Pentingnya Manajemen Pullet dalam Pemeliharaan Layer

Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Ayam petelur (layer) merupakan komoditas ternak unggas yang banyak diminati peternak dalam hal budidayanya. Hal tersebut dikarenakan layer dapat menghasilkan telur dalam jumlah yang banyak, yang dimulai kurang lebih saat berumur 6 bulan hingga 2 tahun. Kendati demikian, ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi peternak, lantaran perawatan ayam petelur harus baik dan berkualitas.

 

Layer Feed Quality Conference menjadi ajang bagi para peternak maupun industri pakan ternak, untuk menggali informasi lebih dalam terkait nutrisi ayam petelur dari para pakar. Konferensi ini dilaksanakan pada Senin hingga Selasa (27-28/11) di Hilton Garden Inn Jakarta, yang dihelat oleh Asian Agribiz. Adapun topik dari konferensi kali ini ialah ‘Pullet Management,Heat Stress,and Trends in Layer Feed’.

 

Conference Chairman Asian Agribiz, David Faulkner mengatakan Layer Feed Quality Conference merupakan konferensi tahunan yang berfokus pada isu-isu nutrisi utama dan isu-isu manajemen produksi ayam petelur di kawasan Asia Tenggara. “Kami memilih untuk menyelenggarakannya di Jakarta setiap tahunnya, karena banyak isu yang berkaitan langsung dengan industri ayam petelur Indonesia. Oleh karena itu, kami dapat menentukan isi konferensi ini guna mencari apa yang diminati oleh industri ayam petelur Indonesia,” ungkap David pada Redaksi TROBOS Livestock.

 

Adapun tujuan utama diselenggarakannya konferensi ini ialah untuk menawarkan informasi teknis terkini dan solusi kepada industri yang berfokus pada pakan dan manajemen. Sebenarnya ayam petelur itu sangat rumit dan mempunyai daya tahan yang lama dibandingkan dengan ayam pedaging (broiler). Maka dari itu, banyak para peserta yang menginginkan data program pemberian pakan, program pemuatan, program manajemen untuk membantu memaksimalkan kinerja ayam petelur mereka.

 

“Dalam konferensi ini, kami cenderung melakukan siklus tiga topik. Jadi topik ini kembali ke awal, ke ayam dara siap produksi (pullet), dan bagaimana cara berkembang yang benar. Sebab jika kita memiliki pullet yang sehat dan kuat, maka saat mulai bertelur akan mencapai performa terbaiknya,” jelasnya.

 

Pada sesi pertama membahas tentang pemahaman dan pengelolaan perubahan kebutuhan pullet. Sesi kedua formulasi pakan yang akurat untuk produksi telur yang ditargetkan. Sedangkan sesi ketiga yakni inovasi dalam manajemen tekanan panas(heat stress).

 

Selain itu, peserta dari konferensi ini sebagian besar berasal dari pabrik pakan atau peternakan atau sekadar ingin belajar beternak ayam petelur. Pun ada beberapa pembicara yang mengkhususkan diri dalam pemeliharaan pullet.

 

David berharap, industri ayam petelur di Indonesia merasa puas dengan isi (konten) dari program ini dan memberikan manfaat material bagi industri Indonesia. “Kami juga senang sekali konferensi ini diikuti oleh orang-orang dari Pakistan, India, Filipina, serta Thailand yang datang ke Indonesia untuk acara ini,” tutup David.bella

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain