Kamis, 15 September 2022

Jambore Peternakan di Jepara Sukses Digelar

Jambore Peternakan di Jepara Sukses Digelar

Foto: dok.istimewa


Jepara (TROBOSLIVESTOCK.COM). Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Jepara bersama Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT Pangon Maliter Makmur (Panglima) menyelenggarakan kegiatan Jambore Pangon ke-3 pada Sabtu (10/9) di Pantai Bandengan, Jepara.

 

Pada kegiatan ini pula dilakukan peresmian terbentuknya BUMP Panglima dan dibuka secara langsung oleh Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak (Dirbitpro), Direktorat Jendral Peternakan (Ditjen PKH).

 

Hadir pula Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Provinsi Jawa Tengah dan Ketua Sekretariat Nasional Badan Usaha Milik Petani Indonesia (Seknas BUMP Indonesia).Jambore Pangon merupakan wadah bagi para peternak untuk memperlihatkan hasil pemeliharaan sapi yang dikelola oleh kelompok ternak binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Jepara.

 

Jambore kali ini, diisi kontes sapi dengan kategori sapi peranakan ongol (PO) / brahman, simental / limuosin, dan belgian blue dengan peserta para peternak beserta sapinya. Selain itu dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan kepada kelompok ternak yang tergabung ke dalam Asosiasi Pangon Maliter Makmur.

Sekretaris Daerah kabupaten Jepara, Edy Sujatmiko dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Jambore ini merupakan kegiatan pertama setelah dua tahun terhenti karena pandemi Covid-19. Kegiatan jambore tersebut menjadi ajang pertemuan peternak di Kabupaten Jepara yang harapannya bisa saling gotong royong dalam mendukung terbentuknya BUMP PTPangon Maliter Makmur.

 

“Kegiatan ini merupakan kali pertama sejak pandemi covid-19. Selain itu, kegiatan jambore ini juga bisa menjadi media strategis bagi peternak untuk bertukar informasi, membangun jejaring sosial, jejaring bisnis, serta membangun kerjasama antar peternak. Terlebih dengan kondisi sekarang yang sedang berjuang melawan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK),” jelas Edy.

 

Agung Suganda selaku Dirbitpro Ditjen PKH mengapresiasi terselenggaranya kegiatan jambore ternak. Kegiatan seperti ini memang harus rutin dilakukan karena baik adanya. Ditengah kondisi wabah PMK pelaksanaan vaksinasi dan biosekuriti menjadi kunci utama dalam penanganannya. Seluruh sapi yang ada dalam kegiatan jambore ini sudah divaksin semua.

 

“Saat ini untuk mendukung efektivitas vaksinasi, Kementrian Pertanian juga meluncurkan kegiatan penandaan dan pendataan ternak. Penandaan ini menggunakan eartag berbasis teknologi informasi, berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) peternak. Karena sistemnya akan diintegrasikan dengan sistem yang lain seperti asuransi, pelayanan pemerintah,” ungkap Agung.

 

Agung juga menambahkan bahwa BUMP Panglima memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan keuntungan yang nanti dirasakan oleh para peternak pemegang saham. Pihaknya juga memiliki program yang serupa seperti Desa Korporasi Sapi (DKS), korporasi kambing dan domba.

 

Prinsipnya mendorong kelembagaan peternak bisa menghasilkan suatu manfaat ekonomis yang bisa dirasakan dampaknya oleh para peternak. Konsep BUMP ini sangat luar biasa bagus dalam menyejahterakan para anggotanya.

 

Setiap tahun pemerintah memberikan bantuan ternak impor dan lokal untuk disebarkan di seluruh Indonesia. Untuk tahun 2022 realisasi baru 20% karena wabah PMK dan juga karena mekanisme pengadaan melalui lelang.

 

“Oleh karena itu, pemerintah pusat dan provinsi mendorong e-katalog sektoral  pada bidang peternakan secara nasional maupun regional. Nantinya BUMP Panglima bisa mendaftarkan diri di e-katalog tersebut sebagai penyedia ternak,” tambahnya.ist/ed/zul

 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain