konsumsi rata-rata 0,8 butir telur beresiko lebih rendah CVD,” ujarnya pada seminar dalam rangka menyongsong Hari Ayam dan Telur Nasional serta Hari Telur Sedunia/World Egg Day (HATN & WED) 2022.
 
Ragam Manfaat 
Di samping itu, Triza katakan bahwa kandungan kolesterol tidak sepenuhnya jahat bagi tubuh. Bahkan kolesterol juga dibutuhkan oleh tubuh dalam membantu metabolisme lemak, vitamin D, serta sintesis hormon. Sebagian besar kadar kolesterol dalam darah lebih banyak dipengaruhi produksi kolesterol di hati. Sementara kolesterol jahat (LDL) dipengaruhi oleh konsumsi makanan yang tinggi akan lemak jenuh atau trans. “Adapun pada telur sebagian besar kolesterol hanya pada kuningnya, sedangkan pada putih telurnya tergolong rendah.” sebutnya. 
 
Ia menyebut bahwa per 100 gram pada telur memiliki lemak total 11 gram, lemak jenuh 3,3 gram serta protein 13 gram. Sementara produk unggas lainnya yakni daging ayam mengandung lemak total 14 gram, sementara terdapat 3,8 gram lemak jenuh. Sedangkan kandungan proteinnya yakni 27 gram. Di sisi lain untuk telur per 100 gram 
 
Terkait daging ayam, Triza katakan, juga memiliki banyak manfaat sekaligus dapat dijadikan pilihan bagi konsumen sebagai pangan hewani yang berkualitas. Selain itu,  dalam telur terdapat mikronutrien misalnya zink yang tinggi. Zink berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh termasuk sebagai tameng dari serangan penyakit virus. Alhasil, mengonsumsi daging ayam per hari akan memenuhi kebutuhan zink harian pada tubuh. Tak ketinggalan, pada daging ayam terdapat komponen bioaktif lainnya berupa karnosin, anserin, L-karnitin sebagai antioksidan melawan radikal bebas serta sebagai anti stress atau kelelahan.
 
Tidak berhenti sampai disitu, telur dan daging ayam memiliki kandungan zat besi lebih tinggi dibandingkan pangan nabati. Bahkan penyerapan zat besi pada pangan hewani tidak bergantung pada zat makanan lain. “Seperti contohnya, ketika mengonsumsi sayur-sayuran yang diklaim terdapat kandungan zat besi diteruskan mengonsumsi teh akan menganggu penyerapan zat besi pada tubuh. Sementara pada telur dan daging ayam tidak berpengaruh meskipun secara bersamaan mengonsumsi teh,” terangnya.
 
 
Selengkapnya baca di Majalah TROBOS Livestock Edisi 276/Seprtember 2022
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain