Menilai Keunggulan Bungkil Kedelai AS

Menilai Keunggulan Bungkil Kedelai AS

Foto: 


Pengukuran kualitas bungkil kedelai harus berdasarkan kandungan protein tidak langsung, sedang protein kasar  mungkin bukan ukuran terbaik dari nilai kedelai atau bungkil kedelai
 
Northern Soy Marketing (NSM) merupakan kolaborasi petani kedelai Amerika Serikat (AS) bagian utara yang terdiri dari negara bagian Minnesota, Nebraska, Dakota Utara, Dakota Selatan dan Wisconsin. Adapun NSM fokus dalam  mempromosikan kualitas, konsistensi dan keunggulan kedelai yang ditanam serta bungkil kedelai yang diproduksi di Amerika Bagian Utara ini. 
 
Bekerja sama dengan peneliti yang berpengalaman, NSM memberi penjelasan terkait kualitas kedelai dan bungkil kedelai, dengan lebih menitikberatkan pada kandungan asam amino esensial dari pada protein kasar.
 
Seperti yang diterangkan oleh Animal Feed Consultant asal Amerika Serikat yang tinggal di Australia, Prof Robert Swicks bahwa kandungan protein kasar (PK) atau crude protein pada pakan broiler (ayam pedaging) harusnya dibatasi.
 
“Dari riset yang kami lakukan, menunjukkan pembatasan PK dalam pakan broiler dapat mengurangi biaya pakan. Kemudian mengurangi ekskresi nitrogen yang menyebabkan penurunan performa ayam juga,” tutur pria yang karib disapa Bob ini pada seminar luring bertajuk ‘Essential Amino Acid Value in Soybean Meal’ yang digagas oleh NSM dan didukung oleh USSEC (United States Soybean Export Council) pada Kamis(23/2) di Hotel Sheraton, Jakarta Selatan.
 
Jika pembatasan PK dalam pakan broiler tidak dilakukan, maka dapat mengurangi efikasi dan support imun, serta bisa menimbulkan masalah di pernapasan. Adapun dengan diet rendah protein kasar, maka lebih sedikit nitrogen yang masuk dan otomatis amonia akan lebih sedikit yang keluar. Berikutnya, dapat menciptakan kondisi yang lebih baik di dalam kandang, konsumsi air lebih sedikit sehingga ekskresi yang dikeluarkan oleh ayam akan lebih berkurang.
 
Nilai Bungkil Kedelai AS
Pada kesempatan yang sama, Dosen dari Department of Agronomy & Plant Genetics, University of Minnesota, Seth L. Naeve menyampaikan bahwa pola curah hujan memiliki dampak terbesar pada kualitas produksi kedelai. “Guna mengetahui variasi komposisi kedelai di dunia, kami telah melakukan penelitian dengan menganalisa sebanyak 1.817 sampel kedelai dari berbagai petani yang ada di Brazil, Argentina, Paraguay, dan Amerika Serikat selama 3 tahun yang  mewakili 80 % dari produksi kedelai yang ada di dunia,” terang dia.
 
Dari penelitian tersebut, menunjukkan bahwa kedelai/bungkil kedelai dari AS bekerja lebih baik berdasarkan imbangan proteinnya. Seth pun menerangkan ukuran dari nilai bungkil kedelai ialah berdasarkan ukuran protein tidak langsung.  Protein kasar mungkin bukan ukuran terbaik dari nilai kedelai atau bungkil kedelai.
 
“Uji coba pemberian pakan formal dan informal di tempat tujuan, telah berulang kali menunjukkan bahwa bungkil kedelai AS lebih baik dari yang diharapkan. Saya mengingatkan, bahwa tingkat protein saja merupakan indikator kualitas yang tepat. Pada akhirnya, nilai adalah ukuran yang harus diterapkan dalam pengambilan keputusan, pengukuran adalah kuncinya,”  kata Seth.
 
Menyikapi Perubahan Musim Dalam kesempatan ini, NSM dan USSEC menghadirkan petani kedelai di Dakota Selatan, AS, Mike McCranie. Ia memiliki sekitar 5.000 Ha (hektar) lahan. Mike mengaku, di musim dingin ia melakukan hal-hal seperti membuat keputusan pembelian benih, pupuk, bekerja dengan bankir, akuntansi, dan juga pemasaran.
 
Sementara itu, pada musim semi digunakan mesin tertentu yang membutuhkan rekan kerja. “Satu mesin sebagai pelacak, dan satu lagi untuk menjalankan penanaman. Pelacak dapat menanam sekitar 2.000 Ha sehari,” imbuhnya.
 
Memasuki musim panas, Mike harus merawat tanaman yang telah ditanam. Banyak hal yang dia lakukan, yakni melakukan pemupukan, herbisida, mungkin fungisida dan apa pun yang dapat membuat tanaman itu sehat.
 
“Bergerak ke musim gugur, artinya panen. Diharapkan kondisi tanamanan, kelembapan, dan cuacanya bagus untuk panen.Kami juga mengandalkan ramlan cuaca dari pemerintah. Hal ini memudahkan untuk prediksi dari tanaman yang kami hasilkan,” tandas Mike.TROBOS/Adv

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain