Serba Unggas, PFW Suguhkan Kreatifitas di Bidang Fashion

Serba Unggas, PFW Suguhkan Kreatifitas di Bidang Fashion

Foto: TROBOS/dok.bella


Bogor (TROBOSLIVESTOCK.COM). Bertepatan dengan hari Ayam dan Telur Nasional, Poultry Fashion Week (PFW) 2022 digelar pertama kali di Kampus IPB Baranangsiang Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (15/10).

 

Acara ini mengusung tema ‘Unggas Indonesia untuk Kesejahteraan Bangsa’. Adapun gelaran PFW 2022 ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait dunia perunggasan dengan cara yang berbeda.

 

Kegiatan ini merupakan  kolaborasi antara Animal Science Show Competition (ASSC), Gerakan Protein Sehat, Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia (MIPI), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) serta Agrianita Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University.

 

Koordinator MIPI Komda Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten, sekaligus Dosen Fakultas Peternakan IPB, Maria Ulfah dalam sambutannya mengungkapkan bahwa PFW merupakan kegiatan edukasi tentang manfaat unggas untuk kesejahteraan bangsa.

 

“Penyelenggaran PFW 2022 pada hari ini (15/10) bertepatan dengan peringatan Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) pada 15 Oktober 2022. Pada acara ini ada sebanyak 200 undangan yang hadir, kemudian kami mengucapkan terima kasih kepada tenant bazar 7 stand bazar dari mitra kami, dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam acara ini,” ungkap Maria.

 

Rangkaian acara PFW 2022, ia melanjutkan, terdiri dari 7 acara yakni Poultry Smart, Launching Program Pencegahan Stunting, Gerakan Protein Sehat yang secara simbolis dibuka bersama, Fashion & Product Show dari Mahasiswa IPB Univeristy dan IWAPI serta SMKN 3 Bogor serta Closing Ceremony Animal Science Show Competition (ASSC) 2022.

 

Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Peternakan IPB University, Idat Galih Permana menyinggung terkait masalah stunting di Indonesia, di mana berdasarkan statistiknya saat ini Indonesia masih mengalami stunting untuk anak balita itu sekitar 24 %.

 

Diharapkan pada 2024 bisa menurun sampai 14 %. Jika dilihat lagi di Asia Tenggara, Indonesia ternyata berada di urutan kedua terbanyak yang mengalami stunting, bahkan di dunia Indonesia juga diurutan kelima.

 

“Saya kira ini suatu permasalahan nasional yang perlu segera kita tuntaskan dan tentunya Fapet juga bersama dengan MIPI sangat tergerak untuk sedikit memberikan kontribusi terutama dari sisi edukasi terutama bagaimana memberikan edukasi ini kepada masyarakat dalam rangka menurunkan angka stunting,” ungkap Idat.

 

Lebih lanjut Presiden MIPI, Arnold Parlindungan Sinurat mengungkapkan keinginannya untuk mengusahakan supaya masyarakat tidak kekurangan gizi atau stunting, terutama untuk anak-anak. Salah satu upayanya ialah dengan menggalakkan konsumsi protein hewani yakni telur dan daging ayam karena harganya relatif murah.

 

Arnold pun tengah berusaha dalam tiap penanganan bencana alam, seperti saat ini yaitu banjir, kerap kali diberikan bantuan pangan yang kurang bergizi. “Saya menggagas dan sudah kita mulai untuk mengirimkan telur, karena jika sudah direbus tidak perlu takut pecah dan lain sebagainya dan gizinya cukup tinggi. Sehingga untuk korban bencana alam, gizi bisa terbantu dengan memakan telur, baik telur asin maupun rebus dan lain sebagainya,” terangnya.ue/bella

 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain