Sabtu, 1 Oktober 2022

Ketersediaan Telur di Indonesia Timur Aman

Sidrap (TROBOS). Ketersediaan telur untuk konsumsi di wilayah Indonesia Timur, dinilai aman dan mencukupi. Hal tersebut dinyatakan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah ketika melakukan kunjungan kerja ke salah satu peternakan layer (ayam petelur) di Sulawesi Selatan, yakni PT Cahaya Mario di Kabupaten Sidrap pada Jumat (16/9).
 
Ia mengaku kehadirannya di Sidrap, Sulawesi Selatan guna memastikan ketersediaan telur untuk konsumsi masyarakat Sulawesi Selatan cukup. Bahkan secara nasional pun cukup. “Masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan, sebab ketersediaannya mencukupi bahkan surplus sampai dengan Desember 2022,” sebut Nasrullah. 
 
Kabupaten Sidrap merupakan salah satu daerah sentra produksi layer terbesar di Provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan data produksi telur di Kabupaten Sidrap yaitu sebanyak 75.793 ton dari total populasi layer sebanyak 5.227.123 ekor. Sementara itu, kebutuhan telur sebanyak 70.472 ton, sehingga terdapat surplus sebanyak 5.321 ton.
 
“Jumlah penduduk di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 9.022.300 orang, dengan konsumsi telur per kapita sebesar 19,40 kilogram (kg)/kapita/tahun, sehingga kebutuhan telur pada 2022 sebesar 175.033 ton. Total populasi layer di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 12.982.642 ekor dan proyeksi produksi telur di Provinsi Sulawesi Selatan pada 2022 sebanyak 188.248 ton, sehingga terdapat surplus sebanyak 13.215 ton,” papar dia.
 
Sementara itu, Pimpinan PT Cahaya Mario, Usman Appas menyampaikan bahwa produksi telur di peternakannya saat ini sudah dikirim ke luar Sulawesi seperti ke Kalimantan, NTT, Maluku dan Papua bahkan seluruh wilayah Indonesia Timur. Ia mewakili peternak di Kabupaten Sidrap menyampaikan bahwa produksi telur ayam konsumsi untuk masyarakat di Indonesia Wilayah Timur cukup tersedia dan mereka siap menyuplai sesuai dengan kebutuhannya.
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain