Selasa, 15 Nopember 2022

ISPI Kembangkan Korporasi Peternak

ISPI Kembangkan Korporasi Peternak

Foto: dok.datuk/lampung


Lampung (TROBOSLIVESTOCK.COM). Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) melakukan program pendampingan terhadap kelompok peternak Program Desa Korporasi Sapi (DKS) tahun 2020.

 

Pendampingan di Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur itu didanai oleh Indonesia Australia Red Meat & Cattle Partnership (IA-RMCP).

 

Demikian dilaporkan Ketua Umum ISPI Ir. Didiek Purwanto, IPU pada rapat pengarah Tim dengan para pemangku kepentingan di Bandarlampung, Kamis (10/11/2022) lalu. Hadir dalam rapat tersebut Direktur Pakan DPKH Kementerian Pertanian RI - Sapto Nur Hidayat, Atase Pertanian Kedubes Australia di Jakarta - Dane Roberts, Kasi/Subkord Kelembagaan DPKH - Asrmardinata Afni, Koordinator Ruminansia DPKH - Imran Rosidi, Ifrandi dari IA-RMCP, Kadisnak&Keswan Lampung - Lili Mawarti, pengurus dan anggota KPT Maju Sejahtera dan Koperasi KUBE Langgeng Basuki.  

 

Disebutkannya, Tim Supporting Cattle Corporation Village Program (SC2VP) mendampingi 2 korporasi yaitu Koperasi KUBE Langgeng Basuki di Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur dan Koperasi KPT-Maju Sejahtera di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, di mana masing-masing korporasi memiliki anggota kelompok ternak. Pendmapingan dimulai Juli 2021 dan berakhir Oktober 2022 dengan.

 

Pendampingan diawali dengan melakukan pendataan ternak untuk data dasar, penguatan kelompok dan peningkatan kapasitas peternak melalui penyelenggaraan Sekolah Lapang (SL) yang disesuaikan kebutuhan kelompok.

 

Selanjutnya diberikan pula bantuan sarana prasarana guna mendukung penyediaan pakan dan air minum ternak kepada kelompok penerima program, berupa chopper dengan kapasitas 3-4 ton/jam, pembuatan bunker silase dan bantuan drum silase dengan kapasitas 17 – 18 ton juga dalam proses pelaksanaan dan distribusi ke 10 kelompok penerima program DKS.

 

Kemudian, merancang dan proses penanaman Hijauan Pakan Ternak (HPT), pengadaan instalasi air, studi banding dan peningkatan manajemen usaha korporasi dengan membangun jejaring antara korporasi dengan pihak eksternal.

 

Dijelaskan Didiek, sejak dropping induk oleh Pemerintah pada Desember 2020 sampai  dengan Oktober 2022 terjadi dinamika populasi induk yang cukup tinggi disebabkan

induk mati/potong paksa, induk dijual dan ada replacement induk.

 

Tercatat sapi mati/potong paksa di Lampung Selatan sebanyak 38 ekor, penjualan 161 ekor, replacement 193 ekor. Lalu di Probolinggo, mati/potong paksa 108 ekor, penjualan 183 ekor, replacement 69 ekor. Kematian/potong paksa induk disebabkan karena kurang pakan, mal-nutrisi, ambruk, prolapsus, distokia, PMK (Probolinggo).

 

Setelah dilakukan pendampingan, angka kematian anak/pedet di Lampung Selatan dapat ditekan dari 16 % (Agustus 2021) menjadi 4,3 % (Oktober 2022), sedangkan di Probolinggo dari 60% menjadi 18,1%.

 

“Kematian anak/pedet disebabkan karena mencret/diare (kandang kotor dan belum terpisah dari induk), mal-nutrisi, lahir mati dan dampak induk PMK. Kematian pedet di Probolinggo meningkat sejak masuknya PMK ke kandang kelompok MS3 (kematian pedet 25%) dan BM (kematian pedet 50%),” urainya.

 

Lalu untuk HPT, diterangkan Didiek, sebelum pendampingan produksi HPT dari kebun sendiri di Lampung Selatan sangat terbatas sehingga penyediaan HPT tergantung mitra dengan harga mitra Rp. 350/kg.

 

Pengeluaran biaya ini menjadi beban koperasi. Dampaknya kebutuhan pakan HPT ternak kurang tercukupi (20-70%) dan tergantung konsentrat, yang harga bahan bakunya terus meningkat. Di samping itu pengetahuan peternak tentang HPT sangat terbatas dan koperasi belum ada bisnis HPT.

 

Saat ini pengembangan kebun HPT sudah mendapai 21,10 ha (DKS 14,58 ha dan non-DKS 7,52 ha) mengikuti SOP melalui penanaman HPT produksi dan nutrisi tinggi (Pakchong dan Indigofera).

 

Adapun penyediaan HPT menjadi tanggung jawab kelompok sehingga tidak lagi membebani koperasi. Lalu koperasi juga menjual HPT Rp. 300/kg. Dampaknya, ternak cukup HPT (50-75%), perlahan mengurangi penggunaan konsentrat dan produktivitas ternak lebih baik sehingga terjadi kemandirian penyediaan HPT.

 

“Di samping itu juga terdapat potensi bisnis penjualan rumput, bibit Pakchong (stek) harga Rp500/stek dan bibit Indigofera (polybag) harga Rp2.500/polybag sehingga Tanjung Sari sebagai kawasan sumber bibit Pakchong dan Indigofera,” ia membanggakan.

 

Sementara di Kecamatan Lumbang, Probolinggo, diterangkan Didiek, adalah kawasan jagung dan kacang tanah, sehingga potensi bahan pakan tinggi. Lahan untuk perluasan HPT sangat terbatas dan sulit dicari kecuali lahan KPPH yang sangat berbukit-bukit. Lalu Lumbang juga merupakan kawasan sapi perah, sehingga potensi pasar pakan konsentrat cukup besar selain untuk memenuhi kebutuhan sendiri.

 

Dengan kondisi tersebut Tim SC2VP membangun unit usaha pakan koperasi (Langgeng Jaya Feedmill), dimana suplai bahan baku bekerjasama dengan pihak ke-3 seperti PT. Ajinomoto (FML), PT. Promix (agen bahan pakan), pengepul sekitar Lumbang (jagung, dedak, kacang tanah).

 

“Setelah 4 bulan berproduksi, rata-rata produksi mendekati 1 ton/hari. Dan Unit Usaha ini sudah mempunyai business plan dengan kualitas pakan sesuai SNI (hasil lab Dinas Prov Jatim) di bawah merek Mada Feed,” tambahnya.ed/datuk

 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain