Medikasi Penyakit Pernapasan Ayam Akibat Bakteri

Medikasi Penyakit Pernapasan Ayam Akibat Bakteri

Foto: Istimewa


Bandung (TROBOSLIVESTOCK.COM). Organ respirasi ayam modern diketahui sangat sensitif, sehingga mudah sekali terinfeksi penyakit. Jenis penyakit yang dapat menyerang saluran pernapasan di antaranya dapat disebabkan oleh bakeri, virus, jamur maupun parasit. Oleh sebab itu, kondisi lingkungan ayam harus terjaga, baik litter (sekam) maupun kondisi udara kandangnya.

 

Mengulas tentang penyakit pernapasan unggas, PT Tekad Mandiri Citra (TMC) menggelar webinar perdana TMC Menjawab #1 dengan topik ‘Penyakit Pernapasan Unggas: Atasi dengan Cepat dan Tepat’ beberapa waktu lalu. Adapun salah satu narasumber dalam webinar tersebut yakni Technical Support Supervisor PT TMC, Armanda Dwi Prayugo. Ia menjelaskan materi berjudul ‘Problem Solving Kasus Pernapasan Akibat Infeksi Bakterial’.

 

“Faktor penularan penyakit bakterial ini yaitu melalui lalu lintas di dalam kandang, yang termasuk kategori penularan secara tidak langsung. Lalu lintas ini perlu kita antisipasi dengan mencuci peralatan, disiapkan dipping kaki dan alas kaki khusus untuk ke farm, kran untuk cuci tangan dan lain sebagainya. Itu semua harus selalu kita upayakan ada, supaya mencegah terjadinya penularan penyakit,” tegas Armanda.

 

Faktor penularan berikutnya ialah hewan sakit yang tidak segera dideteksi, yakni masuk  dalam kategori penularan tidak langsung. Misalnya ayam sakit tidak terdeteksi sampai ada kematian, maka itu gawat. Sebenarnya ini sudah menyebar, sehingga baiknya jika ada yang ayam yang terlihat lemas-lemas segera diseleksi, dipisahkan ke luar. Itu merupakan upaya untuk mencegah penularan secara langsung.

 

Sementara itu, treatment yang perlu dilakukan peternak kepada ayam yang sakit yakni dilakukan pengobatan atau medikasi. “Kalau untuk snot bisa menggunakan kombinasi sulfadoxinetrimethoprim, enrofloxacin, flumequine, dan amoksisilin juga bisa, tapi biasanya kita pilih untuk perncernaan. Kemudian chronic respiratory disease (CRD) bisa menggunakan enrofloxacin,tylosin dan tilmicosin juga direkomendasi. Kedua antibiotik ini bisa menjangkau sampai ke kantung udara (air sac) yang minim pembuluh darah,” saran dia.

 

Armanda pun menerangkan, tilmicosin merupakan salah satu antibiotik yang dapat memodulasi sistem kekebalan tubuh. Sehingga ketika ada kasus pernapasan, kemudian diberikan antibiotik, ini bisa membantu meningkatkan respon imunitasnya juga supaya tingkat kesembuhannya bisa lebih cepat. Gejala klinis maupun peradangannya bisa diibaratkan berkurang akibat adanya respon imun yang semakin siap.

 

“Untuk berikutnya ada complex chronic respiratory disease (CCRD), biasanya kita beri antibiotik kombinasi yang ada di pasar saat ini, yaitu tylosinencrofloxacin, erythromycindoxycyline dan spectinomycinlinomycin. Kedua antibiotik spectinomycinlinomycin itu efektif untuk mikoplasma dan masing-masing spesifik untuk lincomisin ke gram positif, dan spectinomisin ke gram negatif. sehingga kedua antibiotik ini bekerja sinergi,” sebutnya.

 

Armanda menyimpulkan, pemberian antibiotik injeksi pada layer (ayam petelur) produksi untuk pengobatan dapat direkomendasi seperti sulfadoxine dan trimethoprim untuk snot. Kemudian oxytetracycline atau tylosin untuk CRD, serta spectinomycin dan lincomycin untuk CCRD.bella 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain