Kamis, 29 September 2022

Harga Telur Terkoreksi di Bawah HPP

Harga Telur Terkoreksi di Bawah HPP

Foto: ist/dok.pixabay


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Harga telur kembali jatuh di bawah harga pokok produksi (HPP) setelah beberapa waktu lalu bertengger selama berpekan-pekan. Peternak layer di Blitar, Jawa Timur - Yesi Yuni menyatakan harga telur per Rabu (21/9) di kandang kecil atau peternak rakyat sekitar Rp Rp 18.800 - Rp 19.000 per kg.

 

Padahal HPP di Blitar berada di angka Rp 23.000 per kg. “Harga telur bulan ini (September) jatuh usai Kepala Bapanas (Badan Pangan Nasional), Arief Prasetyo Adi melakukan operasi pasar beberapa hari lalu hingga hari ini,” keluh dia.

 

Menurut penuturannya, harga telur pada Agustus lalu yaitu rata-rata sekitar Rp 25.000 per kg. Sedangkan pada September, makin hari harganya makin turun sampai posisinya di bawah HPP. Yesi berpendapat bahwa penyebabnya banyak, pertama adalah karena efek domino dari operasi pasar atau pasar murah, atau pun gelar produk pertanian dan peternakan yang menjual telur dengan harga murah.

 

“Ini merupakan efek domino yang akhirnya digoreng-goreng oknum dari ‘middle man’, yang kurang bertanggung jawab guna terus menekan harga telur,” sebut dia.

 

Kemudian untuk harga pakan komersial per kg, Yesi mengaku kurang tahu karena ia menggunakan pakan self mixing sehingga tidak menggunakan pakan pabrikan. Adapun harapan Yesi terkait harga telur pada Oktober mendatang di atas HPP, sebab saat ini Bapanas tengah berjuang untuk mengesahkan harga acuan telur.

 

Ia pun berharap semua stakeholder yang berada di Indonesia dapat menaati peraturan itu dan pelaku  ‘middle man’ tidak ada yang bermain-main, sehingga harga telur pada Oktober di atas HPP. Dengan begitu, Yesi sebagai peternak rakyat dapat bernapas. “Harapan saya harga telur itu stabil, kalaupun ada gejolak naik-turunnya tidak seperti saat ini,” harapnya.

 

Peternak di Kendal Jawa Tengah, Suwardi turut merasakan hal yang sama dengan Yesi. “Harga telur berada di posisi Rp 19.700 – 20.000 per kg, dengan HPP terkoreksi sebsesar Rp 23.800 per kg. Harga bulan ini (September) sudah di bawah HPP serta di bawah bulan Agustus dengan harga rata-rata Rp 24.200 per kg,” tekan Suwardi.

 

Harga telur pada September diakui Suwardi ada gejolak penurunan, yang disebabkan oleh adanya operasi pasar dan kenaikan BBM (bahan bakar minyak). Di sisi lain, harga pullet saat ini 5.500 per ekor per pekan, sementara harga pakan berada di angka Rp 6.800 – 7.300 per kg yang tergantung pada kualitasnya.

 

Dia memprediksi harga telur pada Oktober masih di bawah HPP, adapun rancangan dari Bapanas yaitu 22.000 – 24.000 on farm. Dia berhadap Kemenkumham (Kementerian Hukum dan HAM) segera mengeluarkan aturan Bapanas tersebut.

 

“Kedua, stop kebijakan operasi pasar oleh pemerintah daerah (pemda) jika telur masih di bawah Rp 27.000 per kg, serta untuk pemerintah pusat jangan  mengiming-imingi hadiah sebesar Rp 10 milyar untuk pemda ,” tegasnya.

 

Ia menekankan supaya jangan hanya konsumen, tetapi produsen pun dapat diberikan subsidi harga pakan jika diharapkan harga telur di bawah Rp 25.000 per kg per konsumen.

 

Terakhir, ia meminta pada pemda yang melakukan kegiatan operasi pasar supaya patokan harga telur sebesar Rp 25.000 per kg, jangan Rp 20.000 per kg, sebab masih dibawah HPP. Suwardi pun mengingatkan bahwa operasi pasar menggunakan uang negara, bukan uang pribadi sehingga ia juga meminta untuk operasi pasar pakan ayam yang standar agar berimbang.ed/bella

 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain