Selasa, 1 Nopember 2022

Gerakan Gemar Makan Ayam dan Telur

Gerakan Gemar Makan Ayam dan Telur

Foto: 


Berbagai bentuk aksi dilakukan stakeholder perunggasan nasional guna peningkatan konsumsi telur dan daging ayam agar tercipta keluarga Indonesia yang sehat dan cerdas
 
Daging ayam dan telur merupakan sumber protein hewani yang memiliki kandungan asam amino esensial penting untuk pertumbuhan sel-sel tubuh, juga berfungsi untuk mengganti sel tubuh yang rusak dan mati, serta mengatur proses metabolisme tubuh lainnya. Namun, konsumsi ayam per kapita di Indonesia baru mencapai 10 kg per tahun, sementara konsumsi telur hanya 160 butir per kapita per tahun. Padahal daging ayam merupakan salah satu sumber protein hewani dengan kandungan lemak tidak jenuh dan protein sederhana yang mudah dicerna.
 
Hal tersebut disampaikan oleh Audy Joinaldy, Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) dalam rangkaian kegiatan peringatan World Egg Day atau Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) tahun 2022. Dihelat di Plaza Jam Gadang, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumbar dan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) pada Jumat – Minggu (14-16/10).
 
Audy menyampaikan, peringatan HATN merupakan bagian dari kampanye untuk meningkatkan konsumsi ayam dan telur, serta pembinaan kewirausahaan dalam rangka menurunkan angka prevelansi stunting. Rangkaian peringatan HATN juga diharapkan dapat memberikan informasi dan edukasi bagi masyarakat tentang peta perunggasan di Indonesia, serta manfaat pentingnya ayam dan telur dalam menopang perekonomian nasional, sekaligus menjadi sumber protein yang mencerdaskan generasi bangsa.
 
"Kita harus bergerak bersama untuk meningkatkan konsumsi per kapita. Dengan adanya kampanye tersebut terjalankan 3 program sekaligus, pertama memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap protein dan gizi yang dapat dijangkau, kedua dapat meningkatkan kemajuan peternak karena produksi yang meningkat, dan membantu penanganan stunting," terangnya.
 
Menurut Audy, pengusaha dan peternak ayam di seluruh Indonesia harus turut berperan untuk mengingatkan dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya telur dan ayam. Dengan begitu diharapkan konsumsi telur dan ayam akan meningkat.
 
Ia memaparkan permasalahan yang dianggap paling umum ditemukan pada industri perunggasan di seluruh Indonesia, dimana rantai distribusi terlalu panjang dan dalam konteks lain menyebabkan biaya logistik yang tinggi. “Di era 4.0, permasalahan semacam ini tentu dapat diatasi. Salah satunya dengan pemanfaatan teknologi untuk meringkas rantai distribusi telur dan ayam mulai dari kandang hingga ke dapur masyarakat,” paparnya.
 
Selain itu, untuk meningkatkan konsumsi ayam dan telur, juga dapat dilakukan dengan pengolahan dan peningkatan variasi hilirisasi produk ayam dan telur. Karena secara umum pasar ayam masih tergolong kecil, dan masih memiliki ruang tumbuh yang sangat luas. "Oleh karena itu, Pemprov Sumbar sangat mendorong hilirisasi produk pertanian, perikanan dan peternakan melalui berbagai bantuan yang disalurkan pemerintah provinsi," ujarnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementerian Pertanian (Kementan), Nasrullah menyampaikan, perlu adanya peningkatan konsumsi protein hewani, khususnya daging ayam dan telur. Ia mengatakan, saat ini pemerintah terus mendorong peningkatan konsumsi pasar domestik melalui diversifikasi produk olahan ayam dan telur, serta terus mendorong akses pasar ekspor ke berbagai negara.
 
Lebih lanjut Nasrullah menyampaikan, peningkatan konsumsi daging ayam dan telur nasional dapat dimulai dari keluarga, dengan membiasakan konsumsi daging ayam dan telur setiap hari, sehingga tercipta keluarga Indonesia yang sehat dan cerdas.  "Mari ciptakan keluarga Indonesia yang sehat dan cerdas dengan mengkonsumsi daging ayam dan telur setiap hari," ajaknya.
 
Di lokasi lain, kegiatan serupa juga turut digelar sebagai upaya pencegahan stunting di Jawa Tengah (Jateng). Tepatnya di Lapangan Desa Kebumen, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Minggu (25/9), ribuan warga berkumpul dan makan telur ayam rebus, bersama para pejabat pemerintah pusat, provinsi, dan Kabupaten Kendal.
 
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen membagikan sebanyak 15.000 telur ayam rebus yang dibagikan kepada sekitar 8.000 warga. “Presiden RI Joko Widodo menargetkan penurunan stunting nasional sebesar 14 %. Sehingga berbagai program dan gerakan terus digencarkan Pemprov Jateng untuk menurunkan stunting. Salah satunya, melalui gerakan makan telur setiap hari bagi ibu hamil, balita, anak-anak, hingga remaja usia pranikah,” ungkapnya.
 
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi dalam arahannya menganjurkan masyarakat, untuk mengkonsumsi telur minimal sebutir sehari. Selain mudah mengolah telur, baik digoreng, rebus, dan olahan lainnya, kandungan protein dalam telur sangat penting untuk kesehatan tubuh. Harga telur pun terjangkau oleh masyarakat.
 
Aksi Sosial Asosiasi 
Selain di Bukittinggi, perayaan Hari Ayam dan Telur bertajuk kampanye konsumsi produk unggas juga dilakukan di beberapa tempat lainnya. Rofi Yasifun, Ketua Asosiasi Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) Blitar melaporkan bahwa PPRN bersama Bapanas menggelar kegiatan bertemakan Bakti Peternak untuk Negeri, sekaligus kampanye makan telur yang bertepatan dengan World Egg Day. Kegiatan digelar di Alun-Alun Pemerintah Daerah Kanigoro Kabupaten Blitar Jawa Timur pada Kamis (13/10).
 
 
Selengkapnya Baca Di Majalah TROBOS Livestock Edisi 279/November 2022
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain