Rabu, 21 September 2022

Optimalisasi Feeding & Drinking Syistem pada Kandang Ayam

Optimalisasi Feeding & Drinking Syistem pada Kandang Ayam

Foto: ist/dok.medion


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Peralatan pakan dan minum dalam kandang berpengaruh signifikan terhadap performans pertumbuhan dan efisiensi pakan.

 

Terkait dengan performa, ada beberapa faktor yang memang berpengaruh. Hermawanto, EPC (Engineering Procurement Construction) Livestock Equipment Services Assistant Manager PT. Medion menyampaikan bahwa, manajemen dalam peternakan merupakan sebuah kunci sukses dalam mendongkrak sebuah performa.

 

Pada manajemen nutrisi, tentunya akan sangat berkaitan dengan pakan dan air minum yang dikonsumsi. Maka kita berupaya untuk memberikan pakan dan air minum yang berkualitas, dengan didukung peralatan untuk menyediakan pakan dan air minum,” jelasnya.

 

Peternak sebaiknya menyediakan tempat pakan dan minum manual meskipun sudah memiliki feeder otomatis. Kedua peralatan ini akan sangat bermanfaat guna mendukung pencapaian performa jika dioperasionalkan dengan tepat. Tempat pakan dan minum manual lebih mudah perawatannya dan lebih ringan. Cocok digunakan untuk populasi sedikit, pemasangan juga relatif lebih mudah 

 

Sementara pada tempat pakan dan minum otomatis, pendistribusian pakan dan air minum akan lebih mudah dan lebih merata. Juga ketersediaan dan kuantitas pakan dan minum tetap terjaga, efisiensi tenaga kerja, dan dapat mengakomodir populasi yang besar.

 

Selanjutnya, jumlah tempat pakan dan minum harus sesuai dengan populasi yang dipelihara. “Artinya jangan sampai populasi besar tetapi tempat pakan dan minumnya kurang. Misalnya pada fase brooding, pemeliharaan 1.000 ekor dapat menggunakan DOC feeder 13 – 30 unit, karena 1 DOC feeder bisa menampung sampai 3 kg. Kemudian, jika tempat minum yang digunakan berupa nipple, maka 1 nipple dapat digunakan 10 – 12 ekor.,” terangnya.

 

Dengan rasio kebutuhan yang tercapai, maka pakan dan minum yang dibutuhkan akan terdistribusi secara merata di semua area. Diharapkan ayam akan mudah untuk mendapatkan pakannya, sehingga feed intake lebih optimal, juga memberikan pengaruh baik pada bobot badan dan keseragaman.

 

Pengaturan Tempat Pakan yang Tepat

Ia mengungkapkan bahwa salah satu poin penting dalam pengaturan tempat pakan selama pemeliharaan broiler (ayam pedaging) adalah ketinggian. “Baik otomatis maupun manual, kita perlu mengatur ketinggiannya secara periodik sesuai dengan kebutuhan dan juga perkembangan ayam dan umurnya agar memudahkan ayam menggapai pakan,” imbuhnya.

 

Untuk penggunaan tempat pakan, sebaiknya pastikan pakan dan seluruh peralatan dalam keadaan bersih. Kemudian sebelum memulai pengisian pakan, sebaiknya jalur pakan dinaikkan terlebih dahulu hingga tidak terjangkau oleh ayam. Tujuannya supaya pakan terdistribusi merata dan  masih tetap utuh hingga belakang.

 

“Selanjutnya, masukkan pakan ke dalam hopper hingga pan feeder terakhir terisi full, Setelah pan feeder terakhir terisi full, maka turunkan kembali jalur pakan. Selain itu, setting opening grill di skala yang direkomendasikan sesuai umur ayam. Semakin besar angka skala, semakin banyak pakan di pan feeder,” pungkasnya.

 

Lebih lanjut, ia mengatakan dalam pengoptimalan penggunaan tempat pakan yang otomatis, dapat dibantu dengan memutar grill dan pan feeder untuk membantu meratakan pakan. Selain itu, pakan fresh di dalam pipa akan turun ke pan feeder sehingga menarik minat ayam untuk makan lagi.

 

Kualitas Air Minum Mendukung Performa

Hermawanto menyarankan, sebaiknya pada ayam umur 1 hari langsung dipekenalkan dengan nipple drinker. Adapun titik kritis penggunaan nipple drinker diantaranya, kualitas air, tekanan dan ketinggian line serta kebocoran line, hingga flushing dan kebersihan jalur pipa.

 

Kualitas air yang baik akan mendukung kelarutan obat dan vaksin, serta mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur pada peralatan minum. Namun di Indonesia hingga saat ini masih banyak kendala pada kualitas air minum. Oleh karenanya, maka diperlukan water treatment agar kualitas air ini memenuhi syarat untuk diberikan pada ayam.

 

Kualitas air minum yang baik secara fisik dapat dilihat dari tidak terdapat endapan, tidak berwana, berasa, dan berbau. Kemudian pH berskisar 6,5 – 8,5, kandungan klorida < 500 ppm, nitrat < 200 ppm, dan kesadahan < 110 ppm. Juga bebas E.coli, Salmonella sp., dan total bakteri < 100 per 100 ml air.

 

Di sisi lain, pengaturan ketinggian jalur nipple juga harus dilakukan agar mudah digapai oleh ayam. “Nipple yang baik tidak tersumbat atau bocor, cup lembab dan tidak tergenang air karena dapat terkontaminasi bakteri yang dapat diminum ayam, serta tidak ada kebocoran di sambungan pipa,” sambungnya.

 

Disisi lain, peralatan pakan dan minum perlu dilakukan perawatan dan pengecekan secara rutin. Seperti misalnya dengan melakukan flushing pada jalur air minum. “Flushing dapat langsung dilakukan jika proses pemberian obat atau vitamin atau vaksin pada air minum sudah selesai. Sehingga endapan pada jalur dapat langsung dikeluarkan dan tidak menimbulkan kerak,” ucapnya. ed/shara

 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain