Inovasi Bioteknologi Pengembangan HPT

Yogyakarta (TROBOS). Universitas Gadjah Mada (UGM) beberapa waktu telah mengukuhkan beberapa guru besar, salah satunya dari Fakultas Peternakan (Fapet), yakni Prof Nafiatul Umami. Pengkuhuhan guru besar ini dilakukan pada Selasa (8/8) di Balai Senat UGM. Pada penelitiannya, Nafiatul bekerja sama dengan tim dari Fapet dan BATAN-BRIN (Badan Tenaga Nuklir-Badan Riset dan Inovasi Nasional).
 
Dalam pidato pengukuhan guru besarnya, ia menyebutkan bahwasanya hijauan pakan ternak (HPT) memiliki peranan penting untuk keberhasilan produktivitas ternak ruminansia, sehingga diperlukan peningkatan jumlah dan kualitas pakan supaya produktivitas ternak dapat optimal. Pengembangan HPT merupakan salah satu upaya dalam mendukung pengembangan peternakan, yakni melalui inovasi guna meningkatkan produksi dan kualitas HPT. Tujuannya ialah untuk mengembangkan varietas tanaman pakan yang lebih unggul dan adaptif terhadap kondisi iklim dan tanah di Indonesia.
 
Ia, bersama tim dari Fapet dan BATAN-BRIN melakukan radiasi pada rumput gajah (Pennisetum purpureum) dan dihasilkan kultivar baru dengan nama Pennisetum purpureum cv Gama Umami, atau yang dikenal dengan rumput Gama Umami. Rumput Gama Umami telah mendapatkan tanda daftar rumput hasil pemuliaan dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian RI, dengan tanda daftar nomor 889/PVHP/2020 pada 2021. 
 
“Rumput ini adalah hasil dari radiasi sinar gamma yang dilakukan dengan penyinaran 100 Gy dan memiliki kelebihan produksi biomassa hijauan dapat mencapai 50 kg per m2. Adapun kandungan bulunya sangat sedikit, sehingga tidak gatal, daun halus dan tidak melukai ternak, serta kandungan gulanya mereduksi lebih tinggi dari tetuanya,” jelasnya.
 
Nafiatul menerangkan bahwa mutasi dengan radiasi sinar gamma merupakan proses induksi mutasi pada organisme hidup, dengan menggunakan sinar gamma sebagai agen mutagenik. Sinar gamma merupakan bentuk radiasi elektromagnetik yang memiliki energi tinggi dan mampu menembus bahan padat. Radiasi sinar gamma bekerja dengan mengubah DNA dalam sel tanaman, yang dapat menghasilkan perubahan dalam materi genetik. 
 
Efek dari radiasi sinar gamma yaitu dapat menyebabkan perubahan dalam karakteristik fenotip tanaman, seperti bentuk, warna, ukuran, atau sifat lainnya. “Beberapa mutasi yang dihasilkan dapat meningkatkan produktivitas, ketahanan terhadap penyakit, atau adaptasi terhadap kondisi lingkungan tertentu,” sebut Nafiatul.
 
Usai kegiatan pemuliaan dilakukan, optimalisasi produksi dapat dilakukan dengan menerapkan teknologi budidaya. Pun tim peneliti Fapet UGM telah melakukan introduksi tanaman pakan unggul yang bekerja sama dengan Crop Mark Seed Company New Zealand, dengan izin pemasukan benih tanaman pakan ternak unggul dari Kementerian Pertanian (Kementan). 
 
Pengujian tanaman unggul dilakukan pada beberapa spesies lain, yaitu Cichorium intybus dan Brassica rapa, dan hasilnya menunjukkan bahwa tanaman tersebut mampu tumbuh dengan baik di Indonesia. Keberadaan tanaman unggul ini, menambah plasma nutfah tanaman pakan di Indonesia, yang ke depannya dapat sebagai material pemuliaan tanaman pakan.
 
Ia meyakini bahwa dalam pengembangan HPT, keberhasilan dalam budidaya tanaman pakan adalah harus memiliki daya produksi biomassa dan kemampuan regrowth yang tinggi, memiliki kandungan nutrien yang baik, adaptif pada kondisi lahan tertentu dan memiliki palatabilitas yang baik pada ternak. “Dalam hal ini, salah satu yang penting dilakukan untuk mempertahankan tanaman penghasil biomassa pakan, yaitu mampu dan tetap mempertahankan dalam fase vegetatifnya, sehingga plasma nutfah tanaman pakan unggul hasil pemuliaan akan berproduksi baik di Indonesia dan berkontribusi maksimal menuju Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” tutup Nafiatul.bella
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain