Senin, 5 September 2022

Tips Mengolah Daging Sapi Beku

Tips Mengolah Daging Sapi Beku

Foto: dok.istimewa


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM).  Chef Ibukota, Norman Ismail membagi tips mengolah daging beku agar tidak kehilangan kelezatan rasa dan tekstur daging sapi yang khas.  

 

Menurut dia, daging sapi beku bisa saja langsung dimasak, hanya saja hasilnya nanti pasti tidak enak. Memasak daging beku memerlukan waktu untuk perlakuan khusus demi mempertahankan citarasa daging sapi yang enak.

 

Seperti contoh, daging sapi beku yang dipaksakan untuk langsung dipanggang / grilled, maka bagian permukaan luar daging pasti akan terlihat bagus. Tetapi saat dimakan, ternyata bagian dalam masih keras dan dingin.

 

“Sebaiknya jika mau memasak daging beku, dibiarkan terlebih dahulu pada suhu ruangan. Jika ingin karena suatu hal terpaksa memasak daging dalam keadaan beku, maka jangan dimasak menjadi steak,” bebernya.

 

Di samping itu, Norman melanjutkan, suhu ruangan juga jangan terlalu panas, karena menyebabkan dagingnya terlalu lembek. Jika daging terlalu lembek, maka juicy-nya semua keluar, sehingga nanti saat dimasak rasa daging dan nutrisinya akan banyak yang hilang.

 

Adapun rasa gurih dan umami dari daging itu akan hilang banyak, sebab perlakuan thawing yang berlebihan. Untuk itu thawing di suhu ruangan jangan sampai terlalu lembek, sehingga daging masih sedikit kaku tapi tidak dingin.

 

Daging sapi impor dan lokal dinilai Norman tidak banyak berpengaruh terhadap kelezatan daging sapi. “Sekarang jika mau membeli daging sapi impor ‘kan mahal, tapi daging sapi lokal pun tidak kalah bagus, karena di pasaran banyak juga daging sapi lokal yang bagus. Kini daging sapi lokal pun banyak yang memiliki kualitas yang cukup baik, tapi jika misalnya mau daging impor pun tidak masalah juga jika memiliki dana lebih,” ujar dia.

 

Jika ditanya, mana kaulitasnya yang lebih bagus? Norman menjawab bahwa  sama saja, tergantung bagaimana mengolah daging sapi tersebut. Di samping itu juga perbedaan harganya juga jomplang sekali.

 

“Idealnya memasak steak tergantuing pada berapa besar daging yang akan dimasak dan juga tergantung bagian daging mana yang dimasak. Misalnya daging tomahawk (potongan ribeye) itu perlu waktu yang lumayan lama, karena tomahawk itu dagingnya cukup besar. Sebailknya jika misalnya daging-daging steak standar ukuran 150 – 200 g, itu kembali lagi ke tingkat kematangan yang kita inginkan,” tekan Norman.

 

Lebih lanjut, jika menginginkan daging dengan tingkat kematangan medium rare, yaitu dimasak tiap sisi selama 2-3 menit. Selanjutnya medium well tiap sisi bisa 5-6 menit, well done atau sampai matang semuanya itu bisa dimasak tiap sisi selama 5 menit dan setelah itu dimasukkan ke dalam oven supaya lebih matang lagi selama 6 menit di dalam oven.

 

Norman mengatakan, jika di rumah ada termometer maka bisa digunakan untuk memeriksa tingkat kematangan daging, namuan apabila tidak ada termometer maka bisa menggunakan jari. “Makin keras daging saat dipencet tengahnya, artinya makin matang dagingnya. Tetapi jika di rumah ada termometer itu bisa digunakan juga dengan memasukkan termometer ke bagian tengahnya, kemudian suhu mulai dari 45°C, 55°C, 65°C hingga maksimal 70°C itu range daging yang layak untuk dimakan,” pungkas Norman.ed/bella

 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain